Sawah milik sendiri.
Dirubah jadi tambak udang modal sendiri.
Apanya yg salah?
Seorang pria di Batang ditangkap dan jadi tersangka karena merubah sawah miliknya jadi tambak udang.
@Yusrilihza_Mhd@ListyoSigitP
@Gendoet3G@rudisarupa Coba Tanya Hard Gumay..kejadian masa lalu mudah lihat jejaknya. Krn sdh terjadi yg sulit adalah sesuatu yg Belum terjadi. Bisa terjadi bisa tidak terjadi.
PERUT KENYANG, KEPALA KERONTANG |
- Ompreng penuh, buku kosong -
● Divergensi tujuan : MBG vs Tujuan Pendidikan.
____________
Data anggaran memang menunjukkan hampir separuh "anggaran pendidikan" digerogoti proyek MBG.
Padahal, redistribusi anggaran super jumbo dlm proyek MBG, mengorbankan investasi pendidikan jangka panjang, yg terbukti berkontribusi pd 'human capital dibandingkan dgn manfaat jangka pendek konsumsi 'food intake.
Akhirnya, dampak jangka panjang pendidikan "digiring" ke jurang risiko stagnasi mutu pelayanan pendidikan.
____________
Benar bhw; scr administratif sah,
scr sratistik ia besar,
Namun secara pedagogis :
"KOSONG".
Kalori tak otomatis berubah jd literasi, protein tak serta membuat nalar kritis, pun piring/ ompreng penuh makanan, tak menjamin isi kepala terisi.
Ini distorsi kebijakan negara, yg ditutupi dgn "glorifikasi" MBG yg menyesatkan nalar publik.
Pendidikan diklaim sbg prioritas, tp yg diinjeksi malah subsidi biologis, sementara kualitas & kesejahteraan guru, kurikulum hingga fasilitas pendidikan "dipaksa" mengencangkan ikat pinggang.
Data anggaran sedemikian telanjang menerangkan bhw negara tampak berhenti di tahap kenyang, dan tak pernah sungguh² serius di tahap belajar.
Kebijakan negara dlm proyek MBG, menjadi rahim lahirnya "generàsi emas" versi kekuasaan :
TAK LAPAR;
TAK KRITIS;
TAK BANYAK BERTANYA;
DAN "NDLAHOM EVERLASTING".
Akhirnya, pendidikan tak lagi diukur dari apa yg mereka pahami, tp apa yg mereka habiskan. (Lalu, jadi t*nja peradaban).
Sebuah metafora kebijakan, di mana negara lebih memilih kenyang, ketimbang generasi yg pikirannya lapar akan pengetahuan.
________________
TERUSLAH KENYANG, JANGAN PINTAR.
Sebab kekuasaan tak butuh rakyat yg berpikir, cukup perut yg penuh & nalar yg jinak.
.
.
Saya meyakini, seperti halnya kasus Tom Lembong dan Nadiem Makarim, dalam kasus kuota haji ini nama Jokowi akan disebut berkali-kali. Tapi saya juga meyakini, KPK tak akan pernah punya nyali untuk memanggil Jokowi.
Saya akan bercerita tentang isi "Buku Putih Kuota Haji 2024" ini dalam suatu podcast minggu depan. Apa kaitannya dengan Jokowi dan Maktour? Penetapan tersangka untuk Gus Yaqut sebenarnya untuk menyelamatkan siapa? Apakah ada kaitannya dengan konflik di PBNU bulan lalu?
Siapakah pemain utamanya dan siapa yang mengeruk keuntungan dalam kasus Kuota Haji? Gus Yaqut didakwa membuat kebijakan yang dapat menguntungkan orang lain, siapakah orang lain itu?
Tunggu minggu depan, saya akan bicara! Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran, karena yang benar maupun yang salah akan mati pada waktunya.
Batang pohon super raksasa yang ditemukan oleh relawan ini adalah simbol rusaknya ekologi Indonesia yang dihancurkan secara brutal oleh pengusaha rakus dan pemerintah korup.