■ KEPADA AIMAN
WITJAKSONO : INEWS TV
Kamis sore saya berada tepat di depan gerbang DPR RI.
Massa aksi mulai bubar.
Sebagian mahasiswa masih berorasi karena baru tiba.
Saya berdiri persis di samping cameraman iNews yang kameranya terpasang di tripod.
Tiba-tiba seorang perempuan berdiri tepat di depan kamera.
Wajahnya siap tampil.
Kamera pun menyala.
Saya tersentak.
Bukan karena ada orang bicara di depan kamera.
Tapi karena saya melihat bagaimana sebuah potongan emosi bisa begitu mudah diproduksi menjadi berita.
Perempuan itu kemudian diketahui bernama Melva Maria Rosa Pardede.
Ia melontarkan makian kepada warga Pati yang sudah meninggalkan DPR RI setelah menyampaikan tuntutannya.
Dimana sebelumnya ia terlihat mengumpulkan dukungan sekelompok orang dengan narasi memprovokasi dengan luapan emosi.
"Kita diberakin !!"
Lalu dia bergeser di depan camera tv.
Camera Inews tv tepatnya.
Cameraman langsung menggeser tripod sambil menyalakan kamera.
Sementara reporter perempuan menyiapkan mic yang siap disodorkan tanpa tanya mana identitas sebagai driver ojolnya.
Saya setengah geram. Karena yakin rekaman ini akan viral dan menggeser isu utamanya.
Pertanyaan saya sederhana saja : Sudahkah diverifikasi siapa dia ?
Jelas tidak dilakukan.
Benarkah profesinya seperti yang disampaikan ?
Tidak ada bukti.
Sudahkah warga Pati yang menjadi sasaran umpatan dimintai konfirmasi ?
Juga tidak ada kontak saat itu.
Sudahkah konteks peristiwanya diperiksa sebelum tayang ?.. Entah.
Aiman, kita sama sama tumbuh sebagai wartawan sejak 2001.
Masih ingatkan, jurnalistik itu bukan lomba siapa paling cepat menyalakan kamera atau menggoreskan pena.
Kamera boleh menyala dalam hitungan detik.
Catatan boleh memenuhi buku.
Tapi kebenaran tidak boleh diverifikasi belakangan.
Sore itu saya menegur langsung reporter perempuan iNews yang berdiri tepat disisi cameraman.
Saya meminta agar berita dibuat dengan lebih teliti, berimbang dan tidak menjadikan umpatan seseorang sebagai bahan untuk menggiring opini publik.
"Cek dulu dia siapa. Jangan menjadi bagian pemecah belah rakyat. Yang kita tuntut itu pemerintah yang dzolim. Penguasa yang abai pada rakyatnya dan melindungi para koruptor. Jangan geser berita memaki kepulangan teman teman warga pati. Mbak hati hati."
Kira kira itu kalimat yang saya sampaikan.
Kenapa hati hati ?
Karena saya yakin akan viral dan merusak perjuangan rakyat yang ingin negara ini adil.
Karena saya ingin wartawan memahami provokator aksi itu bisa menjelma apa saja.
Tentu saya khawatir, perjuangan rakyat akan rusak dengan cara cara negara menggeser perhatian.
Contohnya berita umpatan perempuan Melva pada Botok.
BERITA aksi bergeser : Dari tuntutan menjadi umpatan.
Dari substansi menjadi keributan.
Dari rakyat melawan kebijakan berubah menjadi rakyat melawan rakyat.
Dan ketika rakyat sibuk saling memaki, siapa yang paling diuntungkan ?
Bukan rakyat.
Saya tidak meminta media membela demonstran.
Saya hanya meminta media melakukan pekerjaan dasarnya : VERIFIKASI.
KONFIRMASI.
BERIMBANG.
Jangan jadikan kamera sebagai pengeras suara bagi siapa pun yang paling keras berteriak.
Karena wartawan bukan sekadar orang yang membawa kamera dan mic.
Wartawan adalah penjaga agar suara tidak berubah menjadi fitnah, emosi tidak menyamar sebagai fakta, dan rakyat tidak diadu dengan rakyat.
Selain tangan, nalar dan akal sehat juga harus bekerja.
Bukankah kalian juga bagian dari rakyat ?
— Nury Sybli
Aktivis. Wartawan.
#jurnalis
#liputanmedia
#inews
#ruuperampasanaset
#aksimasa
#AbieLuthfi
|
@AimanWitjaksono
(untuk muslim)
walau gue ngerti ini tweetnya sarkas, but please hati hati dengan statement semacam ini ya guys. “aku bakal seneng masuk neraka” dst. ini pernyataan yg bisa menjerumuskan ke dlm kekufuran.
neraka tuh beneran siksaan paling pedih. Rasulullah dan para sahabat sering kali menangis ketika baca ayat ayat ttg neraka saking mengerikannya.
isi neraka tuh semua siksaan yg tidak pernah terbayangkan sebelumnya. gaakan ada cewe cewe cantik wangi rambut bagus.
jgn sampai kita menganggap remeh ttg neraka. jangan. even syaithon yg terbuat dari api sekalipun tersiksa dengan pedihnya adzab neraka.
