@Seringbablas 2poin utk kasus ini. 1 utk @Puspen_TNI sapu oknum anggota yg sprti ini. 2. Utk kita masyarakat+62 BERHATI-HATI berkendara. Mungkin si warga salah hingga menabrak, namun tdi semestinya brkekerasan dmikian. Jika kasus begal diperlakukan demikian sy setuju, bahkan klw bisa matikan
Pasien yg dirawat dg BPJS itu dibayar per paket penyakit.
Tidak tergantung: lama hari rawat, jumlah tindakan yg dilakukan, jumlah obat yg dipakai atau jumlah dokter & nakes yg merawat
Misal paket rawat inap pasien TBC paru di RS tipe B, dihargai 2 juta.
Artinya ketika pasien dirawat inap sbg pasien TBC paru, maka :
Mau lama atau tidak di rawat,
Mau sedikit atau banyak tindakan yg dilakukan,
Mau sedikit atau banyak obat yg diberikan,
Mau satu atau lebih dokter yg merawat,
Maka BPJS akan membayar klaim setelah melalui proses panjang cek & ricek=> sebanyak 2 juta
Masalahnya adalah
1. Harga paket tiap penyakit ini mengambil harga terendah, akhirnya dibawah standar. Bahkan sudah 10 tahun berjalan, belum ada kenaikan harga yg berarti, pdhl iuran BPJS sudah bbrp kali naik.
Prinsip BPJS : : "Kendali mutu, kendali biaya"
Biayanya dikendalikan seminimal mungkin, tapi maksa bermutu
Mungkinkah ?
Jadi tetap sulit berharap akan untung banyak, walau pasien dirawat dalam tempo yg sesingkat-singkatnya.
2. Manusia dengan penyakit yg sama belum tentu respon pengobatannya sama terhadap obat & pengobatan yg sama. Bahkan orang kembar saja bisa berbeda.
Ada orang yg bisa membaik dan sembuh hanya 3 hari, tapi ada juga yg butuh sampai sebulan.
Ilmu kedokteran bukan ilmu matematika, 1 + 1 jadi 2. Karena itu tidak bisa dipaksa sama pengobatan untuk semua orang.
Ada orang yg baru dirawat 3-5 hari saja sudah membaik, tapi ada juga bahkan dirawat sudah hampir sebulan tapi masih terbaring lemah, padahal penyakit sama, obatnya sama dan bahkan dokter yg merawat juga sama.
Tapi begitulah, ilmu kedokteran memang individual.
Bagaimana pengalaman saya soal pasien yg dipulangkan sebelum sembuh ?
Maksudnya bukan sampai "sembuh", tapi sampai "layak dipulangkan & bisa lanjut rawat jalan" ya..
karena kalau sampai sembuh, pasien TBC paru jadi minimal 6 bulan dong dirawat inap, kan baru bisa dinyatakan sembuh setelah 6 bulan pengobatan 🙈
Pengalaman di RS- RS saya, jika ada pasien yg biayanya sudah melampaui klaim, jika belum layak pulang biasanya dirujuk, mereka tidak mau bermasalah dgn memulangkan pasien dg kondisi demikian.
Jika sulit mendapat RS rujukan, biasanya pengobatan tetap diberi, tapi sudah tidak maksimal, biasanya semua biaya akan menjadi tanggungan rugi RS.
Tapi saya sering dapat curhatan, bahkan pernah kejadian yg dialami sejawat saya yg ortunya dirawat di sebuah RS,
harusnya post operasi masih beberapa hari di ICU, tapi sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa & kemudian dipulangkan, dan akhirnya beberapa hari meninggal dirumah.
Bicara teori tidak semudah pelaksanaan dilapangan.
Betapapun dibuat ancaman, namanya orang membuat RS demi mencari untung, tentu mereka akan melakukan segala cara agar bisa bertahan, dimana saat ini sudah banyak RS yg kolaps krn tidak mampu menghadapi kondisi ini.
Saran saya :
Dalam pelayanan kesehatan, jangan dibuat harga per paket.
Karena ini akan membatasi pengobatan.
Kami dokter jadi dilema terus dalam mengobati pasien.
Bayarlah suai dgn fakta biaya yg dikeluarkan untuk mengobati pasien, sama seperti dulu sebelum ada BPJS.
Berikan kepercayaan penuh pada dokter dalam mengobati pasiennya.
Dokter dididik & disumpah untuk mengobati pasien dg pengobatan terbaik & obat terbaik.
Pengobatan & obat terbaik tidak selalu obat mahal atau obat paten, tapi pengobatan & obat terbaik yg sesuai dengan penyakitnya.
Tidak seperti sekarang,tindakan yg diberi hanya bisa jika ada dalam coding BPJS, demikian juga obat hanya sesuai coding fornas BPJS saja
Takut dokter main dg rep obat ?
Kan obat bisa dibuat segenerik mungkin, aturlah ketentuan penggunaan obatnya, seperti yang dulu diberikan pada pasien ASKES, Jamsostek & Kartu Miskin.
Saya berharap pada pembuat kebijakan, terutama Presiden terpilih nanti, tolong perbaiki sistem ini.
