Fakta yang sungguh mengejutkan..!!
Ini catatan seorang jurnalis yang melakukan investigasi ke proyek Pagar Laut kawasan PSN PIK2 Tanjung Pasir.
Salah seorang warga Kampung Pasir bernama Adi berkata, “Warga Kampung Pasir sudah lelah melawan. Mereka juga ketakutan. Ia menuturkan, tak sedikit warga yang berunjuk rasa di masa lalu ditangkap. Yang terakhir ditangkap karena bela nelayan baru keluar bulan delapan tahun lalu,” ujarnya.
Menurut warga Tanjung Pasir lainnya, Yani, “Pagar laut itu sedianya lebih tepat disebut tanggul. Tanggul tersebut kedepannya akan diuruk. Bukan pemagaran, nggak ada cerita laut di pagar, sejak kapan laut dipagar..?. Sebenarnya itu pembuatan tanggul dimana tanggul itu adalah batas rehabilitasi yang akan dipekerjakan oleh pengembang,” katanya.
“Makanya ada relokasi itu jelas bahwa ini tanggul menjulur ke permukaan sekian meter ke sekian meter, nah nanti direhab pengerukan dan sebagainya itu area pengusaha, pengembang,” imbuhnya menambahkan.
Pemagaran di laut memang tak lama setelah pemerintah Presiden Joko Widodo menetapkan 14 PSN baru melalui Rapat Internal dengan menteri terkait di Istana Negara pada 18 Maret 2024 lalu.
Panjang proyek PSN itu merentang sejauh 42 kilometer di pesisir utara Tangerang. Dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 24 Maret 2024, PSN di PIK 2 bernilai investasi Rp 65 triliun. Entah berapa kali lipat keuntungan pengembang nantinya, karena dengan investasi Rp.65 triliun itu, tanah-tanah rakyat hanya dibayar dengan sangat murah.
Pemerintah awalnya berdalih bahwa tak ada pagar laut yang dibangun di wilayah PSN. Meskipun demikian, faktanya pagar-pagar laut ditemukan di perairan sepanjang wilayah yang nantinya jadi lokasi proyek tersebut.
Namun setelah diviralkan di media sosial oleh nitizen, fakta itu terungkap ke publik dalam dan luar negeri. Pemerintah pun akhirnya bersuara juga secara resmi mengakui keberadaan pagar tersebut dan mengumumkan temuannya.
Merujuk temuan pemerintah pusat daerah, pagar-pagar laut ditemukan di perairan tiga desa di Kecamatan Kronjo (lokasi Zona E), tiga desa di Kecamatan Kemiri (lokasi Zona E), empat desa di Kecamatan Mauk (lokasi Zona E), satu desa di Kecamatan Sukadiri (diapit lokasi Zona E dan Zona B), tiga desa di Kecamatan Pakuhaji (lokasi Zona B), dan dua desa di Kecamatan Teluknaga (lokasi Zona B).
Seperti biasanya, setelah viral dan fakta terungkap, muncul pula kelompok nitizen medsos yang membela proyek pemagaran itu. Bahkan tiba-tiba muncul klaim dari kelompok tertentu yang pasang badan mengakui sebagai pelaku pemagaran laut tersebut.
Tak sampai disitu, fakta diwilayah pun terbentuk kelompok masyarakat yang berbeda pandangan. Sebagian ada yg memandang dengan sinis pengembangan PIK, tapi belakangan ada kelompok lainnya yang membela. “Jadi percuma kami melawan. Yang dilawan ini tetangga-tetangga sendiri,” ujar salah seorang warga.
Bagaimanapun, semua warga dan nelayan sepakat bahwa pagar laut yang muncul belakangan terkait dengan pengurugan untuk perluasan PIK 2 dan PSN.
Bambu-bambu untuk pemagaran tersebut dilarung di salah satu sudut kampung. Dibentuk seperti rakit-rakit, kemudian ditarik dengan perahu sekitar satu kilometer ke tengah lautan. Di lautan, para kuli dengan sigap menancapkan bambu-bambu tersebut ke dasar laut. Para kuli dibayar Rp.60rb hingga Rp.65rb untuk permeter pagar yg dibangun.
Saat jurnalis media itu menyambangi Pulau Cangkir pada Kamis (9/1/2025), masih ada sisa-sisa bambu yg tak terpakai. Beberapa tergeletak begitu saja tak ada yang menyentuh. Warga sempat diperingatkan agar tidak mengambil bambu yang tergeletak. “Jangan macem-macem disitu, jangankan ngambil banyak ngambil sebatang aja bisa kena kasus,” katanya sambil menirukan imbauan dari petugas yang berada dilokasi.
“Jangan ditulis nama saya, takut dilaporin,” ujar seorang warga setempat kepada sang Jurnalis.
Ketakutan untuk dikutip namanya sudah merata dimengerti oleh warga kampung. Mereka sepemahaman soal bahayanya.
Artikel remeh temeh tentang menghapus salah satu halaman di PDF pun ane tulis
Ternyata teman2 @PNS_Ababil di PTN Jogja ada yg masih belum tau
Jadi baca aja rutin webnya...
Semua artikelnya bermanfaat kok..walopun tidak sekarang
https://t.co/PrqGCAh4GL
Kamis, 25 Juni jam 3 pagi dikabarin ternyata mama positif covid.. akhirnya mama sama papa di jam 4 udh berangkat ke rumah sakit.. knp papa ikut? Papa harus swab juga buat ngeliat hasil papa positif atau engga karena mereka sekamar
Kakakku suami dan aanaknya swab jam 8 pagi
Kawan2 semua, saya Susi Pudjiastuti bukan siapa2 dan tidak harus jadi siapa2 selain diri saya. TAPI ..
1. Kapal ikan ex asing/ asing dijinkan tangkap ikan lagi di Indonesia: NO NO NO
2. Trawl/ Cantrang diijinkan resmi : NO NO NO
3. Penangkapan bibit Lobster : NO NO NO
👆👆👆
Umur cuma angka, wajah dan fisik cuma perspektif.
Pada akhirnya; yang menggenggam hatimu adalah dia yang memelukmu erat saat kamu bahkan tidak menginginkan dirimu sendiri dan dia yang menatapmu penuh cinta saat rambutmu kusut masai dan make-upmu sudah terhapus bantal.