8 hari bantuan belum juga datang.
Kalau anda presiden @prabowo gak mampu mengatasi masalah ini,kibarkan bendera putih aja.
Mereka gak lagi minta dikirim bantuan makanan tapi kain kafan 😮💨
811 NYAWA DAN LUMPUR YANG TAK KUNJUNG KERING
Teman-teman, hentikan sejenak kesibukanmu. Saya akan ajak Anda melihat neraka yang sesungguhnya, bukan di layar kaca, tapi di hati saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ini adalah tragedi yang diciptakan. Per hari ini, data terbaru mencatat 811 orang tewas dan 623 orang masih hilang. Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah 811 orang tua, anak, dan saudara yang jasadnya tertimbun lumpur, dan 623 keluarga yang menunggu kabar di tenda pengungsian.
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ada 143 korban tewas. Di Aceh, 1,5 juta orang terpaksa mengungsi. Bayangkan, satu setengah juta orang kehilangan segala-galanya, dan harus tidur di tempat seadanya.
Air dan Kelaparan
Penderitaan paling kejam ada di Aceh Tamiang. Setelah tujuh hari bencana, warga terpaksa minum air sisa banjir yang keruh. Kenapa? Karena bantuan air bersih dan makanan tidak sampai.
Sementara warga berjuang menahan haus, Pemerintah Pusat (melalui Seskab) justru sibuk menjamin dana dan logistik "tersedia penuh". Jaminan itu adalah kebohongan yang melukai. Mereka menjamin ketersediaan logistik di Jakarta, tapi membiarkan warga di Palembayan, Agam, harus menggotong korban sesak napas melewati jembatan reot karena tidak ada layanan medis yang layak.
Logika mereka terbalik: Mereka mampu mengirim Starlink dan helikopter, tapi gagal menyediakan air minum yang bersih.
Kenapa semua ini terjadi? Kenapa bantuan hanya ala kadarnya?
Karena Pemerintah menolak menetapkan Status Bencana Nasional. Penolakan ini adalah dinding yang melindungi kepentingan elit:
Mereka takut Status Nasional akan memicu Audit Ekologis Total yang akan membongkar izin-izin korporasi (Sawit, HTI) yang merusak hutan di hulu. Mereka takut izin yang dipegang erat oleh lingkaran kekuasaan akan terancam.
Mereka memilih menjaga anggaran APBN dan aset konsesi agar tetap aman, daripada menggunakan dana triliunan untuk menyelamatkan nyawa dan membangun kembali 10,4 ribu rumah yang hancur.
Nyawa 811 korban ini adalah tumbal politik yang dibayar demi menjaga kekebalan segelintir orang.
811 jiwa tewas itu bukan angka, itu adalah pengkhianatan yang berdarah; mereka tewas karena negeri ini memilih melindungi aset yang ada di kertas, daripada menjaga nyawa yang ada di dada.
#SUMATERABUTUHSTATUS
Jangan biarkan duka mereka hanyut tanpa pertanggungjawaban!
💚 Update data korban banjir Sumatra per 2 Desember 2025.
Total Korban :
- 744 orang meninggal dunia
- 551 orang hilang
- 2.564 korban luka-luka
- 3.3 juta warga terdampak
- 1.1 juta pengungsi
🇮🇩 This is just one of the landslides that struck Sumatra, Indonesia. You can see how the soil behaves almost like a liquid.
From the looks of it, this slide began farther down the slope. If something like this started higher up, especially above a populated area, there’d be virtually no chance of escape.
📍 Lake Laut Tawar, Central Aceh Regency
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
REP, RT & REPEAT AFTER ME ‼️
SUMATERA BUTUH STATUS
#BENCANANASIONAL#NATIONALDISASTER
💚 guys gara gara hujan sebentar tadi malam, Aceh kembali banjir. arus banjirnya deras. sampai pagi ini masih banjir. 😭
SUMATRA BELUM PULIH❗️
📍 Desa Kuning 1 Aceh Tenggara