Youโll be missed, at least by me, Martinelli ๐
Arteta dan Arsenal memang sudah bukan main-main lagi, apalagi setelah dapet PL musim kemarin. Otomatis mereka udah nargetin lebih tinggi, termasuk โcukup sudahโ ngopeni pemain yang dirasa sudah tidak bisa berbuat lebih banyak lagi bagi Arsenal. Alias tiap musim perkembangannya gitu-gitu aja.
Jika dia memang dilepas, wish you nothing but all the best buat Martinelli dan kehidupan barunya setelah menikah dengan Isabella nanti. Dan teruntuk pemain-pemain yang tersisa sekarangโฆ kata gue teh do your fuckin best atau bakal bernasib sama kek Martinelli.
Almost 30, not yet married, no complains, exploring new hobbies, arriving at new places, meeting new people, just having fun, and MOST IMPORTANTLY, living my best life ๐ฅฐโค๏ธ
Mungkin suatu hari nanti, ketika Gabriel Martinelli benar2 meninggalkan Arsenal, kita baru sadar bahwa yang pergi bukan cuma seorang pemain. Ada seorang anak yang selama 6 tahun tumbuh bersama klub ini.
2 pertandingan resmi pertama musim ini, namanya bahkan tidak ada di bangku cadangan. Di saat kabar tentang kemungkinan dirinya dijual semakin kuat, mungkin perjalanan 6 tahun Martinelli bersama Arsenal memang perlahan sedang menuju akhirnya.
Kalau hari itu tiba, mungkin Martinelli akan berdiri di tengah Emirates untuk mengucapkan selamat tinggal. Namanya kembali terdengar dari tribun untuk terakhir kalinya, sementara perjalanan 6 tahunnya diputar di layar.
Saat itu, mungkin kita sudah lupa dengan semua perkataan yang pernah kita berikan "El Nunduk, Pelari Kalcer, Ayam tanpa kepala dll". Lupa dengan peluang yang gagal dia manfaatkan, pertandingan yang membuat kita kecewa, dan alasan kenapa akhirnya Arsenal memilih melanjutkan perjalanan tanpa dirinya.
Karena ada satu hal yang tidak akan pernah berubah: Martinelli pernah menjadi bagian dari tim yang membawa Arsenal kembali menjadi juara Liga Inggris.
Dia datang pada usia 18 tahun. Dia tumbuh bersama klub ini. Dan tanpa kita sadari, 6 tahun berlalu begitu cepat. Tapi kalau benar ini adalah akhir ceritanya, jangan hanya ingat pemain yang gagal memenuhi ekspektasi kita.
Ingat juga anak 18 tahun yang dulu datang ke Arsenal, tumbuh di sini, dan akhirnya ikut mengangkat trofi yang begitu lama kita tunggu.
Mungkin kita terlalu sering menunggu Martinelli menjadi pemain yang kita inginkan, sampai lupa menghargai pemain yang sudah 6 tahun menjadi bagian dari Arsenal.
Terima kasih, Gabi. โค๏ธ
Acara WIBU coly ego ternyata udah ke spill nih!!!
Mereka kelihatan seneng banget kl bisa jawab pertanyaan seputar anime dan manga.
Dan yg baru gue sadari mereka kl nongkrong di perpustakaan. Tp apa ga ganggu pengunjung yang laen??
Okelah lanjutkan pokok ga bikin onar di jalan sampe mukulin orang laen tanpa sebab.
Keisha, maba Unpad dikabarkan dalam kondisi psikologis yg kurang baik & kehilangan semangat berkuliah setelah kejadian wawancaranya dgn KDM
beberapa omongan KDM yg kurang mengenakan didengar:
๐ฅ "knp kamu dilahirkan dari bapak yg tidak bertanggung jawab, pilih yg bertanggung jawab dong"
๐ฅ "bapak ibumu udah cerai? ywd ikut sama kepala bapenda jabar aja"
๐ฅ "kamu masuk ke unpad bukan lewat jalur belakang?"
๐ฅ "jurusan administrasi pemerintahan? udah kebanyakan. yg sekarang aja P3K belum diangkat jadi ASN semua, ini nambah lagi nih jurusan"
๐ฅ "kenapa kamu ga masuk kedokteran aja"
๐ฅ "kamu makan sehari cuman sekali? sama dong kayak saya, kategori miskin ini"
Yth. Bapak Sudaryono selaku Kepala BGN.
