+ ia sempat menghindar. Ia bukan lagi murid yang 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩.
Gilirannya menyerang, tongkat kayu terangkat dan bilabial berucap lantang, “Expelliarmus!”
Mari kita lihat, bagaimana jika mantranya tepat sasaran dan lawannya tidak punya kendali? / @aonohanasaku.
+ merayap. Buktikan siapa yang 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬, katanya. Angkuh. Ia tidak suka orang angkuh.
“Silakan mulai.” Kalimat yang melantun terdengar tenang, jelas sekali bukan seperti 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢.
Kutukan Tak Termaafkan dilayangkan. Ia refleks menghindar. 𝘏𝘢𝘩⸺untung saja +
𝗞𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗶𝗮;
⠀⠀ ⠀⠀ ⠀⠀ yang menjual jiwanya pada kegelapan.
Adam Rigelius Godfrey. Mengkhianati ayat-ayat yang diimani. Kaul-kaul yang diingkari. Dan pedoman hidup yang terberangus di hati.
𝘔𝘢𝘵𝘪. 𝘐𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘪.
+ dengan kawan satu asramanya. Mengapa orang-orang gemar sekali menanyakan alasannya? Tidak ada yang salah. Sama seperti mereka yang memilih untuk bertahan di Hogwarts.
“Kau sendiri? Untuk apa berlindung di balik Hogwarts?” / @aonohanasaku.
+ kosong tak bermakna. 𝘕𝘦𝘨𝘰𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪, huh? Ide bagus jika memanfaatkan perang untuk keuntungan pribadi. Ia melirik melalui sudut mata. Ah, si surai biru. Siapa namanya? Yūjirō, ya?
“Tidak ada urusannya denganmu.” Lafal tenang diucap. Kini ia berbalik, berhadap-hadapan +