Tentara mulai sering jagain demo.
Jangan sampai dinormalisasi, kembalikan ke barak!
Sudah dua kali aksi mahasiswa pada Juni dan Agustus 2026 selalu dikawal oleh tentara. Kenapa? Apakah sudah dalam keadaan darurat sehingga kepolisian meminta bantuan ke TNI untuk mengawal demonstrasi?
Jika dibiarkan, kita akan dipaksa untuk menerimanya lalu dinormalisasi, yang ujungnya tidak sehat bagi demokrasi yang kita perjuangkan.
🎥: Permata Adinda
📷: Adrian Mulya
#Tentara #Militer #KembaliKeBarak
KECAM KERAS REPRESI LOGISTIK! APARAT SEHARUSNYA MENGAYOMI, BUKAN MERAMPAS! 🚨
Rabu, 26 Agustus 2026
Situasi mengkhawatirkan terjadi di depan Gedung DPR RI malam ini. Dugaan tindakan intimidasi dan perampasan secara paksa terhadap logistik milik peserta aksi yang disiapkan untuk penyampaian aspirasi besok, Kamis 27 Agustus 2026, memicu gelombang kecaman publik.
Berikut poin-poin penyataan sikap dan kondisi terkini wak.
📍 Perampasan Logistik & Intimidasi
• Terjadi upaya pemaksaan serta penghalangan distribusi logistik (makanan, minuman, perlengkapan medis) bagi peserta aksi yang mulai melakukan konsolidasi di sekitar lokasi.
• Tindakan ini dinilai sebagai bentuk represi sistematis untuk menggembosi semangat dan kesiapan fisik warga yang akan menyampaikan hak konstitusionalnya.
📍 Kecaman Terhadap Oknum Aparat
• Pernyataan tegas mengecam keras tindakan represif dan kesewenang-wenangan aparat di lapangan.
• Tugas utama polisi adalah mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat, bukan malah berbuat intimidatif serta tidak sadar diri bahwa gaji dan fasilitas mereka dibiayai oleh uang rakyat!
📍 Imbauan Kesiapsiagaan Masa Aksi 27 Agustus
• Tetap Tenang & Waspada: Jaga konsolidasi malam ini agar tidak mudah terpancing provokasi.
• Dokumentasikan Setiap Tindakan: Catat nama, satuan, dan ambil bukti rekaman jika terjadi tindakan represif atau perampasan ilegal.
• Rapatkan Barisan: Saling jaga antar sesama elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil.
Rakyat tidak akan mundur hanya karena logistiknya diganggu! Panjang umur perjuangan!
Udah mah penjahat, goblok (bukan makian, memang literally goblok), narsis, serakah, temperamental, ga punya malu, ga punya empati pula. Blas ga ada kata sifat positif yang bisa disematkan ke orang ini.
Railfans memotret momen lokomotif dengan livery klasik krem hijau di Leles, Garut, Jawa Barat.
Namun perhatianku pada sebuah bukit di latar belakang foto.
Tidakkah kamu penasaran apa yang terjadi?
Rakyat Jakarta di 14 Agustus 2026:
- Pagi berangkat kerja, ketahan Presiden yang otw Gedung DPR MPR
- Siang mau berangkat Jumatan, ketahan Presiden yang baru selesai Pidato di Gedung DPR MPR
- Sore mau pulang kerja, ketahan Presiden yang baru selesai Pidato di Paripurna DPR.
ACEH MENCEKAM🥀😭
ALL EYES ON ACEH 🚨🚨🚨🚨
Peringatan Hari Damai Aceh (21 Tahun MoU Helsinki) yang seharusnya menjadi ruang refleksi sejarah justru berakhir mencekam. Pelataran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh berubah menjadi arena ketegangan dan gesekan fisik antara warga dengan aparat keamanan.
Momen simbolis pengibaran bendera daerah di gerbang masjid menyulut bentrokan hebat. Letusan senjata api terdengar di tengah kerumunan, dan warga di lapangan menemukan selongsong peluru di area publik/rumah ibadah.
3 Alasan Mengapa Kita Harus Mengawal Isu Ini:
1. Trauma Konflik & Penggunaan Kekuatan Berlebih
Suara tembakan di area Masjid Raya Baiturrahman membuka kembali luka trauma masa lalu masyarakat Aceh. Pendekatan represif dan penggunaan senjata api di tengah aksi massa sipil adalah langkah mundur bagi perdamaian yang telah dirawat selama dua dekade.
2. Pengabaian Hak & Status Hukum Bendera Aceh
Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh terus digantung oleh pemerintah pusat tanpa kejelasan legalitas. Ketidaktegasan Jakarta dalam menuntaskan regulasi ini menjadikan simbol daerah sebagai pemantik bentrokan rutin saban tahun.
3. Komitmen MoU Helsinki & Keadilan Ekonomi yang DIBERANGUS
Dua dekade pasca kesepakatan damai 2005, Aceh masih terjebak dalam angka kemiskinan tinggi di Sumatra. Sementara hasil bumi dan SDA seperti Blok Andaman terus dikuras, hak bagi hasil dan otonomi penuh yang dijanjikan dalam kesepakatan politik tak kunjung diserahkan secara utuh.
Perdamaian di Aceh dibangun di atas darah dan air mata, bukan untuk dihancurkan oleh ketidakadilan pusat dan intimidasi senjata!
Kawal terus situasi di Banda Aceh dan pastikan hak-hak sipil serta keselamatan warga terlindungi!
Tapi kalo liat videonya, yang bikin gaduh itu yang marah-marah di video sambil ngerekam. Tukang cukurnya mah lagi kerja, cuma jawab pelan kalo dia merasa belum merdeka.