Izinkan kami memberikan saran dengan sesantun-santunnya bahasa, sesuatu yang sangat amat jarang kami lakukan, namun kali ini, kami merasa sangat perlu untuk melakukannya.
Dengan bahasa santun, mungkin Bapak berkenan untuk menaruh atensi, berkenan untuk membaca.
Bapak, tolong hentikan drama murahan Bapak. Dulu, Ibu Nanik juga kerap menangis tersedu-sedu setiap kali memergoki SPPG yang tata kelolanya buruk dan berpotensi menyebabkan keracunan, ia juga menangis pada korban-korban keracunan di klinik-klinik, bahkan juga menangis karena sebab yang tidak jelas, di depan khalayak, di depan kamera.
Apakah Bapak kira kami peduli? Apakah Bapak kira kami menganggap tindakan tersebut murni sebab nuraninya yang tergugah? Sebab empatinya yang membuncah? Tidak, Pak.
Maaf ya, Pak, kami harus menyampaikan kalau baik Bapak, maupun kepala-kepala BGN sebelumnya, itu sangat buta dan tuli, padahal kami meyakini Bapak memiliki kuasa dan kekuatan besar untuk mengubah total arah angin pergerakan BGN. Tapi apa? Yang Bapak dan pimpinan-pimpinan sebelumnya lakukan hanyalah tindakan-tindakan nirguna dan nirdampak.
Berapa kali kawan-kawan MBG Watch melakukan unjuk rasa di depan kantor Bapak? Pernahkah barang 1x saja Bapak menemui mereka? Pernahkah Bapak membuka ruang dialog? Bukannya di antara salah satu pengunjuk rasa itu ada juga yang bernasib seperti Ibu-Ibu yang memarahi Bapak? Yang anak-anaknya juga keracunan.
Mohon beri atensi pada tuntutan kami apabila Bapak sungguh-sungguh ingin kejadian keracunan seperti ini tidak terjadi lagi, Pak. Kami mohon.
Kami menuntut agar:
1. Stop total dulu MBG selama sedikit-sedikitinya 6 (enam) bulan. Selama 6 bulan itu silakan Bapak dan jajaran Bapak mengkaji betul-betul bagaimana agar tata kelola MBG bisa berjalan dengan sangat baik. Libatkanlah ahli, libatkanlah orang-orang berpengalaman.
2. Setelah 6 bulan mengkaji, lakukanlah voting kepada calon penerima manfaat yang konon jumlahnya 60jt++ itu untuk mengumpulkan data, berapa banyak orang tua yang masih mau menerima MBG dan berapa yang tidak mau menerima. Hormati keputusan yang tidak menerima. Berikan sanksi yang tegas apabila ada pihak-pihak tertentu yang melakukan pemaksaan.
3. Hapus sistem SPPG yang dikelola oleh swasta. Swasta mungkin membantu, tetapi jarak antar bangunan berpotensi besar terjadinya kontaminasi pada panganan. Bangunlah dapur-dapur MBG di sekolah-sekolah.
4. TUTUP PERMANEN dapur-dapur yang memiliki rekam jejak meracuni lebih dari 50 korban keracunan. Tiada ampun. Umumkan di media sosial resmi BGN. Jika hasil investigasi dari polisi terbukti kalau dapur menjadi penyebab keracunan, maka WAJIB untuk diberi garis polisi. Lalu dapur dengan rekam jejak tutup permanen tidak boleh diberi ruang untuk beroperasi kembali.
Jika tidak bisa memenuhi poin 1 hingga 4, kami mohon dengan sesantun-santunnya SILAKAN BAPAK MUNDUR. Kami mohon.
Mohon atensi ya, Pak. Kami sudah berusaha sesantun mungkin untuk menyampaikan ini kepada Bapak. Kami beri waktu 1 (satu) pekan sejak permohonan ini kami terbitkan untuk Bapak memikirkan tuntutan-tuntutan kami. Apabila selama satu pekan tidak terjadi apa-apa, maaf, maka kami akan kembali pada setelan bahasa seperti biasanya. Tidak ada ruang hormat sedikitpun dari kami kepada Bapak. Kami akan kembali mencaci dan mencemooh dengan keras setiap kali terjadi penyimpangan tata kelola MBG. Akan kami seret Bapak dan kami paksa untuk mundur.
Terima kasih banyak atas atensinya, Pak Sudaryono. Semoga senantiasa sehat selalu. Salam hormat (untuk saat ini) dari kami yang muak dengan drama pejabat-pejabat BGN, Tim Menu Embege Jelek.