KAMI TIDAK AKAN LUPA SAUDARA AFFAN DILINDAS RANTIS POLISI,
KAMI TIDAK AKAN LUPA RENO & FARHAN YANG HILANG USAI DEMONSTRASI,
KAMI TIDAK AKAN LUPA POLISI BAYAR MAHASISWA 20 JUTA.
mimpi basah gue:
pendidikan gratis, kuliah gratis, kuota beasiswa dari pemerintah nambah, gaji guru tinggi, sekolah-sekolah layak buat belajar, ekonomi stabil😃
IT’S ACTUALLY MORE TERRIFYING KNOWING HE’S NOT STUPID. with that kind of education & background, he knows exactly how the global market works. jadi kalo sampe keluar statement gini artinya dia secara sadar lagi MENGERDILKAN KRISIS demi menina-bobokan rakyat PAKE PEMBODOHAN PUBLIK
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
ini kita terkesan diem diem aja bukannya terlalu santai tapi semua org terutama warga kelas menengah dan kelas bawah udah dibuat pusing dan ngos ngosan nyari nafkah.
semua dibuat sibuk dan capek buat menuhin perut.
sdgkan kebanyakan warga kelas atas anteng karena kelemahan rupiah ga terlalu berdampak sama mereka💔
“Kamu lucu banget deh traumanya apa sih?”
“Jadi WNI kelas menengah kak. Terlalu kaya untuk dapet bantuan, tapi terlalu miskin buat dipajakin pemerintah”