URGENT: TESSO NILO DALAM BAHAYA, TESSO NILO DALAM BAHAYA , TESO NILO DALAM BAHAYA🚨
JANJI PEMERINTAH UNTUK MENGEMBALIKAN TESSO NILO JADI KAWASAN HUTAN YANG RAMAH AKAN SATWA CUMA SEKEDAR OMON OMON.
PEMERINTAH PEMBOHONG
PEMERINTAH PENDUSTA
PEMERINTAH KALAH SAMA MAFIA
Meski Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita kebun-kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo sejak 10 Juni 2025, tandan buah segar (TBS) dari kawasan konservasi itu tak berhenti mengalir ke pabrik-pabrik di sekitarnya.
Investigasi Mongabay membuktikan: truk-truk pengangkut sawit ilegal tetap beroperasi, menembus koridor perusahaan bubur kayu, melewati batas provinsi, hingga CPO-nya tiba di kilang milik korporasi besar yang mengklaim komitmen nol deforestasi.
Di balik rantai pasok yang panjang itu, satu benang merah tampak jelas absennya sanksi terhadap pabrik penerima. Selama pembeli tak disentuh hukum, permintaan terhadap sawit ilegal akan terus ada.
Para pegiat lingkungan dan pakar hukum mengingatkan: Satgas PKH punya kewenangan dan regulasi yang cukup untuk menindak pabrik-pabrik itu, namun hingga kini pilihan itu belum diambil. Tesso Nilo pun terus menyusut.
Valid ini permainan provokasi. Terlalu kebaca.
1. KPI rilis surat larangan aksi demo disiarkan di TV.
2. Tiba-tiba TV nyiarin cuma soal halte dibakar.
3. Pendemo asli ngga punya urgensi ngebakar halte. Buat apa?
4. Api sebesar & semerata itu arson. Butuh alat dan akselerator.
Gengs, bagi yang ingin bantu Gaza, plis coba juga beliin eSIM buat mereka.
Paket data itu penting banget untuk warga Gaza, agar genosida yang terjadi di sana tetap diberitakan dan tersiar ke seluruh dunia.
A video released on the Madleen’s official Telegram channel shows the situation on board shortly before the illegal Israeli boarding.
Activists are seen preparing for interception, wearing life jackets as quadcopters hover above. The atmosphere is tense, with loud, distorted sounds broadcast over the ship’s radio.
The Madleen was carrying aid to Gaza as part of the Freedom Flotilla.
🚨AL-AQSA DALAM BAHAYA!
Ribuan Zionis merusuh di Kota Tua Yerusalem, menyerbu masuk ke Masjid al-Aqsa bersama Menteri Itamar Ben-Gvir, mereka mengibarkan bendera najis Zionis dan merayakan kejatuhan al-Aqsa!!
These are the names of Palestinian babies Israel killed before they reached their first birthday.
Unfortunately, it is likely an undercount given the number of people missing and under the rubble.
Palestinian babies are not spontaneously freezing to death. They are being deliberately subjected to conditions calculated to terminate life. In other words, they are being murdered. The cause of death is not the cold, but the genocide being perpetrated by Israel and the US.
Seorang wanita Palestina menemukan cara untuk membuat air laut menjadi tawar dan layak dikonsumsi dengan menggunakan energi matahari.
Langkah ini membawa harapan dan kehidupan kembali ke Gaza, yang dilanda krisis air karena pengepungan yang diberlakukan Zionis.
Fenomena ini juga terkait tata kelola sampah Indonesia yang amburadul.
Saya ambil Jepang (terutama Kobe) sebagai good waste governance ya.
Dimulai dari hulu, masyarakat diwajibkan untuk memilah sampah mereka terus dimasukin ke plastik daur ulang sesuai jenis sampah.
Buat apa?
MUNDUR KE BELAKANG MANA YANG ANDA MAKSUDKAN???
Suatu ketika, seseorang bertanya kepada Dr. Muhammad Imarah dengan pertanyaan yang sedikit mengejek dan mengolok:
"Saya dengar, Anda ingin sekali syariat Islam ini diterapkan, apakah Anda ingin membawa kami mundur ke belakang?"
Mendapatkan pertanyaan bernada merendahkan itu, beliau pun menjawab dengan balik bertanya:
"Ke belakang yang mana maksud Anda?
Apakah belakang yang anda maksud adalah 100 tahun yang lalu, saat Islam menguasai separuh dunia selama 500 tahun?
" Atau maksud anda lebih jauh lagi ke belakang saat dimana Dinasti Mamalik (Mamluk) menyelamatkan dunia dari ganasnya serbuan Mongol dan Tartar?"
"Atau lebih jauh lagi ke belakang saat Dinasti Abbasiyyah menguasai separuh dunia?"
"Atau ke belakang sebelumnya, di masa Dinasti Umayyah, atau sebelumnya lagi saat Umar bin Khatab menguasai banyak kawasan di dunia ini?"
"Atau di masa Khalifah Harun Ar-Rasyid, saat beliau mengirim surat ke penguasa Imperium Romawi kala itu, Naqfur, beliau menulis:
"Dari Harun Ar-Rasyid Amirul mukminin, kepada Naqfur guguk Romawi (كلب الروم)"
"Atau ke belakang saat Abdurrahman ad-Dakhil bersama pasukannya berhasil menaklukkan Italia dan Prancis? Itu jika dalam bidang politik" .
"Atau maksudmu ke belakang adalah dalam bidang keilmuan, ketika ulama Arab seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Alkhawarizmi, Ibnu Jabir, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun dll, mengajarkan dunia Arab dan dunia barat tentang ilmu kedokteran, farmasi, arsitektur, falak dan sastra?"
" Atau ke belakang maksudmu dalam hal kehormatan? Ketika seorang Yahudi kafir mengerjai seorang muslimah hingga terlepas baju abayanya sampai ia berteriak histeris, maka Khalifah Al Mu'tashim mengirim pasukan untuk membalas apa yang dia lakukan dan mengusir orang Yahudi dari negaranya. Sementara hari ini, para muslimah diperkosa sedangkan pemimpin negeri muslim hanya diam tak bisa berbuat apa-apa?"
"Atau ke belakang maksudmu saat kaum muslimin membangun universitas pertama di Spanyol yang menggemparkan Eropa kala itu, sehingga sejak itu, pakaian jubah longgar besar dari Arab itu menjadi pakaian wisuda hampir semua universitas dunia? Dan dibagian atasnya ada topi yang datar dimana dahulu dijadikan tempat meletakkan Al Qur'an saat acara wisuda?"
"Atau maksudmu ke belakang, saat Kairo menjadi kota paling indah di dunia?"
"Atau ketika 1 Dinar Iraq setara dengan 483 dolar?"
"Atau maksudmu ke belakang, saat orang-orang melarikan diri dari Eropa yang dilanda kemiskinan dan pergi menyelamatkan diri menuju Aleksandria (Mesir), atau ketika Amerika meminta bantuan Mesir untuk menyelamatkan Eropa dari kelaparan?"
"Tolong beritahukan padaku, mundur ke belakang mana yang kamu maksudkan??"
Dan si penanya hanya bisa diam, membisu tak tahu apa yang mau diucapkan.(***)
Alih bahasa: Ahmad Budiman, Lc
Dev Pecinta Ulama