Temen gw kerja di Qatar, dia bilang
- Kerja di Qatar ga perlu nilai TOEFL tinggi. Broken english gapapa asal poin speaking nya nyampe
- Ga filter by kampus ternama
- Ga ada istilah orang dalam, apply online, ga perlu tes, trus interview
- Yg dicari yg punya pengalaman kerja yang relevan
- Kalopun diminta interview offline, seluruh biaya pp akmodasi dll buat interview bakal dicover
- Bidang yang dibuka juga macem”, engineering, tech sampe finance jg dibuka
- Gaada istilah gaji net atau gross, gaji gross=gaji net, gaada potongan goib apapun
- ga harus bisa bahasa Arab, org2 disana bisa speaking english
coba iseng2 apply disana, siapa tau rezeki
Akar penyebab kanker yang sebenarnya udah ditemuin dari tahun 1931.
Penemunya bahkan sampai dapet hadiah Nobel. Tapi anehnya, temuan ini seolah "dikubur" gitu aj sama industri farmasi.
Ini rahasia besar yg dibongkar sama Dr. Otto Warburg: Kanker itu hidup subur dari GULA.
ternyata kalau kita jarang cerita sama siapapun, cara ngomong kita juga ikutan susah, pas mau jelasin sesuatu, kata-katanya jadi suka belibet dan ribet. bukan karena ga ngerti, tapi karena udah kebiasaan menyimpan semuanya sendiri.
Sudahkah netizen mengecek ada di desil kesejahteraan berapa?
Jika belum cek maka sempatkan mampir ke:
https://t.co/W51R16C3gu
Jika dikatagorikan sbg desil 9 atau 10, maka berpotensi tidak termasuk yg bisa beli Pertalite dan terima bansos.
Penasaran apa ada mekanisme banding buat yang tidak puas dgn penetapan BPS....
Baru cari info dan berikut sumber2 data yg digunakan BPS dlm analisa penetapan desil kesejahteraan kita:
- DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional)
- DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)
- Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi)
- P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem)
- Data Kependudukan (SIAK)
Variabel penilaian tingkat kesejahteraan desil meliputi:
-Kondisi fisik rumah (lantai, dinding, atap)
-Sumber air minum dan fasilitas sanitasi
-Daya kapasitas listrik rumah tangga
-Kepemilikan aset bergerak dan tidak bergerak (tanah, kendaraan)
-Status dan jenis pekerjaan utama anggota keluarga
-Tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan
- Jumlah anggota keluarga atau tanggungan rumah tangga
- Pengeluaran konsumsi pangan dan non-pangan per rumah tangga
- Status kesehatan dan kepemilikan jaminan sosial / kepesertaan BPJS
Apa ada faktor yg perlu ada tapi tidak masuk? Atau sebaliknya yg ada di list tapi tidak cocok?
Info Gambar: Screen Capture situs DTSEN
Bener kata paman gw. Rezeki kerja terbesar tuh bukan gaji gede.
Tapi punya atasan baik dan lingkungan kerja yang suportif.
Karena gaji besar gak selalu sebanding dengan ketenangan yang kita dapat. Kadang, bisa kerja tanpa takut dimarahin, punya atasan yang menghargai, rekan kerja yang saling bantu, dan pulang tanpa membawa beban pikiran dari kantor itu juga bentuk rezeki.
Kerja keras tetap penting, tapi bisa bekerja di tempat yang manusiawi juga merupakan privilege yang patut disyukuri.
BREAKING NEWS
Purbaya x Bahlil
Rapat kordinasi untuk pembatasan pertalite bagi kaum desil 9 dan 10
Jadi meski pakai karimun, brio kuning lc, sigra tapi lu desil 9 dan 10 tetap gak bisa isi
* desil 9 kaya atau menengah atas
* desil 10 elit atau kaum kaya paling atas
Ini bukan mau fear mongering yaa.
Management mereka pasti punya banyak data internal. Mereka tahu traffic pengunjung harian. Mereka tau tingkat okupansi tenant, tenant mana yang performanya bagus atau jelek. Mereka juga tau riwayat insiden keamanan yang pernah terhadi di mal tersebut.
They have access to information we don't.
Mungkin krisisnya "masih jauh". Bisa jadi ini cuma sikap preventif mereka sama berbagai kemungkinan terburuk di masa depan.
Tiba-tiba dapet WA dari wali kelas Jeje. Aku sempat kaget, kok Jeje nangis?
Ternyata dia nangis karena baca note dari papanya yang diselipin di kotak bekalnya. 🥹🥹
Saking terharunya, dia sampai nangis dan katanya nggak jadi makan. 🥹🫶🏻
Semoga tangki cinta kamu selalu penuh ya, Je. 💕