PT Persija Jaya Jakarta menyampaikan Himbauan Terbuka terkait perlindungan Hak Kekayaan Intelektual serta penggunaan identitas resmi Persija Jakarta.
Mari bersama menjaga identitas Persija sebagai kebanggaan yang kita miliki.
#Persija
@mhuseinali@BNI Dikembalikan, tapi ga semuanya. Parah sih ini mah ckck
Pelaku udah keluar dari BNI, tapi pas melancarkan aksinya, tuh pelaku statusnya masih karyawan BNI.
Berarti ada yang salah sama pengawasan BNI, sampe ada oknum karyawan jahat kya gitu.
Nih muka pelakunya. Tandain! 🫵
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
be Kades Hoho alkaf
> kades purwasaba banjarnegara
> 90% badan full tato
> mantan preman yang banting setir
> viral tapi kerjanya beneran nyata
maret 11, 2026
> anggota LSM Harimau jeblok pas tes perangkat desa
> massa ngamuk maksa hasil dibatalin
> hoho nolak keras
> milih 100% patuh aturan seleksi
> polisi lambat, hoho siap bawa kasus ke propam mabes polri
timeline explodes
> keluar aula balai desa langsung dikeroyok
> seragam ditarik sampe robek
> kacamata hancur
the persona
> nama asli welas yuni nugroho
> masa muda bandel terobsesi film gangster
> aslinya pengusaha tajir & bos alat berat
> kades yang kebal gertakan LSM
the flex
> aspal jalan 800 meter pake duit pribadi
> hibahin mobil sendiri buat ambulans desa
> sulap bumdes dari nol jadi mesin cuan puluhan juta
> buka lapangan kerja lewat proyek desa wisata purwasaba garden hills
> warga udah tutup mata sama tatonya karena kerja jelas
di Indonesia, yang jujur dan kerjanya bagus banyak musuhnya.. heran
Fenomena hidup yg mungkin belom bisa dipecahkan (?):
Kalo lagi kepengen banget sesuatu sampe kepikiran malah seringnya suka ga dikasih/diwujudin
Tapi giliran kita biasa aja/ga ngoyo, kadang momennya pas dan akhirnya malah jadi kesampean
Ada yg gini juga, kah?
Buat kita yang lagi happy, entah di Jakarta, Bali, atau Nganjuk sekalipun…
Nikmatin aja.
Karena gak semua rasa senang harus ditahan cuma karena takut dianggap berlebihan.
Karena terkadang, suara paling jahat itu bukan dari luar. Tapi dari kepala kita sendiri❤️
Sekuat apapun kita mengenggam jika bukan rezeki, maka relakanlah
Percayalah, akan ada pintu-pintu rezeki yang lain yang Allah Persiapkan, Jangan berputus asa, teruskan berusaha & berdoa.
Respect🙏
Orang yg kalian hina dgn "masang taruhan" dan "nggak ada ongkos balik ke Indo" itu, orang yg pernah meninggalkan kenyamanan untuk mendirikan sekolah2 non-formal utk anak2 miskin di bantaran Kali Code Jogja dan Flores.
Dia dan keluarganya skrng memang tinggal di Australia, sengaja datang ke stadion, dengan duitnya sendiri, untuk menonton Timnas Indonesia.
Dia mungkin kesal krn Timnas Indonesia dibantai 1-5. Juga mungkin kesal pd kalian yg sering bias dan tidak objektif dlm beropini.
Harusnya ajak diskusi saja. Atau abaikan, kalau kalian merasa dia tdk penting. Tapi jangan diolok2, diframing, dan direndahkan di depan publik seperti itu.
Sakit kalian ini..
Yaelah, gayamu bro bro, diserang dulu itu sampe gembok akun. Tapi ingat, jejak digital tetap ada. Agak dijaga lah mulut tuh. Dan gak ngawur rendahin org, karena kamu gak kenal, bukan berarti kontribusinya ke masyarakat lebih rendah ketimbang kamu. 💩💩
#intinyadeh ada fans away abis match AUS vs INA nyamperin Coach Justin dkk pas lg streaming, blg buat objektif.
Sastra diem aja maen HP.
Pas di mobil, Sastra ngatain org tsb kalah taruhan, gapunya ongkos.
Org yg dikatain: pendiri Rumah Belajar Indonesia Bangkit (RBIB) Jogja.