"335 TRILIUN buat makan siang itu setara dengan:
🎓 3,3 JUTA anak kuliah GRATIS sampai lulus S1 (kampus terkemuka yaa)
🏥 670 RUMAH SAKIT baru standar internasional (bisa bikin lapangan kerja baru)
🏫 167 RIBU sekolah rusak diperbaiki total.
👩🏫 Gaji 5,5 JUTA guru honorer jadi 5 JUTA/bulan (kesejahteraan guru meningkat).
hasilnya:
• ribuan anak-anak keracunan
• 13 orang meninggal karena 1312 (selama aug-sep)
• hampir 1000 orang dijadikan tersangka
• tni masuk posisi sipil
• banyak satwa endemik mati
• banjir bandang di sumatra, ratusan meninggal tapi nggak ditetapkan sbg bencana nasional
Urat malu & nuraninya sdh hilang org ini. Di tengah bencana alam oleh perusakan lingkungan, msh aja bahas sawit. Padahal deforestasi terbesar disebabkan perluasan perkebunan sawit & tambang. Begini ini kalo pelanggar HAM jadi presiden. Hilang hati nuraninya.
Kalau ribuan anak kecil keracunan aja gak peduli, what do you expect to happen when elephants died or huge flood in northern Sumatera killed and displaced people.. innalillahi..
Kemaren juga sempet baca hutan lindung di Suaka Margasatwa Sebanga dari 5.700 hektar jadi tinggal SATU HEKTAR AJA… terus pada ngotot pembangunan apapun udah sesuai amdal…… jahat banget pemerintah kerjanya apa sih selain bikin rugi semua makhluk hidup dan mempercepat kiamat?
Negara ini anti sains dan dikendalikan politisi anti sains...
MBG gak pake ahli gizi
Bikin gedung bertingkat gak pake gambar kontruksi & IMB
Desain istana IKN gak pake arsitek
Penanganan pandemi gak pake EBM
Terus bilang mau majukan pendidikan STEM ... Lawak 🤣🤣🤣
Setelah gue baca artikelnya dan modusnya, ini kejadian di pondok pesantren di Lombok Barat. Pelakunya Ahmad Faisal, 52 tahun, pimpinan sekaligus ketua yayasan. Dia mencabuli sekitar 20 santriwati dengan dalih menyucikan rahim agar melahirkan keturunan saleh. Aksinya dilakukan bertahun-tahun, dari sekitar 2016 sampai 2023, memanfaatkan kedekatan spiritual dan posisinya sebagai guru agama untuk memanipulasi para korban.
Seharusnya hukuman terhadap pelaku seperti ini jauh lebih berat, bukan karena jumlah korban, tapi karena dia mencemarkan simbol yang seharusnya paling dijaga, agama. Semakin sakral sesuatu, semakin besar tanggung jawab moralnya. Karena kejahatan seperti ini bukan berdampak desentralisasi, ia menghantam kepercayaan umat secara kolektif. Sekali ajaran agama dijadikan kedok untuk menipu dan menindas, maka luka itu bukan hanya milik korban, tapi juga milik seluruh umat yang harus menanggung stigma. Masyarakat juga mesti bareng-bareng ikut mengritik dan mengawal, bukan apatis dan membiarkan kasus seperti ini tenggelam hanya karena kejahatannya terjadi di pesantren. Diam itu bukan bentuk hormat pada lembaga agama, tapi justru pengkhianatan pada nilai-nilai Islam yang suci.
Nepal berhasil karena polisinya ada di pihak rakyat, Korsel berhasil karena DPRnya ada di pihak rakyat, dan kita gagal karena polisi dan DPRnya gak berpihak ke kita :(
rakyat cuma punya rakyat itu juga kepecah belah
Diomongin nggak didengar.
Ditulis nggak dibaca.
Didemo dibubarin.
Dilawan malah nganiaya.
Terus gimana caranya supaya pemerintah mau berubah?
Selamat pagi orang-orang yang tak pernah lelah ngomong, nulis, demo, dan melawan.