Sertu Riza Pahlivi, anggota TNI, aniaya Mikael Histon Sitanggang (15 tahun) hingga tewas.
Vonis pengadilan militer: 10 bulan penjara.
Tidak dipecat.
Restitusi ke ibu korban: Rp12,7 juta , harga nyawa seorang anak di mata pengadilan militer Indonesia.
Banding dikuatkan.
Ibu korban baru tahu putusan banding 3 bulan setelah dibacakan , sehingga kehilangan hak kasasi selamanya.
Hakim meringankan hukuman karena pelaku "sudah minta maaf."
LBH Medan baru tahu putusan banding setelah tenggat kasasi lewat.
Menteri PPPA sendiri bilang: seharusnya masuk peradilan umum, bukan militer.
Tapi tidak ada yang bergerak mengubahnya.
Dan sekarang ibu Lenny Damanik terpaksa bawa kasus ini ke Mahkamah Konstitusi , menggugat UU Peradilan Militer , ...
......karena jalan keadilan lainnya sudah ditutup semua.
🇮🇩 A major gas fire erupted today in Gampong Blang Rubek, North Aceh, Indonesia after a village water well drilling project reportedly hit a gas pocket around 90 metres underground.
Witnesses described mud, gas, rocks, and flames blasting high into the air with some reports estimating flames reached 100 metres. At least 3 homes were heavily damaged and around 52 residents evacuated. No deaths have been reported so far.
The fire has been successfully extinguished.
Dua tersangka utama di balik kekerasan sistematis terhadap 53 balita di Daycare Little Aresha, Jogja:
1. Diyah Kusumastuti, S.E. (51), Ketua Yayasan
- Beri instruksi verbal langsung mengikat tangan & kaki anak sejak pagi hingga sore.
- Rutin datang pagi, melihat langsung, & perintahkan agar dilakukan.
- Motif ekonomi, semakin banyak anak semakin banyak uang.
- Mantan narapidana korupsi di BPR BKK Purworejo.
Ini yang diperjuangkan Andrie Yunus terhadap militerisasi yang kian mengerikan, hingga membuatnya direpresi. Di Papua, operasi militer bahkan terus melahirkan situasi mencekam.
Maka mari turut bersolidaritas dan lantangkan #KamiBersamaAndrie#PapuaBukanTanahKosong
Peringatan: Video ini mengandung deskripsi kekerasan seksual.
"Saya tidak akan berhenti untuk menuntut Fadli Zon," kata aktivis perempuan Ifa Fatia Nadia.
Ita menceritakan pengalamannya mendampingi korban perkosaan pada 1998. https://t.co/sx1LSAPghW
This takes courage…
The Strokes closed their Coachella set flashing images of the governments the CIA has overthrown, the leaders the US has assassinated including MLK 👀, the war crimes the US is committing in Iran, and the genocide Israel is committing in occupied Palestine.
Eddie Vedder of Pearl Jam on Israel: "I swear to god there's some people out there just ready to kill and go across borders and take over land that doesn't belong to them, and they should get the fuck out. We don't want to give them our taxes to drop bombs on children. No more!"
Indonesia is on track to become the world champion of tropical deforestation. Under the Prabowo administration, over 433,000 hectares were cleared in 2025, nearly double the previous year. Driven by mining and palm oil, the loss equals six times the size of Singapore.
PEKERJA SENI TERANCAM
Baru ini seorang videografer dituntut 2 tahun penjara dengan tuduhan "mark up" harga jasa.
Kata jaksanya, ide, editing, dubbing semestinya "gratis".
Kenapa tolol bgt aseli
Bocor Alus: Rumah Dinas BAIS di Melawai Raya ternyata jadi POSKO SATGAS S buat nyusun rencana nyerang Andrie Yunus.
Kemenhan konfirmasi: Itu Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola BAIS TNI. Pajak kita dipakai buat koordinasi nyiram air keras ke rakyat? Biadab.
Gak cuma 4 orang, tapi 13 ORANG terlibat. Ada tim intai, tim kondisikan jalan, sampe eksekutor. Pake aset Kemenhan, pake plat nomor bodong. Ini bukan oknum, ini OPERASI TERSTRUKTUR.
Sumber lengkap silahkan lihat :
https://t.co/BYep410a73
ALERTA! Media mengaburkan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator @KontraS Andrie Yunus.
Baca deh pemberitaan ANTARA. Kantor berita pemerintah itu dengan sengaja memuat pernyataan konyol seseorang yang katanya profesor. Tujuannya, agar pelaku penyiraman air keras dianggap oknum.
Terlihat jelas ini aksi bersih-bersih agar TNI bebas dari tanggung jawab. Lepas tangan.
Dari sudut pandang jurnalistik, berita tersebut jelas tidak netral. Isi berita full pernyataan seseorang bernama Profesor Kadri. Tidak ada narasumber lain. Subjektif.
Lebih aneh lagi, Kadri adalah dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram. Apa urgensi guru besar di bidang Komunikasi mengurusi masalah hukum? Makin jelas tanda-tanda bahwa ini berita pesanan.
Bukan cuma ANTARA. Pernyataan Kadri soal kasus penyiraman air keras Andrie Yunus juga dimuat masif media mainstream. Beberapa media nasional serempak merilis berita serupa. Mencoba melepaskan TNI dari tanggung jawab. Membuat citra TNI tetap harum.
Apa kita harus bodo amat ketika warga sipil disiram air keras oleh TNI? Apa justru kita perlu marah? Jangan mengaku peduli kalau kalian cuma diam saat membaca ini.
Gue kasih tahu fakta lebih sakit lagi. Kantor Berita ANTARA adalah BUMN di bawah pengelolaan Danantara. Siapa penanggung jawab ANTARA? Dia adalah Pemimpin Redaksi Virgandhi Prayudantoro, kader Partai Gerindra.
Duit pajak rakyat cuma dipakai nyebokin tingkah rezim Prabowo Subianto? Gaji lu dipotong tiap bulan cuma demi memoles citra pemerintah. Apa iya gak marah? Kita harus tetap waras! #MESATU