Jago amat segala skenario udah disiapin ya 🤦🏿♀️
Cubarsi dihantam sampe muter di udara gitu,
Messi malah bahas Tagliafico yg ga ditendang siapapun 🤦🏿♀️
Warung ini biadab banget sih 😭
Dari tadi gue sama temen keringetan nyari sumber anginnya dari mana...
Ternyata kipasnya cuma di TV doang. Pantesan gak kerasa seger2nya
sc:threadsdilahh_._
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡
Sebelum juara : "Males bgt kalau Arsenal juara, bakal seberisik apa fans merek".
Pas udah juara : "Baru 3 hari Arsenal juara udah sepi aja time line, udah abis euforianya."
Atur aja gimana enaknya
Untuk semua yang pernah merasakan pahitnya kalah 8-2.
Untuk semua yang menyaksikan Arsenal dibantai 6 gol di Stamford
Bridge pada pertandingan ke-1.000 Arsène Wenger.
Untuk semua yang harus menelan kekecewaan di Baku.
Untuk semua yang harus pergi ke sekolah setelah kebobolan 10 gol dari Bayern.
Hari ini adalah untuk kalian. Nikmati sepenuhnya. Kita pantas mendapatkannya.
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama.
Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan:
"Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam."
Bukan karena KTP-nya.
Tapi karena cara berpikirnya.
Masalah pertama
kita salah paham soal tawakal:
Felix kasih contoh yang sangat konkret.
Ada pesantren roboh.
Respons orang Indonesia:
"Qadarullah, ini takdir Allah."
Felix langsung potong:
itu bukan tawakal.
Itu kebodohan yang dibungkus agama.
Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh.
Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu.
Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah.
Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri.
Rasulullah memakai baju besi
dua lapis di medan perang.
Seorang sahabat tanya kenapa.
Jawabannya sederhana:
karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya.
Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya.
Masalah kedua
"enggak apa-apa mereka ambil dunia,
yang penting kita akhirat"
Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini.
Karena logikanya terbalik total.
Cara masuk surga menurut ulama ada empat:
dengan ilmu,
dengan kekuatan,
dengan harta,
atau dengan doa.
Kalau kamu tidak punya ilmu,
tidak punya kekuatan,
tidak punya harta kamu hanya tersisa doa.
Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat.
Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha.
Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya.
Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan.
Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan.
"Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain,
jangan ngomong akhirat.
Akhirat itu lebih susah dari dunia."
Masalah ketiga
tidak ada critical thinking:
Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix.
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa.
Di saat itu bahkan tidak ada buku.
Tidak ada perpustakaan.
Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu.
Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Pertanyaan dibungkam.
Otoritas tidak boleh diganggu gugat.
Santri yang dilecehkan menerima
karena percaya itu "ritual penyucian."
Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama.
Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil.
Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat.
Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman.
Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah.
Jawaban Rasulullah:
"Untung kalian tanya aku.
Kalau kalian masuk,
kalian tidak akan keluar selamanya."
Dari situ keluar hadis:
taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah.
Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas.
Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan:
Felix tidak hanya menyalahkan internal.
Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan.
Di zaman kolonial Belanda,
ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL.
Kelas pertama orang Eropa.
Kelas kedua orang Arab, India, Cina.
Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah.
Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan.
Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan.
Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya.
Ini bukan semata karena etos kerja.
Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses.
Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban:
Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang.
Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu,
baru peradaban lain mengikuti.
Ini membalik teori lama bahwa agama
adalah produk kemakmuran.
Ternyata keyakinan adalah fondasinya.
Tapi ada yang salah kaprah.
Felix memisahkan dengan jelas:
bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian.
Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya,
pada infrastrukturnya, pada warganya.
Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur.
Bukan karena Tuhannya berubah.
Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia:
"Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh.
Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya."
Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
Giliran KAI ada kecelakaan, itupun krn taksi, Dirut KAI diminta mundur oleh DPR.
Ehh…pas MBG byk anak sekolah yg keracunan, kpl BGN malah tambah foya2 pake anggaran dibiarkan DPR.
Bangke ga tuh! 🤣🤣🤣
Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads
Kenyataan bahwa abis orang pada bilang "tidak" dan dia masih bisa bilang, "MBG itu penting," adalah bukti beliau nih tuli terhadap suara masyarakat bahkan secara langsung.