Gini doang aku nangis 🥺🥺selemah itukah hati dan air mataku ya tuhan 😭
Kemunculan Sang Proklamator Bapak Presiden Pertama Republik Indonesia ( Ir Sukarno).
Umur 18, kita marah ketika ayah memukul & menegur, krn kita belum memahami kerasnya kehidupan.
Umur 28, setelah melewati berbagai ujian hidup, kita mulai belajar sabar & perlahan memahami mengapa ayah dulu begitu tegas.
Umur 38, kita mulai tersenyum mengingat masa lalu, krn pengalaman membuat kita mengerti bahwa setiap teguran ayah punya alasan.
Umur 48, kita akhirnya sadar kerasnya ayah dulu mungkin adalah cara cintanya mengajarkan kita menjadi kuat, bertanggung jawab & memilih jalan yg benar.
18 tahun kita melawan, 28 tahun kita belajar, 38 tahun kita memahami, dan 48 tahun kita menyadari.
Hidup mengajarkan, jgn menunggu ayah tiada utk memahami kasih sayangnya. Krn ketika suaranya sudah tak terdengar, yg tersisa bukan lagi rasa sakit dari pukulannya, tetapi penyesalan krn belum sempat berkata:
“Ayah, terima kasih. Sekarang aku mengerti.” ❤️
Klo hari ini ayah masih ada, peluklah. Minta maaf jika pernah melawan. Ucapkan terima kasih, meskipun terlambat.