"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
Saya pernah diminta menyampaikan materi pembekalan lomba menulis untuk anak SD s.d. SMA. Rentang umurnya lebar, jenis tulisannya pun beragam, mulai dari cerpen, artikel, hingga esai. Panitia lomba sangat ambisius.
Dari kebutuhan itu, saya mencoba membuat model sederhana ini.
Tulisan yang hidup, apa pun bentuknya, berangkat dari empat modal: pengamatan, perasaan, pemikiran, dan imajinasi.
Sepertinya, konsep ini cukup menarik untuk dikembangkan menjadi sebuah buku. 🤔
Dua tulisan “beda banget” ini atas bawah di satu halaman :)
Aku seneng baca debat gini karena medium tulisan = mikir, bukan hanya modal pokoknya :)
Buat teman-teman yg di medsos cakap menulis, punya perspektif kritis, coba deh menulis di media massa.
🗣️: "Perempuan itu ibarat bunga, semakin tua
semakin layu. Kalau sudah layu siapa yang mau?"
Maaf, tidak semua perempuan adalah bunga.
Sebagian dari kami adalah pohon jati.
Semakin tua semakin mantep🙏🏻
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
Semoga yang baca ini, diberi jalan keluar, untuk masalah kecil maupun besar ruwet sulit. Yang sepertinya sudah mentok. Diberi secercah cahaya. Untuk bisa diselesaikan. Amin.
Ini oleh-oleh dari kelas Mas Yusi, penulis Raden Mandasia, bersama @PenerbitbaNANA dan @narabahasa Sabtu lalu.
Tunjukkan (show) jika pembaca perlu merasakan. Nyatakan (tell) jika pembaca hanya perlu tahu.
Mau berlatih menunjukkan kesedihan tanpa kata "sedih" atau sinonimnya?
Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya mengatakan :
Kebahagiaan orang lain tidak akan merugikanmu, kekayaan mereka juga tidak akan mengurangi jatah rezekimu.
Hiduplah dengan hati yang bersih, agar ketika melihat nikmat orang lain, hatimu tidak sakit.