Mbah Suwarno, lansia difabel yang mendadak dicoret dari bansos PKH karena masuk desil 10🥲
Padahal Mbah Suwarno ini hidup sendiri di gang sempit. Untungnya masih kebantu uang pensiunan sebagai mantan petugas perpus kampus swasta
📌HAPUS VIDEO KORBAN BUKAN AMANKAN MEDSOS, TAPI TINDAK PIDANA!
Menghilangkan barang bukti adalah kejahatan serius berdasarkan Pasal 221 KUHP.
Jika benar terjadi bahwa video penganiayaan Bambang penjual cermin sengaja dihapus demi melindungi kelompok tertentu, tindakan itu bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan pidana berat yang merintangi keadilan.
Menutup-nutupi fakta keji hanya akan memperberat hukuman pelaku!
tebak, kenapa Allah MEWAJIBKAN semua muslim utk menuntut ilmu terutama ilmu agama?
ini. karena mahamin Quran dan hadits tanpa ilmunya jadi begini.
semua diukur hanya dari kacamata hasil. hasilnya surga. hasilnya neraka. udah. gamau belajar mahamin maknanya dan sebab datang/turunnya hadits atau ayat.
padahal islam ga mentah mentah “kamu kalo ngelakuin A, bakal masuk surga” “kalo ga lakuin B, kamu bakal neraka”
semua ada stepnya. dijelasin dulu asbabun nuzul atau asbabul wurudnya, trus dijelasin pembagiannya, dijelasin sebab larangannya, lalu dikasih tau hikmahnya dan maqoshid syari’ahnya.
belum lg soal rukhshoh rukhshohnya, pengecualinnya, kapan diperbolehkannya, batasan daruratnya, dll.
belajar deen ini emg mesti pake ‘gelas kosong’. gabisa ujug ujug belajar tapi udah punya bias dan asumsi sendiri. kosongin dulu selayaknya mau diisi. buka hati dengan niat belajar sambil minta pertolongan kepada Sang Pemilik Ilmu.
itulah mengapa ilmu harus pake adab dulu. gabisa kita mau berilmu tapi gapunya adab, apalagi adab terhadap Pencipta.
In response to the severe forest fire damage in Indonesia’s Kalimantan, at the request of the Government of the Republic of Indonesia, Japan has decided to support firefighting operations with JSDF helicopters as part of international disaster relief activities.
Lihat videonya, heran kok tutup karena alasan enggak ada anak muda yang mau bekerja di peternakan?
Lihat komentarnya, eh ternyata masalahnya ada pada warlok dan ormas setempat yang tidak mau ada pekerja dari luar daerah, tapi mereka pilih-pilih pekerjaan sampai usaha peternakannya tutup.
Btw, kira-kira kenapa anak mereka lebih memilih tinggal di Australia daripada bertahan mengurus peternakan yang sudah jelas-jelas stabil, ya?
Ada sebab lain sepertinya; ketidakpastian hukum dan banyaknya pungutan liar atau masalah-masalah klasik lainnya, misal.
📌TRUK GRIB MASUK TOL VIA GERBANG KEDOYA
PT Jasamarga masih bungkam soal ijin
Video viral memperlihatkan massa yang disebut berasal dari GRIB Jaya masuk ke jalan tol melalui Gerbang Tol Kedoya.
Hingga kini, PT Jasa Marga belum memberikan penjelasan terkait izin truk terbuka dan sepeda motor yang membawa massa masuk ke jalan tol.
Komisaris Utama Jasa Marga saat ini adalah Juri Ardiantoro, yang juga menjabat Wamensesneg.
Seorang penjual cermin, Bambang Setiyawan, tewas saat kericuhan pasca-demo di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (27/08).
Istrinya, Sudarsi (56), menceritakan bagaimana mereka mencari Bambang sampai ditemukan sudah meninggal dunia.
surat terbuka dari netizen untuk menteri meutya:
- dia nanya kenapa video kejah4tan ormas yang di-take down
- dia bilang korban di pejompongan namanya pak b
- bukan perusuh atau pendemo
- katanya pak b cuma pulang dari rs buat mandi
- terus mau balik lagi jenguk kerabat yang opname
- tapi dia tew4s ditend4ng diinj4k dan digebuk1 pake kayu
- dia nanya tajam ke meutya hafid
- apa dia mentingin kemanusiaan atau cuma nurut ke kekuasaan