gw jadi berpikir kalo hal ini ada kaitannya kenapa anak-anak muda di western countries punya self esteem sama confident yang tinggi dibanding negara timur (especially indonesia) karena ya banyak standar-standar tolol yang dibuat ama boomers
Living abroad benar-benar mengubah perspektif & cara berpikir gue.
Ternyata, kita bisa mulai APAPUN dari nol tanpa melihat usia.
Standard sosial di Indonesia jadi terlihat toxic. Tentang, usia sekian harus lulus S1, usia sekian harus kerja, menikah, punya anak, yadda-yadda.
Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" ๐ฅน
Kemaren Reuters (portal berita luar negeri) menayangkan secara live aksi demo mahasiswa. Tayangan tsb ditonton lebih dari 100 ribu orang.
Dan kabarnya hari ini ada yang bela-belain kirim surat ke The Economist. Takut terlihat jelek di mata internasional dan biar gak keliatan titik lemah dan bobroknya dia (lagi).
Buat yang gak tau, bulan Mei 2026 kemaren The Economist pernah nulis terang2an kalo wowo dianggap lagi membahayakan ekonomi Indonesia sekaligus pelan2 mengikis demokrasi.
So, aksi kemaren yang katanya gagal, namun tetap ada yang ketar-ketir nih yeee...