REMOTE JOBS ALERT!
Lagi cari kerja remote/WFH/WFA?
Full-time atau freelance?
Aku kumpulin lowongan kerja remote terbaru yang lagi buka sekarang.
Dari webtoon, translation, sampai branding. Semua bisa dikerjain dari mana aja.
Cek selengkapnya di bawah 🧵
install AI agent makin gampang
ikutin cara ini:
> buka 'powershell' di windows
> copas command ini: iex (irm https://t.co/Vwaw31F7dc)
> tunggu smpe instalasi selesai
> connect sama model yg lo punya
> DONE!
sekarang lo bisa eksperimen pake hermes
> be Alexandra Elbakyan
> be born in Kazakhstan in 1988
> start coding at 12
> hack your internet provider at 14
> hack MIT Press at 16 to download neuroscience books you can't afford
> get a CS degree from Satbayev University
> intern in neuroscience at Georgia Tech
> speak at Harvard on brain-computer interfaces
> notice researchers can't read the papers they need
> notice academic publishers charging $30 a paper
> notice peer reviewers worked for free
> notice editors worked for free
> notice universities funded the research with billions of dollars of public money
> build Sci-Hub in 2011
> upload nearly every paywalled research paper ever published
> give it away for free
> get sued by Elsevier
> get hit with a $15 million judgment
> don't give a flying f*ck
> keep Sci-Hub up
> get domain after domain seized
> register a new one
> keep Sci-Hub up
> get investigated by the US Department of Justice
> don't give a flying f*ck
> get accused of working for Russian intelligence
> don't give a flying f*ck
> have the FBI subpoena your iCloud
> get named one of Nature's ten people who mattered in science
> get a parasitoid wasp named after you
> get a deep-sea snail named after you
> get the Electronic Frontier Foundation Award for Access to Scientific Knowledge
> become a legend
Sci-Hub is an evil website that pirated 85M+ research papers and made them freely available
And now they've added AI to their database to make Sci-Bot.
It answers your questions using latest, full-text articles.
But DO NOT use it. We should all try to make billion-dollar academic publishers richer.
I'm putting the link below so you know how to avoid it.
min saya orang tua mau speak up terkait perkuliahan anak saya, gimana caranya?
saya baru tahu semua ini saat libur semester ini anak saya kuliah disalah satu kampus di ringroad di jurusan ******* saya sudah bilang untuk tidak mengikuti hal hal selain kuliah jika tidak jelas, saya ingin speak up beberapa hal, sebelumnya anaknsaya ditunjuk menjadi perwakilan jurusan nya bersama 10 orang lainnya
1. anak saya disuruh ngumpul di salah satu tempat di kampus setiap hari sesudah kelas dari pagi hingga maghrib disuruh duduk dengan kakak tingkat dan kondisi ditekan terus
2. anak saya dijemput di kosnya pada dini hari untuk ikut ke suatu tempat kakaktingkatnya
3. kumpul dengan kakak tingkat hingga pagi di kontrakan kata anak saya penuh intervensi dan penuh asap roko
4. dipanggil di lapangan tengah malam kemudian pushup hingga puluhan kali didepan kakak tingkat
saya bukan tidak pernah kuliah tetapi, di zaman sekarang apakah masih perlu ka******** seperti ini dizaman sekarang yang justru tdk fokus ke kbm kuliah, anak saya seperti kerbau yg di colok hidungnya, kalo kalo hanya ingin dihormati oleh adek tingkatnya saya rasa tidak perlu, saya tidak mempersalahkan kalo mengenai kbm kuliah tapi saya tanya dan buka grup anak saya tidak ada hubungan sama sekali kegiatan berikut dengan kbm
kuliah saja sudah berat apalagi jika ditambah dengan hal hal seperti ini, sebagai orang tua yg anaknya jauh merantau ke jogja melihat hal tersebut saya juga tidak se7 dengan perlakuan seperti ini.
mohon disensor min
Gua pernah ngobrol sama satu orang yang selalu di-bully di grup sebagai "kang airdrop"
Tiap ada yang bahas trading, dia diem. Tiap ada yang pamer profit, dia scroll doang. Orang-orang nganggep dia cuma pemburu gratisan.
Tapi pas gua tanya soal gimana dia garap project, gua diem.
Dia breakdown flow dari riset project, baca tokenomics, sampe setup wallet multi-chain. Dia ngerti cara interact sama smart contract, navigate testnet, sampe manage puluhan address tanpa ketuker. End-to-end. Sendirian.
Dan gua sadar satu hal : Orang ini ngerti gimana crypto actually works lebih dalam dari 90% trader yang tiap hari ngomongin leverage dan margin call.
Bedanya? Trader liat chart. Dia interact langsung sama protocol.
Gua gak bilang semua airdropper bakal sukses.
Tapi gua lebih respect orang yang mau turun ke layer paling dasar dan belajar dari situ. Daripada yang cuma bisa teriak "HOLD" sambil gak ngerti apa yang dia hold.
Dan kalau market ini mature, mereka yang paling siap.
Bismillah....
Coba membedah sekaligus menjawab pertanyaan panjenengan nggih...🙏
Pohon Sawo di Halaman Depan Rumah.
Antara Ilmu Titen Jawa dan Penjelasan Sains.
