Ragukan juga segala yang selama ini kamu anggap sangat benar di kepalamu. Yang selama ini kamu genggam erat-erat. Bahkan kamu bisa nggak setuju sama dirimu sendiri. Ini perlu kerendahan hati dan kebijaksanaan.
Orang dengerin/nonton podcast itu lebih banyak karena faktor emosional, hiburan:
Karena suka sama hostnya atau narasumbernya,
karena host atau narasumbernya terkenal,
karena baru viral, baru rame,
karena menghibur.
Dengerin/nonton podcast itu sedikit yang hanya karena topiknya menambah ilmu, faktor belajar (rasional).
Jadi lebih sering: karena faktor emosional - ditonton - baru eh ternyata ada insightnya.
Karena manusia emang makhluk emosional. Dengerin/nonton podcast, buka social media itu lebih nyari HIBURAN daripada BELAJAR (rasional).
Tentang “emosional dulu, rasional belakangan”, salah satu penelitiannya: Haidt, J. (2001) The Emotional Dog and Its Rational Tail.
Hasilnya: Dalam banyak keputusan, manusia nggak berpikir logis, rasional dulu, tapi dari emosional dulu.
Setelahnya rasional dipake buat membenarkan keputusan yang udah diambil secara emosional.
Analoginya: Pikiran logis, rasional itu kayak ekor anjing dan emosional itu kayak anjing. Ekor anjing yang ngikutin anjing.
Jadi manusia itu bukan makhluk rasional yang kadang emosional. Tapi makhluk emosional yang kadang rasional.
Kita sering berusaha mengisi rasa kosong. Tapi pada akhirnya, akan kembali kosong.
Pelan-pelan menerima kosong, enggak terganggu dengan kosong, hanya menyadari kosong, tanpa berusaha mengisi kosong.
Kosong nggak akan bisa diisi, yang bisa ngisi kosong adalah kosong itu sendiri.
Kalo di ilmu kesadaran, sebaik-baiknya bersyukur itu enggak lahir dari membandingkan, tapi dari sadar penuh hadir utuh di sini-kini. Be present.
Jadi bukan bersyukur karena: “untung hidupku lebih baik dari dia.”
Bukan bersyukur karena: “lebih baik dari orang lain.”
Karena itu masih ego yang membandingkan, diam-diam merasa lebih. Kesombongan.
Bersyukur itu sesederhana: menyadari apa yang ada, tanpa hanyut terseret drama dari pikiran masa lalu atau masa depan.
Menyadari napas, masih bernapas. Menyadari badan, masih hidup. Menyadari momen saat ini, di sini-kini, seapaadanya.
Jadi bersyukur karena hidup yang sedang kita alami. Nggak dari perbandingan, tapi karena kesadaran, presence.
iPhone lo dicopet?
Lo bisa tau MUKA pencurinya + LOKASI dia sekarang.
Tanpa app tambahan dan bukan dari Find My. Langsung ke HP lo.
Gue setup ini di iPhone gue. Cuma 5 menit.
Sekarang gue ga takut kalo iPhone gue bakal kemalingan.
Gini caranya:
@iamfaiqhimmah@Dedy44169434@tvindonesiawkwk Tapi aku setuju dia emang smart ya. Btw memang UO ini ada yg jatuhnya menyerang pribadi karena memang mereka belum merasa solid dengan diri mereka sendiri
Hacks pindah negara cuma Rp70.000!
Dari Malaysia ke Thailand 🇲🇾 ➡️ 🇹🇭
Kalo gak baca thread ini gak bakal tau cara hemat liburan ke-2 negara sekaligus! 🤭👇🏻