"Gue kenal lu pir. Dan ini bukan pirda yg gue kenal"
"Bener, lg masanya lu. Nikmatin aja, tp jangan salah langkah. Gua tau lu lg boring, lu udh mulai segen jalanin semuanya. Tp jangan lupa, sabar, ada masanya pir"
Move on itu beneran ada.
Dari yang nangis terus, setiap mau tidur dan bangun tidur selalu kepikiran, setiap liat sesuatu jadi deja vu… pelan-pelan pasti bisa move on. Dan di situ kamu akan belajar apa sebenarnya arti ikhlas.
Move on itu nggak usah buru-buru. Nikmati aja rasa sakitnya, rasa nahan rindunya, dipuasin aja nangis-nangisnya. Semua cuma butuh waktu. Jangan libatin orang baru buat nyembuhin luka itu. Sembuhin sendiri aja. Bener-bener nikmatin segala prosesnya, sampai di suatu titik kamu berhenti menangis.
Dan di situ, pelan-pelan, kamu bakal nemuin lagi versi dirimu yang sempat hilang.
And find your sparks again.
hiduplah meski sedihmu kau peluk sendiri, meski makanan, minuman, atau bahkan warna favoritmu tidak ada yang tahu. mungkin, akhir-akhir hidupmu rasanya terlalu hambar, matamu selalu sembab, dan energi yang kamu punya tidak sebanyak biasanya, tapi tolong tetaplah hidup, jika hari ini dirasa buruk, bukan berarti besok
tak lebih baik, kan?
Ternyata, ada fase ujian dimana suami/istri sedang melambung tinggi dan kesombongan diuji. Ada fase puber kedua dan fase lainnya. Aku cuma berharap aku bisa pupang ke tempat yg sama dan beliau pun sama. Kami bisa saling menahan segala ujian dan melewati semua
Psikologku bilang, otak yang terus-menerus dalam mode waspada akan kehilangan kemampuannya untuk merasakan kebahagiaan kecil.
Mungkin itulah kenapa hal-hal yang dulu menyenangkan, sekarang terasa hambar dan tidak ada rasanya.