I think there are things in life that can’t be helped. As long as you can tell yourself you tried your absolute best, I feel like we got a right to be happy.
Jujur lu gabisa asal nyalahin. Kalo mau tau toilet cewepun bahkan sampah biasa sama buat pembalut dipisahin. Berarti selama ini yg jadi pertanyaan proses pembuangannya itu bener/ enggak disini. 🙏
cewe yang paham tentang sex education tuh bukan berati cewe nakal atau mesum ya oncom. itu pengetahuan penting biar ga gampang di goblokin ama cowo cowo mokondo huft
I need you guys to learn the term Period Poverty. Saying "Kan bisa pake mens cup atau pembalut kain," is sooo out of touch. Coba kalian bilang begitu ke mereka yang buat makan aja mikir, let alone hygiene products or pads. TANAHNYA DIPIJAK DULU GUYS.
Konektivitas ini memang harus dipikirkan oleh kepala daerah karena akan berpengaruh dengan "akses masyarakat"
Disisi lain banyak kepala daerah diluar sana yg sibuknya hanya bikin content
jangan tiap kali perempuan mempertanyakan akses kebutuhan dasar untuk menstruasi malah dibilang “jangan misogyny mulu”. while yg kita permasalahin sbnrnya adl akses dan kebutuhan nya, kalo kondom bs gratis, kenapa pembalut ngga?
this is the saddest truth. Dunia ini isinya emang full misoginis, sampe contraceptive pills aja cuma ada buat perempuan. Yang ada apa buat laki2? Yap kondom dan vasektomi dan MASIH ADA laki2 yg anti 2 hal tsb dan ngelempar tanggung jawab itu semua ke PEREMPUAN.
i really hate the term ‘cewe seutuhnya’ bc how am i less of a woman just bc i dont behave certain ways? i am a woman and i will always be a woman no matter what i do
Lah emang banyak perempuan yang terpenjara dalam pernikahan. KDRT terus2an, pas minta cerai langsung dibunuh, ga bikinin kopi atau mie aja ada yang dibunuh, lagi haid minta jatah ga dikasih malah anak kandung diperkosa, dll. Ga baca berita, ente?
Kalau muak, ubah pikiran & perbuatan ente & teman2 laki ente. Perempuan udah muntah2 dengan patriarki, bukan muak lagi.
banyak yang nyangkal pake “emang kalau kemarin yang menang bukan prabowo indonesia akan lebih baik?”
ya betul, ngga ada yang bisa menjamin. tapi seengganya kita ngga akan denger kata “goblok,” “bajingan” dan “londo ireng” diucapkan di atas podium
as a female, lu tau gak banyak cewe keluarga miskin yg kagak mampu beli pembalut??? pake pembalut kain dan mens cup? klasis bgt itu mulut, mahal kocyak dan banyak bgt yg masih gaberani pake mens cup. keluarga miskin mana kepikiran buat beli. makanya KASIH GRATIS dan mudah diakses
the concept of “diratukan” & “dirajakan” are literally two sides of the same patriarchal coin btw
both still center the relationship around hierarchy and gendered roles. “diratukan” doesn’t automatically empower women. it can mean she’s simply provided for while losing agency and independence. “dirajakan”, on the other hand, gives men authority and power.
jadi ya sama aja, dari awal aku ga pernah setuju sama konsep konsep begitu dah, you can love & build a healthy relationship without needing one person to rule the other.