Menteri PU Lebih Kejam dari Fir'aun.
Bayangkan wak, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi selama 27 tahun 3 bulan separuh hidupnya diabdikan untuk negara tiba-tiba dihancurkan begitu saja hanya karna beliau ungkap kebenaran.
Beliau dari jabatan Eselon III-a yang terhormat, ia dimutasi ke Maluku Utara dan jabatannya diturunkan drastis menjadi Pelatihan Teknis, setara golongan 2d. Penghargaan, pengalaman, dedikasi, dan masa baktinya diinjak-injak hanya dalam satu keputusan
Ini bukan mutasi biasa. Ini penghukuman. Ini perlakuan yang bahkan Fir'aun pun geleng geleng wak.
Semua ini terjadi karena kezaliman Menteri PU. Seorang pemimpin yang seharusnya melindungi dan menghargai pengabdian justru menjadi penghancur karir dan martabat anak bangsa.
Keadilan di mana? Hormati pengabdian ASN, atau mundur saja.
Tolong kepada @DivHumas_Polri@KejaksaanRI dan @KPK_RI periksa menteri PU ini.
Dari Eselon III jadi Pelaksana
Dari Grade 13 ke Grade 7,
Dari Tunjangan 13.670.000 menjadi 5.079.000
berkurang 8.591.000 per Bulan
Itulah Harga yang dibayar untuk membuka selembar penyelewengan Menteri PU yang mau ngajak anaknya liburan ke US pake fasilitas negara.
1,8 TRILIUN UNTUK KIPAS ANGIN?.. Gak masuk akal..
Coba kita pake logika anak SD untuk memahaminya:
✅Harga 1 kipas angin standar bagus ≈ Rp 500.000
✅1,8 Triliun ÷ 500.000 = 3.600.000 UNIT (3,6 Juta kipas angin) ..😡
Kalau 3,6 juta kipas ini dijejerin (lebar rata-rata 50 cm), panjangnya jadi 1.800 KILOMETER.
Itu LEBIH PANJANG dari Pulau Jawa (1.000 km)!! Bisa ngipasin Jakarta, Surabaya, sama Medan BERSAMAAN 24 jam non-stop, masih sisa buat ngipasin Kalimantan juga!
Ini kipasnya pake bahan baku apaan? Emas 24 karat? Atau baling-balingnya pake sayap pesawat?
PT Agrinas Pangan Nusantara itu BUMN PANGAN, masak iya tiba-tiba jadi distributor kipas angin seharga milyaran?
Rakyat lagi pusing harga bawang & cabai, guru honer distop ..eh uang pajak kita malah dipake buat proyek kipas yang bikin angin.. edan..!
Jangan pada diam..
Publik punya hak buat minta rincian tender & spek barangnya.
#Korupsi #KipasAngin #1Triliun #AnggaranRakyat #BUKANFiksi #KPKMana
TEMAN-TEMAN
KEMENTRIAN PU UNDERCOVER.
@KemenPU GILA YAAAA 8 ORANG DIMUTASI???
HEBAT...HEBAT.
Kabar baik, si penyebar utama nggak ketemu Gaes 😊 Kak ASN Penyebar terselamatkan...dan Semoga kamu selalu sehat😇
Saya doakan akan ada ASN HeroPU yang berani spill semua kebusukan🙃
Lihat aja....
Buat 8 orang meskipun udah fix, bisa kok kita bantu kawal...sini keluar kakak-kakak 😇
Suaminya, mantan bupati 2 periode.
Kemudian, dia melanjutkan .
Sehari sebelumnya, mengingatkan akhirat, jangan mikir dunia dan isinya, ngajak pengajian.
Hari berikutnya, ditangkap OTT oleh KPK, karena kasus suap.
Kok bisa ? Karena warga Sukoharjo dalam memilihnya.
SUKOHARJO !
Udah ngga nyumbang, ngga ikut membangun, rakyat tiap hari teriak butuh jembatan telinganya budeg !!
sekarang datang malah mau nutup jembatan karna dinilai kurang maksimal.
Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, setelah dibangun secara swadaya oleh warga akhirnya bisa dilalui.
Selama sekitar enam bulan pascabencana yang merusak jalan nasional dan jembatan pada akhir November 2025, masyarakat menggalang dana hingga sekitar Rp1 miliar
Fyi... inilah salah satu alasan kenapa Muhammadiyah tidak menganjurkan bahkan melarang tahlilan.
Menurut MU:
1. Tradisi tahlilan dianggap merupakan akulturasi dari budaya non-Islam masa lalu.
2. Adanya unsur tabzir (pemborosan) karena keluarga yang berduka sering kali terbebani biaya untuk menyediakan hidangan bagi pelayat.
3. Seharusnya pelayat/tetangga yang menyiapkan makanan untuk keluarga yang berduka, bukan sebaliknya.
Telihat taktikal? Tidak? Terlihat bodoh? Ya jelas terlihat bodoh dan konyol... Ini banyak yang mengabaikan sisi disiplin dan safety alias ngawur! Muzzle discipline tidak ada, kena sapu semua oleh laras senapan kawan di belakangnya, dan ada yang telunjuk masih menempel di pelatuk.
Rame di platform sebelah, ada user tiba” nge vc kandidat buat interview tanpa ada pemberitahuan lebih awal, trus nge up seolah” dia paling bener malah nyalahin kandidat as gen-z
udah jelas siapa yang salah, lu emg user tapi bukan berarti seenak jidat lu ye
Masuk Pertamina tesnya seperti ini.
