Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
Skincaremu banyak, suka beli baju, suka jajan, suka jalan-jalan, semoga nanti kamu dapet suami yang kaya raya, ga pelit, bisa nyukupin semua kebutuhanmu, selalu memanjakanmu dan mewujudkan semua keinginanmu.
Banyak perempuan memilih untuk tidak bercerita tapi mereka lebih memilih tidur, posting ulang, prengat-prengut, nonton drakor, sibuk bekerja, mempercantik diri, pergi jalan-jalan, banyakin jajan. Karena itu cara mereka bertahan hidup dari dunianya yang sedang tidak baik-baik aja.
Dia wanita yang membayar tagihan bulanannya sendiri, dia membeli makanan yang dia mau sendiri, dia membeli kebutuhan apapun tanpa bantuan siapapun, dia bekerja dari pagi sampe sore, tanpa sponsor tanpa privilege. Dia independent woman yang hebat, walaupun sebenarnya dia capek.
@convomf . Mendingan urus loker deh diperbanyak. Sarat kerja gak hrs cantik, gak ada batas usia. Yg penting mau kerja yha kerja aja gitu. Biar gak banyak pengangguran.