Surat Cinta untuk Aaron Ramsey dan Jack Wilshere
cc: Bapak Arsene Wenger
Musim depan, Ramsey dan Wilshere bakal saling adu kecerdasan di League One. Ramsey, baru saja resmi menjadi pelatih Oxford United. Sementara itu, Jack Wilshere mengasuh Luton Town.
Siapa yang sangka ini akan terjadi?
Saya bersyukur menyaksikan mereka debut di usia yang sangat muda bersama Arsenal. Dua pemuda dengan bakat alam yang datang seperti banjir di era Arsene Wenger. Sebuah era yang memang sangat ramah kepada anak muda.
Bapak Wenger pernah bilang bahwa pemain muda pasti akan membuat kesalahan. Namun, inilah ruang yang luas bagi permain muda untuk berkembang.
Tanpa filosofi itu, Gooners generasi lawas tidak akan mendapatkan berkah bisa menyaksikan Ramsey, Wilshere, dan pemain muda memesona lainnya seperti Theo Walcott, Fabregas, sampai generasi Bukayo Saka dan Myles Lewis-Skelly.
Untuk Ramsey dan Wilshere sendiri, saya tidak menduga keduanya akan menjadi pelatih. Namun, saya tidak heran karena begitu banyak mantan anak didik Arsene Wenger yang berani terjun ke dunia pelatih dan menunjukkan progres positif.
Artinya, Wenger tidak hanya memoles anak muda ini dengan berbagai kesempatan dan kesalahan. Wenger juga menginjeksikan ilmu sepak bola yang berguna untuk masa depan.
Beliau memang sebenarnya bapak. Fans klub lain yang menuduh fans Arsenal lupa akan Arsene Wenger hanya sekumpulan manusia aneh yang sebaiknya hidup di Pluto saja.
Untuk Ramsey dan Wilshere
Sekali lagi, saya tak mengira keduanya akan menjadi pelatih, apalagi Wilshere. Dalam ingatan saya, dia masih seorang remaja bengal dengan kepercayaan diri super tinggi. Hampir tak ada anak 16 tahun bisa meladeni trio Busquets-Xavi-iniesta di Liga Champions. Wilshere melakukannya seakan-akan dia sedang bermain di taman.
Untuk Ramsey, dia memang terlihat lebih mature ketimbang Wilshere. Saya melihat dia sebagai pemain yang mau menyerap apa saja. Terlihat dari keberhasilan Ramsey menyempurnakan kemampuan coming from behind dan goal scoring ability.
Wilshere yang terlihat seperti berandal, menjadi pelatih. Cepat sekali waktu berlalu.
Yang masih saya sayangkan adalah cedera yang terlalu mencintai kedua pemain ini. Sama seperti petaka yang menimpa Abou Diaby, saya akan selamanya bersedih menerima fakta ini.
Well, ada rasa aneh ketika melihat dua remaja itu melakukan debut, menjadi dewasa, menjadi pilar Arsenal, pensiun, dan melihat mereka di sisi lapangan. Bukan untuk menerima instruksi dari Bapak, tapi memberi instruksi kepada anak-anak mereka.
Semoga karier Ramsey dan Wilshere sebagai pelatih bakal awet dan berprestasi. Memberi makna bahwa Arsenal juga madrasah, tak hanya klub sepak bola yang menghadirkan keluh dan kesah.
Well done, Aaron, Jack.
#COYG
#Arsenal
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
“There was a time we had 90 million turnover and we had to pay back 22 million per year for the stadium, I couldn’t sleep because we had to qualify for the champions league to pay back the money. We had to sell our best players. Other clubs came in with lots of money but we were on the same level from 2007 to 2016”
Arsene Wenger
perwakilan mahasiswa UI:
"kami ini mahasiswa, tidak membawa senjata. jgn anggapi kami musuh, jgn hadapi kami dgn senjata"
"kami tidak ditunggangi, niat kami tulus untuk bangsa Indonesia"
terharu bgt. semoga dalam lindungan Tuhan buat teman-teman yg turun ke jalan 🥹
Indonesian President Prabowo’s $15B FREE school meals program is causing budget strain.
If that's not bad enough, it's been the source of food poisoning and corruption.
PRABOWO IS LOSING FISCAL CONTROL. THAT IS CREATING A CONFIDENCE PROBLEM AND A SINKING RUPIAH.
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Yang ramai jika semalam Arsenal menang :
- Goal Havertz harusnya di anulir, soalnya Trossard handball (insert screen capture)
- Cara menang UCL paling memalukan sepanjang massa, haramball, you name it
- PSG harusnya dapet penalti 2x, Saka handsball di kotak sendiri (insert screen capture)
Berhubung Arsenal semalam ga menang, jadi yaa yang ramai :
- Alhamdulillah timeline udah ga berisik lagi, PSG menyelamatkan sosmed
- Champions of Europe, you'll never sing that
- Bottled again, bottled again, bottled again
- Arsenal bisa apa tanpa PGMOL
- Emang mentalnya runner-up
- 0 UCL kalah sama Nottingham Forest
🚨[🟢] NEW: Arsenal’s Premier League title lift recorded the highest live viewership for a title celebration in the last two decades 😳
Today’s celebrations peaked at 7.3 million live viewers, compared to Liverpool’s 3 million viewers during their title lift last season.
