"Percuma ganteng kalau pacarnya juga ganteng" #MelawanLupa
Dititik ini baru percaya dengan videonya Mbah Amien Rais. Apalagi tidak disanggah langsung oleh buna.
"Percuma ganteng kalau pacarnya juga ganteng" #MelawanLupa
Dititik ini baru percaya dengan videonya Mbah Amien Rais. Apalagi tidak disanggah langsung oleh buna.
AMIEN RAIS MENGAKU SEBAGAI TEMAN DEKAT PRABOWO
BLAK-BLAKAN TEGUR PRABOWO!!
POINNYA :
1. Kurangi ber omon-Omon, rakyat sudah bosan
2. Hindari penyakit kaya demam panggung, liat mic sedikit, lidah dan mulut nya gatal pengen berbicara
3. Jangan gebrak-gebrak meja atau podium, kalo masih pangkostrad gpp, ini sudah presiden
4. Jauhkan Tedy dari Istana selama weekdays, kalo pun mau hahahihi di weekend atau sabtu saja.
Btw maksudnya hahahihih ini apa ya?wkwkw
dan kok weekend aja boleh nya Pak Amien?
Tyo 🗣️ Dadan hanya dijadikan "kambing hitam". Ia juga menyentil adanya 'mentalitas mesias' dari Presiden Prabowo, mencurigai penangkapan ini didesain agar presiden bisa tampil heroik sebagai juru selamat.
Pak Bowo dan Tedi (disingkat Bo-Ti) sedang dipayungi seorang Paspampres yang kabarnya juga kawan seletting ehh diomelin Bunted.
Apa salahnya Paspampres tsb ya?
Apa lebih tinggi dan gagah dibanding Buna?
Teddy ini men-downgrade kualitas PR istana. Komunikasi publiknya buruk, cenderung ad hominem!!
Cara Teddy ngomong soal perjalanan dinas Pak Prabowo makin ke sini kok makin aneh.
Bukannya nenangin publik, malah kayak buzzer medsos yg sibuk muter narasi.
Katanya Pak Prabowo pakai uang pribadi biar negara hemat. Lah rakyat malah makin bingung, ini negara dikelola pakai sistem apa pakai dompet pribadi.
Negara itu ada aturan dan mekanismenya. Bukan kalau APBN seret terus pejabat nombok sendiri.
Kalau begitu caranya, nanti semua jadi campur aduk. Uang negara sama uang pribadi jadi nggak jelas batasnya.
Kalau sudah begitu, nanti repot pas audit. BPK pasti nanya aliran dana dan accountability-nya bagaimana.
Yang bikin orang makin geleng kepala itu jumlah rombongannya. Katanya sekali lawatan bisa sampai sekitar 60 orang.
Lah kalau mau hemat ya jangan bawa orang sekampung. Masa bilang efisiensi tapi delegasinya kayak rombongan wisata.
Rakyat sekarang juga nggak bodoh. Orang bisa lihat mana penghematan beneran, mana cuma framing.
Claudia Sheinbaum saja pernah bilang pengawalnya sekitar 10 orang. Dia malah nggak suka pengamanan yg terlalu ramai dan penuh gaya.
Di Italia, Giorgia Meloni juga sering tampil dengan delegasi yg lebih ramping. Orang yg dibawa seperlunya saja sesuai agenda.
Bahkan beberapa kepala negara di Eropa sekarang banyak yg pilih VC atau video conference buat rapat bilateral tertentu.
Di Finland dan Estonia, komunikasi antar pemimpin sering dilakukan virtual buat ngurangin biaya dan waktu perjalanan.
Makanya rakyat heran lihat kondisi sekarang. Narasi hematnya kencang, tapi rombongan tetap jumbo.
Belum lagi waktu kritik dijawab dengan nyebut Dino Patti Djalal cuma jadi Wamenlu 3 bulan. Lah itu namanya bukan jawab substansi, tapi malah ad hominem.
Yang dipersoalkan publik itu soal tata kelola dan efisiensi. Bukan soal berapa lama orang pernah duduk di jabatan.
Ngurus negara itu bukan lomba pencitraan. Yang penting kerjaannya proper, efficient, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ujung-ujungnya rakyat cuma minta satu. Negara diurus serius, hematnya nyata, dan jangan kebanyakan sandiwara.
#EfisiensiBukanPencitraan
#APBNBukanDompetPribadi
#GoodGovernance
#Rombongan60Orang
YouTuber Jepang bernama JOJO mempromosikan Indonesia sebagai “Surga Prostitusi” dan “Negara Seks”. Ia mengklaim bahwa lokalisasi prostitusi di Jakarta tidak mungkin bisa diberantas karena adanya kongkalikong yang sangat dalam antara pelaku bisnis tersebut dengan pihak kepolisian.
Ada yang ngespill surat pemecatan wowo dari TNI.
Salah satu alasannya:
"sering ke Luar Negeri tanpa ijin dari Kasab (Kepala Staf Angkatan Bersenjata) ataupun Pangab (Panglima Angkatan Bersenjata)"
Ohh pantes moment sih ini haha