Hey guys, I’m Goizza, a content creator based in Yogyakarta, Indonesia. I make K-pop cover videos on Youtube doing both dancing and singing (mostly in Indonesian) with my group. You can watch our discography below. 🙏
▶️ : https://t.co/XYc0W6IUpw
Kurang sepakat.
Gw personally gapapa ditanya berapa set lagi. Orang bisa mutusin habis itu mau join apa mau nunggu.
Dulu awal-awal malu nanya berapa set, liatin dari jauh. Pas udah beres eh ada yg ambil. Nyesek bos. Mending nanya. Yang penting sopan.
Seumur2 di gym gue kaga pernah kepikiran nanya orang sisa berapa set lagi anjg. Karena gw respect waktu orang buat take rest atau pun mau push harder. Kalo dipake ya gua latian yg lain.
Kenapa skrg banyak bgt yg ga paham norma dasar kaya gini ya
Agak campur aduk rasanya tentang hal ini. Yang fatal telah dia lakukan sebagai MC adakah kesalahan improvisasi yang buruk, terutama di acara semi-formal/institusional seperti LCC MPR. MC seharusnya bisa bilang sesuatu yang lebih netral, misalnya: “Bagaimana pendapat dewan juri? Apakah kita bisa melihat tayangan ulang?”Atau “Kita tanyakan dulu ke panitia apakah ada kesempatan review.” Daripada meremehkan protes peserta.
Realitas industri MC di Indonesia reputasi sangat penting. Satu kesalahan viral bisa langsung berdampak pada job berikutnya. Tapi memutus kontrak secara resmi hanya karena satu kekhilafan (yang sudah dia minta maaf) terasa seperti perusahaan ingin cepat “cuci tangan” demi citra mereka sendiri, bukan karena kesalahan fatal.
Menurutku memutus hubungan kerja adalah reaksi berlebihan yang tidak proporsional dengan tingkat kesalahannya. Yang lebih bertanggung jawab sebenarnya adalah juri yang tidak profesional, panitia yang tidak mengantisipasi situasi tegang, dan budaya “cari kambing hitam” di media sosial.