Di bbrpa daerah, masih hidup kepercayaan bahwa pohon sawo tidak dianjurkan ditanam di halaman depan rumah.
Dalam cerita tutur, sering muncul istilah rumah bisa menjadi sepi atau kosong.
Pertanyaannya, apakah ini murni mitos, atau ada penjelasan yang lebih masuk akal?
Ilmu Titen Jawa Membaca Tanda dari Pola Alam.
Dalam titen Jawa, penempatan pohon tidak hanya soal estetika, tapi juga keseimbangan ruang hidup.
Pohon sawo itu dikenal sebagai :
pohon berumur panjang
bertajuk rimbun dan berat
berbuah lebat
identik dengan area kebun, tegalan, atau bagian belakang rumah
Halaman depan rumah dalam pandangan Jawa idealnya :
terbuka
terang
menjadi ruang lalu lintas dan interaksi
Sementara sawo memberi naungan kuat dan suasana tenang.
Jika ditempatkan di depan rumah, menurut titen, keseimbangan ini bisa berubah, halaman menjadi terlalu teduh dan kurang aktif.
Dari sinilah muncul ungkapan simbolik penghuni sering pergi atau rumah menjadi sepi.
Ini bukan ramalan, melainkan cara orang dulu menyederhanakan pengamatan jangka panjang.
Penjelasan Sains Tata Ruang dan Lingkungan.
Jika dilihat dari sudut pandang sains lingkungan, pohon sawo memang memiliki karakter :
kanopi rapat yang mengurangi cahaya matahari
akar kuat dan menyerap banyak air
menciptakan area depan rumah yang lebih lembab dan teduh
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa :
membuat area depan rumah jarang digunakan
mengurangi kenyamanan cahaya dan sirkulasi udara
memengaruhi kebiasaan penghuni dalam beraktivitas
Rumah yang kurang terang dan jarang dipakai di bagian depan secara sosial terlihat sepi, meski penghuninya tidak bermaksud demikian.
Unsur Psikologi Sosial Cara Manusia Memberi Makna.
Manusia secara alami mengaitkan peristiwa dengan tanda yang sudah dikenal sebelumnya.
Ketika sebuah kejadian hidup terjadi bersamaan dengan kepercayaan lama, otak cenderung menyusun hubungan sebab-akibat, meski tidak selalu berkaitan langsung.
Inilah yang membuat cerita² seperti ini terus hidup, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar berhati-hati dalam menata ruang hidup.
Jadi, Mitos atau Masuk Akal?
Jawabannya berada di tengah :
Pohon sawo bukan penyebab langsung suatu peristiwa hidup.
Namun pengalaman lingkungan dan sosial yang berulang kemudian dibungkus menjadi titen.
Sains modern membantu menjelaskan alasan di balik larangan tersebut, terutama soal cahaya, kelembaban, dan fungsi ruang.
Ilmu titen dan sains tidak bertentangan, keduanya membaca alam dengan bahasa yang berbeda.
Leluhur mengajarkan keseimbangan lewat simbol,
sains menjelaskannya lewat data.
Keduanya bertemu pada satu pesan yang sama, menata rumah berarti menata kualitas hidup...🙏
Hari ini kita berbicara terlalu banyak, tapi sedikit saja lapar. Kalau boleh tahu, apakah ini pertanda?
Tahun tahun baik akan datang, bagaimana pun juga kita sudah mengusahakan. Terima kasih.
Banyak sarjana sulit dapat kerja karena tergantikan AI.
Diprediksi 65% anak yang sekarang masuk SD akan bekerja di jenis pekerjaan yang saat ini belum ada namanya (WEF Future of Jobs Report).
Raport bagus saja tidak cukup.
Karena dunia yang akan dimasuki anak-anak kita bukan dunia yang memberi reward pada kepatuhan, hafalan, atau sekadar “anak baik yang rapi mengikuti sistem”.
Dunia kerja bergerak ke arah yang menghargai cara berpikir, bukan sekadar hasil ujian.
AI tidak menghapus pekerjaan secara acak. Ia menghapus pekerjaan yang prediktif, repetitif, dan bisa diotomasi.
Dan ironisnya, sistem pendidikan kita justru masih banyak melatih anak untuk unggul di area itu.
Banyak anak terlihat oke hari ini karena raport-nya bagus, tapi berpotensi rapuh saat realitas berubah. Sebaliknya, anak yang terbiasa bertanya, berpikir lintas konteks, gagal lalu bangkit, dan belajar ulang, sering kali tampak “biasa saja” di raport, tapi punya daya hidup jangka panjang.
Tantangan orang tua di era AI bukan lagi soal memilih sekolah terbaik atau les terbanyak.
Tantangannya adalah:apakah kita sedang menyiapkan anak untuk lulus ujian, atau untuk bertahan dan relevan di dunia yang bahkan kita belum tau akan seperti apa?
Jika Anda orang tua yang merasa bahwa raport penting, tapi masa depan anak jauh lebih penting, ikuti webinar:
"Nilai raport saja tidak cukup di era AI. Skill apa yang wajib anak miliki?"
Speaker: Iim fahima jachja, founder Queenrides dan Indonesia AI Institute.
🎟 HTM: Semampumu
Pendaftaran: https://t.co/4ODUxLm7zN