“I wrote this because I can’t speak about it.
I wrote this because I want you to know that I will make sure that you live on.”
@RBLeipzig and @equipenatciv winger Yan Diomande on the life of his sister, Roxane. https://t.co/6wQmpdWTSi
Prabowo Subianto on Indonesia’s underperformed GDP:
“Kita harus introspeksi, sadar, dan berani bertanya: kenapa kita tidak bisa mengelola ekonomi kita sehingga pendapatan negara kita bisa setara dengan negara seperti Filipina dan Meksiko? Apa yang menyebabkan kita tidak mampu? Bedanya apa kita dengan orang Malaysia, orang Kamboja, atau orang Filipina?”
Arsenal main pas lebaran terus kalah. Ilang deh Carabao Cup. Abis itu pada international break, kelar, balik lagi, main lagi, kalah lagi lawan Soton. Ilang Piala FA. Malem ini main di EPL, kalah lagi lawan Bournemouth.
Selama itu semua terjadi, Manchester United ga ngapa-ngapain
Arsenal main pas lebaran terus kalah. Ilang deh Carabao Cup. Abis itu pada international break, kelar, balik lagi, main lagi, kalah lagi lawan Soton. Ilang Piala FA. Malem ini main di EPL, kalah lagi lawan Bournemouth.
Selama itu semua terjadi, Manchester United ga ngapa-ngapain
There is a whole generation of men out here who are absolutely exhausted from being the "transitional guy." They come into your life, absorb all the trauma your toxic ex left behind, provide stability, and love you gently. But because your brain is still addicted to chaos, you mistake his consistency for a lack of passion. You drain his peace to heal yourself, and then abandon him because there isn't enough "drama" to keep you entertained. Men are constantly being used as emotional handymen to fix damage they didn't cause, only to be discarded the second the foundation is stable. It is pure emotional vampirism.