This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
ketemu satu geng perempuan di open trip gak tau nama belom kenalan udah tiktok bareng minta airdrop dan tiap ketemu manggil bas bes bas bes ini lah peak girlhood
gw beneran suka bgt sama cover ini, like she finally found her true self, ga ada foto angle kanan kiri, ga ada ponytail, ditambah senyum semuanya keliatan natural
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
Tau ngga? “Unpaid labours” yang dilakukan wanita dirumah tangga, kalo dihentikan sehari aja, bisa bikin dunia berhenti bergerak.
25 Oktober 1975, wanita di Iceland kompak berhenti ngurus rumah, ngurus anak, bahkan wanita pekerja juga berhenti dateng ke kantor.
Seharian itu, sekolah sekolah daycare, sampe pabrik pada tutup gara gara pekerja cewenya pada ga ada.
Nasib rumah tangga gimana tanpa peran ibu dan istri sehari aja?
Suami harus bawa anaknya kerja, di supermarket makanan cepat saji kaya nugget, sosis langsung ludes habis, karena banyak cowok yang gabisa dan gapunya waktu buat masak dengan penuh hati kaya cewe biasanya.
Dinamain “The Women’s Day Off” gerakan ini berhasil nunjukin, kalo tanpa sosok yang katanya “cuma numpang dirumah suami” itu, suami yang awalnya cuma fokus kerja, harus sekaligus ngurus anak dan masak makanannya sendiri.
Saking susahnya, gerakan ini berhasil bikin Iceland lolosin banyak undang undang yang menjamin hak perempuan.
Beneran, dunia ini ga berjalan kalo kontribusi tiap hari wanita melakukan pekerjaan rumah tuh ga dihargain.