menurut w klo u udh bisa survive di western society seharusnya ga pantes butthurt dgn obrolan indon yg nuanced driven ya, you know you can filter out that gibberish easily.
kadang pertanyaannya emg bisa jadi out of curiousity aja gitu jadi jawab seperlunya aja
baca ini jadi sedih ga sih?
kenapa ya udah di luar negeri pun, sesama orang Indonesia tapi ga saling support? kenapa ga solid? kenapa ga ada jiwa gotong royongnya?😢😢
pas di Indonesia pun kadang suka gitu, suka ngeliatin orang dari head to toe, padahal masih sama2 manusia loh🥲
@katanyabolehsih Mengakomodasi karir, progresi karir di korporat umumnya akan bercabang ke manajemen+bisnis, atau ke advisor/spesialis teknis. Di indo kebetulan posisi yg keatas jumlahnya tidak banyak yg teknis aja.
Semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin menusuk kata2 nya. Psikologi menyebut ini sbgai low tolerance for cognitive distortion.
Artinya org dgn kecerdasan tinggi sulit mentoleransi kebohongan, alasan palsu, dan logika yg lemah.
Otak merek terbiasa berpikir efisien dan langsung, mereka memotong drama dan langsung ke inti masalah, Itulah knp kata2nya terasa pedas.
Jadi apakah kamu termasuk orang cerdas itu? biasanya yaelah ini gue banget.
-Dengan level seleksi seperti itu dan tools yg sudah mainstream, seharusnya peneliti yang beneran bakal juga upgrade dan peluang dapet grantnya lebih besar dari pada mereka?
My 2 cents:
-Burden of responsibility tetep jatoh di penyelenggara. Entah bagaimana caranya harus keep-up dgn tools yg memfilter fraudulent manuscript (yg dari dulu pasti ada aja yg bikin)
Fun fact, uang travel grant itu besar banget
> Travel grant konferensi internasional bisa sampe Rp 15–50 juta per orang
> Sumbernya bisa dari LPDP, institusi, atau sponsor conference
> kalo dari kasus Rifaldy, Prihantini, CS ini kayaknya pure abuse biar bisa jalan2
> soalnya uang grant bukan uang saku bebas
> uang grant biasanya cuma untuk akomodasi dan administrasi
Kalo ketahuan abuse dana travel grant gimana?
> seluruh karya dibatalakan
> dapat blacklist dari conference (biasanya permanen)
> pendanaan dicabut
> bisa masuk tindak pidana dan diproses hukum
> yg bahaya itu institusi terafiliasi sama pelaku bisa kena dampaknya juga
> institusinya jadi semakin ga dipercaya
> kalo dari kasus Rifaldy ini kayaknya bakal pengaruh ke peneliti2 indonesia yg mau conference di luar negeri
Btw, ini kasusnya si Rifaldy, Prihantini, CS kok makin hari makin dapat punchline baru yak 😭 21 judul dipalsuinn pake terjemahan busett
malang jg aslinya bs kaya gini.
tp pemerintahmu lebih memilih fumbling oil boom era 70an, deindustrialisasi, trs scr asimetris memusatkan semua pembangunan di jkt DOANG.