@CommuterLine Thank you min, ini tuh gate atas yang pojok kanan dekat tangga eskalator arah Tanah Abang ya. Banyak yang gak pakai jalur gate itu karena menghalangi jalan orang yang mau jalan dari eskalator tp seringnya malah dipotong sama yang baru naik buat start antri disana.
@CommuterLine di sudirman tadi traffic padat di pintu atas mau keluar, banyak yg tau aturan untuk antri tp banyak juga yang ga antri dan malah jadi ribut. Pas dilaporin ke petugas biar ada yg jaga supaya ga ribut sesama penumpang malah cengegesan? Coba ditegur dan diatur min!
Still thinking about upgrading your wardrobe?
Whether it’s for you, family, kids, or a gift—H&M Payday offer is live, and everything’s on discount.
Tap to shop the sale.
Andai Thomas Tuchel lebih berani, mungkin kita bisa mendapat 90 menit final yang lebih menghibur dari ini. Argentina nggak bisa ngapa-ngapain selain main “jorok” di 2 babak ini.
Limited-time offer on Move collection. Buy 1 get 1 free, only on 19 July 2026 from 6 –10 PM. Exclusive in-store at H&M Grand Indonesia and H&M Mall Kelapa Gading.
El pisotón de Messi a Spence en el gol de Lautaro Martínez fue literalmente antes de la asistencia y el VAR le dio igual.
Ah pero Egipto, el balón al otro lado del campo, un toque y buscan todo por anular el gol y robar.
EL MUNDO ABRIÓ LOS OJOS. Sigan 🐀
🚨Enzo Fernández AGREDE con un puñetazo en la nuca a un jugador inglés y no le sacan la tarjeta roja.
De hecho no sacó ni amarilla.
Minuto tres y Argentina ya está robando. Es una puta vergüenza. https://t.co/AvbMep8YiX
I love football. I love late drama. I love comebacks. I love knowing that anything is possible and feeling like we’re watching a steady stream of some of the greatest games ever. I do not love how we are expected to ignore the inconsistencies in officiating and the interventions from VAR, which have largely been heavily weighted towards certain teams and its players. If you’ve watched and followed everything in this World Cup and are still subscribed the idea that it’s all fair, delusionville must be a lovely place to reside.
Hari terakhir promo 7.7 dari H&M! Hanya berlaku di website & AppHari terakhir promo 7.7 dari H&M! Hanya berlaku di website & AppHari terakhir promo 7.7 dari H&M! Hanya berlaku di website & App.
Fernando Guerrero, video assistant referee di Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Wasit asal Meksiko itu bertugas sebagai support VAR dalam 11 pertandingan di Qatar 2022.
"Wasit dan VAR keliru krn menganulir gol Mesir. Tidak ada pelanggaran terhadap pemain Argentina dan bahkan jika mereka menganggapnya sebagai pelanggaran, hal itu seharusnya tidak ditinjau sebagai bagian dari APP (Attacking Possession Phase), sebab Argentina memiliki banyak waktu, ruang, dan para pemain bertahan mereka berada dalam posisi yang tepat."
"Tim Argentina memiliki tiga kesempatan untuk merebut kembali bola namun gagal melakukannya."
"Oleh karena itu, keputusan tersebut sepenuhnya bertentangan dengan protokol VAR, yang menyatakan bahwa perangkat pertandingan hanya boleh mengintervensi ketika ada rangkaian serangan yang jelas dan tim yang kehilangan penguasaan bola tidak memiliki peluang realistis untuk merebutnya kembali."
"VAR dan wasit melakukan kesalahan, yang merugikan Mesir dan pada akhirnya berkontribusi pada tersingkirnya mereka."
@Chels_Squad@ainurohman Udah baca beneran? atau cuman nyari duit via engagement nih cenblue wkwkwk kalau udah baca harusnya clear tentang "soft" kalau kaya gini pelanggaran udh brp pelanggaran yg dilakuin Argentina tp wasit masih lanjutin game bahkan VAR ga push wasit 🤣
Menganulir Gol Mesir ke Gawang Argentina adalah Keputusan yang Salah
Sebuah analisis dari pakar perwasitan dan mantan wasit Premier League, Graham Scott via The Athletic.
✅Keputusan menganulir gol Mesir adl keputusan yang salah. Benturan Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez dlm proses terjadinya gol Ziko pada menit ke-67 merupakan kontak fisik yang wajar dan seharusnya dinilai seperti itu, alih-alih dianggap sbg sebuah pelanggaran.
✅Insiden itu juga terjadi hampir 100 yard (sekitar 91 meter) dari gawang, dan Argentina punya setiap kesempatan untuk merapatkan barisan dan bertahan, tidak heran jika Mesir merasa dirugikan karena gol tersebut akhirnya dianulir setelah peninjauan VAR.
✅Jika kita melihat insiden tersebut, memang ada sedikit kontak, baik kaki-ke-kaki maupun tarikan baju sekilas, tetapi tidak ada pelanggaran yang cukup berat di sini hingga layak membuat VAR mengintervensi untuk membatalkan gol. (GAMBAR 1)
✅Bagi Scott, ini adalah intervensi yg sangat mencengangkan dan bentuk penyalahgunaan wewenang yang masif dari tugas VAR. Seharusnya, VAR hanya mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious errors).
✅VAR secara rutin memeriksa fase serangan sebelum terjadinya setiap gol dan dalam kasus ini, peninjauan akan ditarik mundur hingga momen perebutan bola (turnover of possession).
✅Agar sebuah gol dapat dibatalkan, harus ada pelanggaran yang jelas, dan hal itu tidak ada di sini. Sebagai aturan umum yang praktis, semakin lama waktu dan semakin jauh jarak antara sebuah benturan dengan terjadinya gol, maka dugaan pelanggaran tersebut harus semakin serius.
Namun, tidak ada pelanggaran yang berarti di sini, dan tidak ada hal yang mendekati ambang batas bagi VAR untuk ikut campur.
✅Dengan logika yang sama, klaim penalti Mesir atas dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah sesaat sebelum gol kemenangan Argentina, sudah tepat untuk diabaikan. Ada sedikit kontak kecil pada sepatunya, tetapi tidak cukup kuat untuk membuat Salah terjatuh. Itu bukan sebuah pelanggaran.