Pagi subuh sehabis #hujan semalam terekam CCTV warga, kejadian tabrak lari di Jembatan Bandulan, Malang, seorang ibu kritis.
Yuk sob gunakan jemarimu biar viral dan penabraknya segera ditangkap ‼️
mumpung film SORE sedang dibicarakan lagi, ada review bagus banget di letterboxd. seandainya lebih banyak yang baca review ini...
https://t.co/rgboBSIHo9
https://t.co/rgboBSIHo9
🙂👍
accepted the ceasefire, stopped bombing Gaza, waited for the rest of the Palestinians to return to Gaza to maximize their kill count, started bombing Gaza again... there are no words for how evil this country is
“Whichever one of your kids wants to make a big bag of Rupiah have them give me a call.”
— Jimmy Kimmel jokes on Prabowo’s attempt to ask Trump if he could meet Eric during a hot-mic moment.
#intinyadeh ramai buku Dark Psychology atau Psikologi Gelap yg ternyata penulisnya bkn psikolog/lulusan psikologi, tp bikin buku teori psikologi.
Daftar pustakanya jg dari artikel halodoc, hellosehat, siloamhospital, dll dan buku2 yg bkn teori psikologi.
Dikritik keras netizen.
Belum lagi bahas jam minimum belajar praktik psikologinya, tu udah selesai belum sih coy?? Apakah dalam kurun waktu 3 semester SUDAH CUKUP untuk dapat gelar psikolog dan pengalaman menangani kasus di 4 latar spt di pedidikan, kerja, kesehatan, dan komunitas?
La ini malah nyetujuin buka prodi profesi baru?
Kayak lucu banget beneran deh, sudah bayar UKT mahal, tapi tempat kerja, kualitas training dan jam belajar, kompetensi dan wewenang itu GA DIPIKIRIN SAMA SEKALI oleh otoritas yang terhormat sejagad raya Indonesia.
Between Oct 7, 2023 and Oct 7, 2025
Israel killed
67,173 Palestinians
20,179 children (30%)
10,427 women (16%)
4,813 elderly people (7%)
31,754 men (47%)
169,780 injured
565 aid workers-376 UN staff
254+ journalists
Thousands remain under the rubble
Call it what it is: GENOCIDE
While Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim took the political risk of his country to accompany the Sumud Flotilla Movement
The 8th Hokage of Konohagakure, Prabowo Subianto, was busy playing it safe and 'tolerating' with the actors of the genocide such as Trump and Netanyahu