It hurts when the person u love doesnt understand the things that make you uncomfortable & keeps doing them having to stay silent about your feelings because their comfort matters more than urs while you make them feel like a priority, they make you feel like u dont matter at all
Bener, too naive.
Wait until the conversations start dying, the spark slowly fades krn ga ada effort buat spend time, kesalahan kecil selalu terjadi berulang kali tanpa kesadaran untuk berubah, and they keep avoiding uncomfortable conversation instead of working through it
@tanyakanrl Ternyata MBG itu ga gratis ya, dibayarnya pake:
- sulitnya akses pendidikan layak
- keracunan makanan
- sulitnya nyari pekerjaan
- pemulihan bencana yg lambat
- non aktifnya bpjs
Semoga semuanya lekas membaik, hanya kepada Tuhan kita berharap.
Siswa SD bunuh diri, kabar terakhirnya sempet minta beliin buku dan pulpen ke ibu nya, tapi gabisa karna gapunya uang. Sekali lagi, BUKU DAN PULPEN, barang-barang yang mungkin totalnya Rp. 7000. Negara ini gagal, bener-bener gagal, pemimpinnya bahkan jauh lebih gagal.
NOBODY knows a man better than the woman he’s in a relationship with. when i say NOBODY, i mean NOBODY. not his PARENTS, not his HOMIES, not his SIBLINGS. they see ONE SIDE of him... but his girl gets the RAW, UNFILTERED version. the BROKEN version. the LOVING version. the HATEFUL version. the UNSTABLE version
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.