1. Bikin surat lamaran
2. Dilakukan screening
3. Dilakukan asesmen (soft competency, hard competency, termasuk tes akademik, tes TOEFL)
4. Online interview dengan HRD
5. Interview dengan user 1
6. Interview dengan user 2
7. Interview dengan user 3
8. Tes kesehatan
9. Interview dengan top management
10. Lolos seleksi
11. On the job training
12. Dapat SK penetapan pegawai
Trus orang ini tiba-tiba saja setelah lulus kuliah langsung jadi komisaris Pertamina jalur relawan. Bagaimana mengawasi perusahaan sebesar itu?
🤣🤣🤣
🚨 NEWS UPDATE 🚨
ada update nih ternyata dari pak adri (aparat yang ngelarang #demo di bundaran HI)‼️
sangat sangat PICK ME 💅💅‼️‼️
"kaki saya patah" 🥴 HEHH TAEKK ‼️
❤️🔥 Affan Kurniawan dilindas
❤️🔥 Gamma di tembak
❤️🔥 170 orang kanjuruhan, di gas beracun
belum tentu juga bener kaki patah udah berisik adri adri.
giliran sakit lu juga teriak kan ‼️ rakyat selama ini juga begitu ‼️❤️🔥
👨: "bayangkan kami di kampung, anak-anak berangkat ke sekolah naik perahu. kalo ga makan, mana mungkin mereka bisa belajar dengan baik"
👨: "....kami di pelosok, sangat membutuhkan program MBG ini"
🧕: "seperti yang disebutkan, ada sesuatu yg lebih genting dari mengisi perut lapar, yaitu gimana anak-anak tersebut aksesnya masih sangat terhambat"
👨(dalem hati): "lah... iya juga ya"
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ketika mengetahui kabar akan ada mahasiswa Trisakti yg akan demo.
Semalam hingga pukul 00.00 lebih,
Teddy Indra Wijaya diketahui mengadakan pertemuan di depan kantor seskab dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.
Di sisi lain, Hercules sebelumnya pernah menyatakan, bahwa jika ada pihak yg mengganggu pemerintahan Prabowo, maka akan berhadapan dengan GRIB.
Mereka bukan cuma punya serdadu aparat, tetapi juga memelihara preman.
Sekuat apa mereka melawan rakyat??
ccthread:alfianzhy
Menurut gw pribadi, mending keberadaan IPDN itu ditinjau ulang deh…
Asal kelen tahu..
Ilmu-ilmu yang ada di IPDN itu udah diajarin di FISIP dan FIA di seluruh Indonesia.
Perbedaannya, IPDN itu ikatan dinas, biaya minim, dan juga semi-militer.
Lantas buat apa ada IPDN? Wong lulusannya juga jadi ASN. Anak FISIP dan FIA mah disuruh jadi ASN juga bisa.
Dan yang gw juga heran kenapa IPDN semi-militer?Padahal lulusannya itu ya jadi sipil semua…
Terus yang lebih ga nyaman lagi:
Tiap tahun, IPDN butuh ratusan miliar.
Kalian tahu ga? Berapa anggaran IPDN di 2026?
814 MILIAR!
Padahal tahun lalu hanya 517 miliar.
Mana masuk pos anggaran pendidikan lagi.
Dan ini diperuntukkan untuk 5-6 ribu orang praja..
Sayang banget menurut gw.
Duit 817 M itu bisa dipakai buat subsidi PTN-PTN di seluruh Indonesia.
Foto: Rakyat Merdeka dan Pos Jateng
SBY 1 — 0 Jokowi + Prabowo
Dulu, jaman Presiden SBY, jika akan ada kenaikan BBM, mereka selalu kasih pengumuman ke publik soal kapan naiknya, berapa naiknya, kenapa harus dinaikkan harganya.
Tapi semenjak jaman Presiden Jokowi, pengumuman naik harga tengah malam, tanpa pengumuman publik, tanpa kasih kejelasan kenapa musti naik. Dan gaya itu terus dipakai sampai sekarang jaman Presiden Prabowo.
Sama rakyat sendiri aja kalian main sembunyi2 perihal hajat hidup orang banyak. Keterlaluan kalian!
Tahukan kalian kalau ini termasuk perbuatan zalim?
Semoga kelak hisabmu lama, Pak!! 😭
Kok bisa Indo hobi banget konsumsi tepung terigu??
Padahal terigu itu MAYORITAS IMPOR....
Dan mayoritas snack2 indo bahan bakunya tepung terigu?
Jawabannya: Rezim Orde Baru (Orba)
Orba memang sengaja membangun sistem pangan yang membuat terigu makin murah, tersedia, dan mudah dikonsumsi rakyat..
Kenapa?
Pertama, Orba berusaha mencari pangan yang murah, cepat, dan gampang didistribusikan.
Pangan apa yang cocok di zaman itu? Ya terigu, karena mudah diimpor. Beras, meski bisa swasembada, tetap rawan gagal panen.
Kedua, Orba memonopoli perdagangan terigu.
Terigu hanya bisa diimpor oleh dua perusahaan penggilingan gandum yang semuanya adalah kroni mereka.
Bayangin, berapa jatah yang didapat Orba dari impor jutaan ton gandum?
Kebetulan, Indonesia mengalami urbanisasi massif di masa Orba.
Masyarakat urban membutuhkan makanan cepat, murah, dan praktis.
Walhasil, produk olahan gandum seperti mi, roti, dan kue meningkat.
Jadilah, terigu massif dikonsumsi oleh rakyat Indo.
Padahal, sekali lagi..
TERIGU ITU IMPOR.
Dan dari minggu-minggu kemarin, harganya NAIK TERUS!
Source Gambar: DetikFood dan Sitenews