Pendapat Ahok soal demo mahasiswa:
- Tidak perlu takut demo hadapi langsung, tanya maunya apa
- Tuntutan mahasiswa wajar, soal penghematan
- Sarankan bubarkan BGN, ganti voucher digital
- Sindir e-KTP yang tidak dimanfaatkan untuk subsidi langsung
- Tantang pemerintah buka anggaran sampai satuan ketiga
- Sindir tuduhan under invoicing yang asal tanpa bukti jelas
- Kritik keras pengerahan pasukan cadangan hadapi demo (TNI dan komcad
- Saran terima mahasiswa dan siarkan langsung biar transparan
"Demo kok kenapa harus ditakutin
kalau berjiwa laki laki temui,hadapi dan bicarakan"
anda (presiden) laki laki atau tidak ? (tambahin admin)
@txtharihariWNI Masih merasa amazing kok ada ya, orng sekaya itu, aku kumpulin duit 50jt aja butuh 1 thn, itu udh bnr2 cma beli hal yg bnr2 penting aja, hampir ga pernah ngemall, dy ngeluarin 50jt cma u/shopping stiap bulan.
@Lima8Satu Mba yg jualnya terlalu kepo, tapi pembeli jga ga pantes ngelempar makanan kyak gtu, klo emng kesel cukup bilangin aja baik, kembalikan makanan, tunggu dy buat yg baru, klo udh ksl bgt dan ga mau lagi nunggu bilang aja ga jadi beli.
@Hnirankara Klo kebutuhan udh tercukupi, suasana keluarga jga lebih bahagia, dan itu berpengaruh ke kehidupan anak itu sendiri. Selain itu anak itu bisa sekolah, belajar, ktemu tmn2, ktemu guru. Harapannya hidup jadi lebih baik
@Hnirankara Maaf ya anda sndiri bilang keluarga miskin, dmn keluarga itu ada bapak, ibu, dan anak. Klo MBG dikasih ke siswa brarti yg terima makan siswa itu saja dan shari sekali, itu jg asumsi anak itu skolah, klo ga skolah ga terdata kemungkinan tdk dpt. Cont -
@Hnirankara Klo emng niatnya mau membantu orng miskin, akan lebih baik klo ortunya dikasih pelatihan keterampilan kerja dan akses pekerjaan. Klo orangtuanya kerja, berkecukupan, brapa x pun makan dlm shari ortunya bisa provide, ortunya jga kenyang, orng klo laper sensitif -Cont
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
@haixensen Jawab Gini, "Gue beli sepatu itu nabung dari gaji gue, stiap bulan jadi harus prihatin krn hrs sisihkan uang, udh prihatin ya gue mau nyenengin diri gue, ngapain jadi uang yg udh susah payah gue cari dan tabung jadi dana darurat lo"
Bangsat nih warga Malaysia menyiksa ART warga Indonesia sampai segitunya. Seperti apa sih kesalahannya kok menyiksa membabi buta begitu. Ini yang harusnya diperjuangkan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia cc pak @prabowo
@txtharihariWNI Ga sangka sarwendah jd bgitu ya, bnr2 ga bijak sihh biarin anak perempuannya dipeluk laki2 dwasa dan ornglain. Gue sama bapak gue dewek aja, pelukan tp bukan pelukan kek gtu ya, setahun skali doang pas maaf2an lebaran.