BPJS jangan dibubarkan, tapi diperbaiki lagi,
agar dokter bisa memberikan terapi & obat yg terbaik suai keilmuan
Pasien mendapatkan haknya, pelayanan kesehatan terbaik yg dijamin negara👍
@CNNIndonesia Lalu dgn permintaan maaf seperti ini semua selesai begitu saja tanpa sangsi? Setelah membuat kegaduhan
Hahaha enak ya jadi media. Buat kesalahan tinggal minta maaf, dah selesai perkara
Shame on you @CNNIndonesia 👎
Opung Luhut kembali 😄
Tanpa ragu katakan kalo Tom Lembong dan Imin itu Pembohong menggunakan data asal2an
Ini baru keren, diajak tuh ke Morowali
@cakimiNOW ?
#Thread
STRATEGI CERDAS UNTUK INDONESIA EMAS
Sembilan tahun dipimpin oleh Pak Jokowi ternyata rakyat nusantara belum juga mampu membaca setiap gerakan cantik yang dibuatnya. Grand strateginya membawa Indonesia emas tahun 2045 dengan menyiapkan infrastruktur yg baik agar mampu memanfaatkan bonus demografi tentunya bisa dirasakan.
Tetapi taktiknya yang nyaris tak terbaca, sama seperti kita masyarakat awan disuruh baca morse jaman pramuka, hanya bisa menduga lalu berhalusinasi membangun cerita seakan lebih tahu dari apa yg dipikirkan seorang Jokowi.
Bahkan kawan dan lawan politiknya serta para pengamatpun dipecundangi tanpa mempermalukan mereka yang memang sudah kehilangan rasa malunya. Hannya sepak terjangnya menghabisi lawannya begitu nyata. Seperti politisi senior PDIP Panda Nababan katakan kalau suharto menghabisi lawannya melalui tangan beberapa jendral sehingga sering para jendral tersebut berebut posisi agar dianggap paling dekat dengan Soeharto, tetapi Jokowi tdk perlu orang lain menyingkirkannya. Dia lakukan sendiri - ya sendiri.
Mungkin kita sudah mulai lupa bagaimana Jokowi meniadakan kehadiran Sang Wapres periode pertama dengan membuang orang - orang disekitarnya sebut saja Sudirman Said, Anis Baswedan. Lalu mengirin Setia Novanto ke hotel Prodeo disaat menjadi Ketua DPR, membuang kerewelan Rizal Ramli dari kabinet, mencopot Gatot Nurmantyo dari panglima hingga tenggelam sampai sejarang, menghabisi mafia minyak dg membubarkan Petral, memberangus HTI, FPI dan kelompok radikal lainnya, bahkan yang lebih dahsyat lagi merebut kembali kekayaan tanah air kita dari tangan asing : Freeport, Blok Mahakam, New Mont Nusatenggara. Jokowi bukanlah presiden hanya mampu omong doang, dia mampu menghadapi tekanan China, Eropa dan AS juga lembaga seperti WTO dan IMF.
Namun sebelum berhadapan, dia siapkan dulu infra dan supra strukturnya. Ketika dia bangun pangkalan militer di Natuna, membangun bandara di Mianggas dan Anambas, membangun jalan di papua, memperbaiki seluruh pintu masuk perbatasan menjadi lebih bagus dari negeri tetangga, banyak orang mempertanyakan. Untuk apa bangun bandara di Mianggas dan Anambas, bahkan kawan politiknya mentertawakan dengan sombong, dia lupa kalau Jokowi sedang menyiapkan infrastruktur agar kalau benar terjadi perang terbuka antara China dan AS, Indonesia tidak mati jadi pelanduk ditengah - tengahnya. Bila diperlukan kedua bandara tersebut dapat difungsikan seperti kapal induk menjaga wilayah Indonesia di utara dengan dukungan pesawat tempur dari basenya di Makassar, dan Mianggas mengeliminir serangan dari selatan dengan dukungan pesawat tempur dari basenya di Madiun.
Daripada membeli kapal induk bekas yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, seperti kesalahan yang dilakukan Thailand dan India punya kapal induk tetapi tidak mampu mengoperasikan secara maksimal.
Lalu untuk apa jalan jalan di Papua membelah hutan belantara, memudahkan mobilitas alutsista kita menyekat pergerakan KKB yang dapat bantuan dari berbagai negara. Ciamik bukan, makanya AS gigit jari. Apalagi Papua di pecah-pecah lagi menjadi sekian provinsi, ini akan melemahkan KKB. Apakah itu sudah cukup, belum. Suara nyinyir dari negara negara seupil hidung di pasifik dirangkul dan dielus oleh Jokowi, mereka didatangi di undang dalam konfrensi negara kepulauan, apa yang bisa kita lihat, eh dua negara yg dulu vokal menyuarakan kemerdekaan Papua Barat kini malah memuji Indonesia di PBB, ingat apa yang diucapkan Solomon dan Timor Leste dalam sidang PBB lalu?. Kini tinggal tunggu suara Vanuatu, Fiji dan negara sebesar biji gandum lainnya. Jokowi kok dilawan.
1/3
Rocky Gerung menyebut Presiden @jokowi bajingan yg toloI dan bajingan pengecut.
Kalo ini tdk ada tindakan, sebaiknya kalian semua mengundurkan diri aja pak @mohmahfudmd@ListyoSigitP@DivHumas_Polri.
Ini sdh kelewatan, Kepala Negara dikata2in seperti ini masa kalian diam aja!!!