#Artavio
I've fallen in love with Octavio's singing voice since day one (and his overall contents too!) so I feel like I HAD to draw him, but i didn't have the time until recently ahah;;
Anw, I will def draw him a lot more in the future (Omen)
Oleh karena itu ya adik adik… jaga ketikan saat bersosmed. Kita ga bisa kontrol reaksi orang lain terhadap ketikan kita, makanya biasakan mikir sebelum ngetik, pikirin konsekuensinya!
Ga bisa kita ngontrol orang “jangan normalisasikan mencampuri masalah pribadi sama kelompok yang ga terkait” NO NO- dunia ini tidak hitam dan putih doang ya adik adik 😁☝️
🎧Lo-Fi Album Release🎧
The HOLOSTARS English Lo-Fi Album is now out on YouTube!
Get into your pajamas and chill out together with your oshi to these relaxing beats!
🔽Listen below🔽
https://t.co/yHrIrVLqs1
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip.
Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain.
Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan.
Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah.
Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat.
Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural.
Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri.
Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu.
Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan.
Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja.
Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima.
Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan.
Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana.
Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka.
Suara kita adalah suara mereka.
Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan.
Bareng-bareng yok.
----------
Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
- BANTU KAMI PERTAHANKAN SEWA RUMAH AMAN -
Rumah Bulan sedang sangat membutuhkan bantuan kamu!
Karena kendala dan urusan terkait BPJS dan kasus - kasus berat di awal tahun kemarin, uang kas kami habis terkuras. Biaya operasional kami melonjak karena kenaikan harga - harga kebutuhan, dan harga sewa rumah aman yang ikut naik. Permintaan bantuan semakin banyak, sumber daya tenaga, dan dana yang terkumpul, justru semakin berkurang. Kami mengusahakan segalanya untuk dapat terus bertahan.
Tapi bulan April kemarin, biaya sewa 2 rumah aman utama kami habis, jumlahnya 62 juta untuk sewa 2 rumah. Kedua rumah ini adalah rumah aman utama kami, dengan masing - masing 6 kamar, mampu menampung 12 keluarga. Kami amat sangat membutuhkan rumah ini. Hingga saat ini, pembayarannya masih kami cicil, karena dana yang ada belum mencukupi.
Ada banyak kendala di lapangan yang tidak bisa kami jabarkan di sini, namun yang pasti, beban operasional kini sudah terlalu berat untuk ditanggung. Di satu sisi, mempertahankan para pendamping, penjaga, dan tenaga ibu asuh bagi keluarga dan anak - anak kami, juga menjadi prioritas bagi kami.
Tapi bagaimanapun, keluarga kami tidak bisa kehilangan rumah untuk yang kesekian kalinya. Bantu Rumah Bulan mempertahankan rumah aman utama kami.
I never want to talk about politics here but.... wow, Indonesia. keep going, and we'll surely got into bankruptcy in no time.
(I only checked USD & CNY bcs I check USD daily, and CNY bcs I buy my merchs from CN).
..... damn.
I’M HOLOSTARS FAN PLZ PLZ PLZ COME TO OUR UNOFFICIAL WORLDWIDE CUPSLEEVE EVENT ˙⋆✮
📅 When: Saturday, June 6th, 2026
📍 Where: Multiple locations across the world!
✮⋆˙Join us for a Holostars takeover featuring various fun activities all day! ˙⋆✮
ini salah satu alasan knp aku nggak pernah mau bikin gambar char couple dan nggak mau punya OTP lagi di fandom manapun, aku sudah terlalu tua untuk lihat perdebatan ship shipan enih 😹
Controversial take maybe but taking "(insert character) is implied to be (insert trait)" as canon is stupid
For example saying Nefer is implied to be a lesbian and using that to shame/critize anyone shipping Nefer with a male character
Okay cool headcanon, that still doesn't make her a canon Lesbian and it's still totally fine to ship her with a male character
Implication =/= explicitly said/confirmed/canon
People treat their headcanons like actual canon way too much