Berjuang menciptakan masa depan Bumi yang hijau dan damai dengan berkampanye untuk mengubah perilaku dan mendorong perubahan dengan aksi kreatif tanpa kekerasan
Bukan hanya perkara pohon dan daun Presiden @prabowo, mimpi ketahanan pangan anda tidak akan bisa terwujud tanpa keanekaragaman hayati yang ada di hutan Indonesia. Yuk bisa yuk belajar lagi dari pembantunya dan para pakar, mumpung belum 100 hari, biar jangan asal omon-omon.
Selama rencana kelistrikan PLN masih fokus ke pengembangan pembangkit fosil, sebenernya nasib kita bakal gini-gini aja.
Mana polusinya banyak, emisinya gak kalah banyak. Sekarang emosinya juga banyak deh karena listrik kita sering mati!
Jadi gengs, mungkin sudah banyak yang tau ya kalau pembangkit listrik kita sebagian besar itu dari batubara. Tahun 2024 saja angkanya hampir 50 Gigawatt, atau setara 53% sumber listrik berasal dari PLTU.
https://t.co/JpEEXp1Mg6
Jadi kalau mau ngomongin ketahanan energi, harusnya masyarakat di level rumah tangga/komunitas punya pilihan ke sumber energi listrik lainnya.
Meskipun in this economy, pasang PLTS atap tanpa subsidi dan insentif dari pemerintah masih bakal berat buat sebagian besar masyarakat.
BBC News Indonesia menemukan fakta bahwa selama di Jakarta, Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta bertemu tiga advokat dan seorang perempuan asli Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika.
Dua dari empat orang tersebut diduga memiliki rekam jejak digital dan hubungan samar dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Adapun salah satu advokat yang ditemui Yasinta bekerja di firma hukum milik pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra. https://t.co/hvmKkck4rc
“Kosong” bukan berarti pemerintah tidak melihat ada orang yang hidup di Papua. Tapi, pemerintah melihat tiap tanah yang masih ditutupi hutan tak ada pemiliknya.
Persis seperti kolonial melihat Indian atau Aborigin.
Redaksi JubiTV menerima laporan dari keluarga Mama Yasinta Moiwend yang mengungkapkan kekhawatiran mendalam akibat hilangnya kontak dengan sang ibu. Dalam rekaman berdurasi 6 menit 41 detik ini, salah satu anggota keluarga menyampaikan pernyataan resmi mengenai upaya pencarian dan kondisi terkini yang mereka hadapi. Simak pernyataan lengkap mereka berikut ini.
#PestaBabi #PapuaBukanTanahKosong
Narasumber bukan entitas yang statis. Mereka bisa berubah. Bisa menarik pernyataan. Bisa menyangkal juga. Dan perubahan itu tidak selalu berarti bahwa mereka sejak awal berbohong.
Ada banyak kemungkinan, bisa jadi
mengalami tekanan, mendapat ancaman hukum, mengalami intimidasi fisik atau digital, atau mungkin ada tawaran lain.
Karena itu, dalam jurnalisme atau dalam hal ini film dokumenter, perubahan sikap narasumber tidak otomatis dibaca sebagai bukti bahwa laporan sebelumnya salah, dan Papua baik-baik saja. Tetapi juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Justru di situlah pentingnya verifikasi berlapis dan prinsip informed consent.
Narasumber adalah manusia yang berada dalam relasi kuasa. Semoga Mama Yasinta sehat selalu.
BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa “Pesta Babi” adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Kabar duka dari Papua. Aliko Walia (Laki-laki, 8 tahun) meninggal dunia setelah berjuang 36 hari dengan luka tembak tembus di dada kanan. Ia menjadi korban saat operasi militer di Puncak pada 14 April lalu.
Ibunya, Wundilina Tabuni (Perempuan, 40 tahun), tewas di tempat pada hari kejadian. 🥀
Selengkapnya: https://t.co/9uUt6xwlBJ
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter
https://t.co/EsqCQuqsFY | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | Tiktok: @jubinews | Youtube: @jubinews