@FaadhiIlham@opdapodik@unmagnetism Ga perlu komputer, cukup dengan SOP yang rigid aja. Adapun sistem stok makanan itu ada jenisnya ERP manajemen katering dan gizi, bisa menghitung berapa jumlah, berapa lama, kapan harus dibuat dan dimasak dsb.
@FaadhiIlham@opdapodik@unmagnetism Makanan itu variabelnya banyak, pake bahan bagus pun ga ngefek kalo penyimpanan, prepping, olah/masak, plating. packaging, sampe distribusi nya harus bener. Itu udah ada di juknis, apalagi ahli gizi dan juru masak udah khatam soal ini. Lain halnya kalo tenaganya abal-abal.
🟥PLEASE RETWEET IT!
This photo was removed from an exhibition at the Deauville Sports Photo Festival at the request of certain people. The management opted not to offend anyone. Please retweet it.
➡️Palestinian photographer Jehad Alshrafi.
Players of the Gaza Sports Club and Al-Ahly Club.
https://t.co/lVvDDBHygR
Norman Finkelstein describes the similarities between how food is distributed to Palestinians in Gaza and how the Nazis distributed food to Jewish prisoners in concentration camps .
" Mon supérieur m'a ordonné de tirer sur la maison d'un civil israélien ! "
Ce soldat 🇮🇱 admet ouvertement que le 7 octobre, il a tiré sur la maison d'une famille civile 🇮🇱et tué 12 femmes et enfants sur ordre de son officier supérieur selon la directive Hannibal
After Lynch was captured during the 2003 Iraq invasion, the media reported that the teenage soldier from West Virginia had fought fiercely against her Iraqi captors, firing until she ran out of ammunition, and had even been shot and stabbed multiple times. The Washington Post called her a “little girl Rambo” from West Virginia. Hollywood-style footage of U.S. forces raiding the Iraqi hospital where she was held was played on television stations across the country. But it later emerged that Lynch had not fought her captors, had not been shot or stabbed, and had been treated humanely by Iraqi medical staff, who even tried to return her to American forces but the Americans refused to take her back and instead staged an on-camera nighttime raid of the hospital, turning the spectacle into a Pentagon propaganda win. The U.S. neurosurgeon who treated Lynch found no evidence of gunshot wounds and testified that the Pentagon barred him from telling anyone.
Karena H Isam sudah resmi dan negara tidak lagi malu-malu memberikan kekuasan pada oligarki di struktur pemerintahnya, maka seperti inilah perumpaaan jika ada Kabinet Bayangan Oligarki
Berikut ini adalah simulasi ringkas "Kabinet Oligarki Nusantara" Indonesia berdasarkan dominasi gurita bisnis mereka:
I. Jajaran Menteri Koordinator (Para Pemegang Saham Utama Negara)
Menko Bidang Perekonomian: Keluarga Hartono (Djarum Group / BCA). Memegang kendali finansial makro, kebijakan perbankan nasional melalui BCA, dan manufaktur.
Menko Bidang Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan: Keluarga Widjaja (Sinar Mas Group). Mengontrol jalannya mega-proyek fisik, real estate raksasa, serta integrasi logistik darat.
Menko Bidang Pangan: Anthoni Salim (Salim Group). Jangkar tunggal ketahanan pangan yang mengoordinasikan dari pertanian hulu hingga industri hilir pangan konsumen
Menko Bidang Energi, Sumber Daya, & Investasi: Prajogo Pangestu (Barito Pacific). Konglomerat energi hijau, petrokimia, dan pertambangan berskala global penentu hilirisasi.
Menko Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan: Keluarga Khairul Tanjung (CT Corp). Mengendalikan jaringan ritel massal, perbankan konsumen, gaya hidup, dan hiburan masyarakat.
Menko Bidang Politik, Hukum, & Keamanan: Surya Paloh (Media Group). Tokoh media-politik senior untuk mengamankan stabilitas regulasi melalui konsensus elit.
------------------------------
II. Kluster Kementerian Sektor Sumber Daya Alam & Ekstraktif (Hulu)
Menteri Kehutanan: Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam / Jhonlin Group). Penguasa konsesi lahan hutan, perkebunan masif, dan infrastruktur pembukaan lahan di Kalimantan.
Menteri Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM): Garibaldi "Boy" Thohir (Adaro Energy). Raja batu bara dan pelopor transisi energi hijau berbasis korporasi swasta raksasa.
Menteri Lingkungan Hidup: Sukanto Tanoto (Royal Golden Eagle / RGE). Menguasai industri hilir bubur kertas (pulp) dan kelapa sawit dunia, memegang kendali atas manajemen karbon.
Menteri Pertanian: Martua Sitorus (Wilmar International). Penguasa kelapa sawit global untuk mengatur tata niaga minyak goreng, pupuk, dan lumbung pangan korporasi.
Menteri Kelautan & Perikanan: Keluarga Santosa (Japfa Group). Melalui PT Suri Tani Pemuka, memonopoli hulu-hilir pakan ikan, pembenihan, hingga rantai ekspor seafood.
Menteri Agraria & Tata Ruang (ATR/BPN): Keluarga Riady (Lippo Group). Pengembang kota mandiri raksasa, mengamankan regulasi zonasi lahan komersial dan hak guna bangunan (HGB) skala besar.
------------------------------
III. Kluster Kementerian Industri, Perdagangan, & Korporasi (Hilir)
Menteri Perindustrian: Keluarga Wonowidjojo (Gudang Garam). Konglomerasi manufaktur dengan kapasitas perputaran modal cair harian terbesar di sektor konsumsi.
Menteri Perdagangan: Keluarga Djoko Susanto (Alfamart / Sumber Alfaria Trijaya). Memegang kendali atas jalur distribusi ritel modern terkecil hingga ke pedalaman Indonesia.
Menteri BUMN/Danantara: Erick Thohir (Mahaka Group / Investasi Swasta). Menyelaraskan seluruh aset investasi perusahaan pelat merah agar sejalan dengan kepentingan ekspansi swasta.
Menteri Investasi & Hilirisasi: Keluarga Low Tuck Kwong (Bayan Resources). Salah satu orang terkaya RI di sektor batu bara yang memimpin arah investasi asing langsung (FDI) sektor komoditas.
Menteri Koperasi & UMKM: Keluarga Ciputra (Ciputra Group). Mengarahkan kemitraan usaha mikro agar menjadi sub-kontraktor atau penopang ekosistem properti dan bisnis besar.
------------------------------
IV. Kluster Kementerian Infrastruktur, Logistik, & Konektivitas
Menteri Perhubungan: Rusdi Kirana (Lion Air Group). Pemilik maskapai swasta terbesar yang memegang kendali penuh atas regulasi ruang udara dan logistik penerbangan domestik.
Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat: Keluarga Soetjipto Nagaria (Summarecon). Spesialis pembangunan infrastruktur kota satelit dan jaringan jalan penghubung properti elit.
[lanjut] 🔽
@R_Perkasa@idnewcastle_ Ya emang di era PSR/FFP gini emang ga bisa, outlaynya bukan cuma nilai transfer, tapi juga gaji. Taruhannya sanksi, NU secara spending belum ada di level big six. Harus puter otak supaya balance keuangannya secara bertahap.
@madbudiharto@aminsandolong Keren kan? Saking ga ada kerjaannya atau gimana itu bisa jadi bodyguard partikelir tapi masih berseragam dan digaji negara 😅