Jika ditelaah dari keilmuan islam, "perang" dengan jalan militer dan pemikiran berkaitan erat tentang sifat almiah manusia (nas/insan) yaitu : kudarat (kuasa) dan iradat (kehendak). Dari kuasa akan melahirkan kekuatan dan dari kehendak akan melakirkan pemikiran.
Jomlo dan non jomblo keduanya sama2 berlandaskan "komitmen hati" terhadap pasangan, dan cara implementasi komitmen yg akan menentukan hasil, menjadi jomblo atau tidak. Jangan ada dusta diantara "kita"... ๐
Tapi Tan jomblo sampai meninggal. Duluuu...duluu...duluu banget pas masih suka nggelandang di lapangan..pernah mengkhayal jd bujangan sampai mati. Makanya gak pernah punya pacar. Tp setelah punya pacar, aku baru sadar: asyiik juga. Aku jomblo yg sadar๐๐
@hmskaban Sesuatu tjd krn ada ksepakatan (sbelumnya) yg dilakukan atas nama HUKUM. Tentu, jk ada pelanggaran ksepaktan yg tlh disetujui brsama, mk akan adapula konsekwensi akibat planggaran ksepakatan. Dan konsekwensi itupun dispakati brsama. Dan bro smith men-ttd kesepakatan sbl asimilasi
Lalu agar individu manusia menghasilkan seauatu yang bisa dikatakan, bisa dilihat dan bisa diperdengarkan, maka diperlukan pengaktivasian suatu yg real pada individu manusia itu sendiri, yaitu ilmunya (pengetahuan), kekuatannya dan kehendaknya (pemikiran).
Penghadangan pemikiran karena fanatisme lahir karena ketiadaan ilmu (pengetahuan), sebab ilmu maknanya tau 2 perbedaan. Dengan mengetahui perbedaan tsb, barulah bisa terjadi kesatuan realitas.
@chicohakim Basic ilmu (pengatahuan) / sain - tidak didasari penerimaan pemberian, namun lebih pada proses gerak - guna menghasilkan sesuatu. Menerima (pemberian) berpotensi besar menghambat perkembangan sain/ilmu (pengetahuan) dengan segala kegunaannya.
Atas dasar ilmu pengetahuan yg menghasilkan teknologi, Nazi Hitler menjajah negara lain.Apakah berbeda keberhasilan teknologi negara luar kini tidak akan menjajah negara lainnya ?... saat ini gencar disuarakan narasi pemerintah (indonesia)....