🗣️ Jamie Carragher: “Phil Foden hasn’t done enough for England. He was in the team before Bukayo Saka, he took his chance. There’s no way he’s getting left out….” ❌
🗣️ Ian Wright: “Louder! Louder at the back!” ❤️🤣
@MasMasBiassaa@IDGoonerscom Arsenal dan Palace kemungkinan besar akan nyimpen pemain untuk laga final, jadi kemungkinan paling besar akan menurunkan pemain pelapis. Prediksi skor: Palace 1-1 Arsenal. #Blarrsenal#coyg
Berhubung Pak Bayem sudah bernadzar kalo squadnya Pak Teta juara EPL, maka untuk match terakhir besok kita bakalan mengadakan kuis tebak skor sebagai wujud pemenuhan nadzar
Peraturannya sederhana, cukup reply dengan skor akhir pertandingan antara Palace vs Arsenal dengan hashtag #Blarrsenal , follow, retweet & like bersifat opsional
Kuis berhadiah 5 Juta Rupiah untuk 10 orang beruntung dengan jawaban yang tepat
Kuis ini berlaku sejak tweet ini diterbitkan dan ditutup sampai kick off 24 Mei 2026
Good Luck!!!
---------------------------
Izin tag : @IDGoonerscom@Indo_Gunner@arsenalskitchen@Arsenalnewschan@TheArsenalMind
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images
Presiden yang nyaris 30% hari-hari jabatannya dia habiskan di negeri orang.
Pulang tanpa hasil, lalu teriak; "hai antek-antek asing", padahal dia yg paling demen sama asing.
Menebar senyum dinegeri orang, menebar ancaman dan ketakutan di Negara sendiri.
Membanggakan mobil buatan sendiri dinegara orang tetapi mengimpor ratusan ribu mobil buatan negeri orang (India) ke negera yang di pimpinnya.
Mengaum saat jadi capres mengeong saat jadi Presiden.
Dia ingin menjadi Presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah tapi ternyata dia adalah masalah terbesar bangsa ini...
pemimpin konaha...
tadi baca di threads cuma udah terlanjur ke scroll,
ada istri yg menyesal sejadi2nya,
suaminya freelancer, istrinya punya pekerjaan tetap.
suaminya kerja dirumah sambil ngurus anak dan bersih2. sedangkan istrinya kerja di kantor.
sayangnya rezekinya blm berpihak ke suami, penghasilan blm stabil padahal udah sering begadang dan berusaha.
istrinya sering merendahkan suaminya apalagi 2 bulan terakhir belum ada penghasilan, alhasil hidup dari gaji istri, sikap istri dingin dan meremehkan.
sampai suatu malam di kamar suaminya bilang mau kerja dengan senyum dan ramah karna mau begadang dan ngulik lagi depan laptop, istrinya masih judes karna si suami blm ada penghasilan 2 bulan itu.
paginya pas dicek suaminya sudah meninggal karna kecapean kerja di depan laptop dan kopi yg belum habis.
dan sedihnya lagi ketika cek hp, suaminya berhutang ke temen2nya untuk sekedar beli susu dan popok anaknya.
jujur sedih banget bacanya..
hasil itu urusan Allah, tugas manusia itu berusaha dan berdoa...
tolong bgt buat istri2, kalau suaminya sudah berusaha maksimal tapi hasilnya blm optimal, tolong tetap di support, di tenangkan mentalnya, cari jalan keluar bareng2, jangan dibuat makin hancur 😭
1 suami gugur ketika mencari nafkah, 19 juta suami merasakan penderitaannya 😭😭😭 semoga syahid.
🚨JUST IN: Mikel Arteta will be left embarrassed as Andoni Iraola explains how Bournemouth managed to beat Arsenal.
The Gunners were well below their best and were deservedly beaten by Andoni Iraola’s side, who extended their unbeaten run to 12 games.
One of Mikel Arteta’s key demands from his players is to win their duels.
The Arsenal manager has consistently stressed the importance of those battles, as well as winning second balls, but his side were poor in both areas today.
Andoni Iraola said, as per Sky Sports:
🗣️🎙️“Pressing is one of our strengths. Playing against Arsenal, and Man United the other day, they give us chances to recover the ball.
“Sometimes you play against teams that go direct early, and you cannot play this cat-and-mouse game. If you go man to man, they will go direct. We leave them a little bit and then go, sometimes it works, sometimes you want to keep an extra man at the back.
“Sometimes it’s a matter of a duel, one-v-one. If you win that, it’s a chance for you, and if you lose, a chance for them. It’s a high-risk, high-reward game.
“In most of the situations, I think we won a lot of the duels. We were the ones benefiting more.”
Arteta is likely to feel embarrassed after Iraola’s comments, with his compatriot having just beaten him at his own game. Via [@afcnewsroom]