aku ketemu satu video dari Vinh Giang tentang How to Actually Be Confident, isi videonya jelasin cara melatih sifat SHY ke CONFIDENT❗️
yg bikin menarik, Vinh dulunya juga super pemalu tp bisa jadi communication coach yg ngajarin jutaan orang👏
cocok buat kalian yg merasa PEMALU dan GA PEDE! ayo baca thread ini🙌
LUCKY BANGET NEMU WEBSITE LATIHAN TOEFL GRATIS YANG ADA LATIHAN SOAL DAN ESSAY WRITINGNYA‼️
ADA MATERI FOR KIDS, ADULTS (EXAM: TOEFL, GRE, SAT), VOCAB, DLL MASIH BANYAK AND THIS IS 💯% FREE!
Aku setuju dengan statement ini:
"Bahwa hidup akan jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. Not everything is our attention, not everything deserve our energy. Ada banyak hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa harus selalu kita dengar, kita bahas, ataupun kita lihat".
Dan Koe bilang lo bisa belajar apapun dalam 2 minggu. Ga sampai jago tapi lo bisa jadi lebih baik dari kebanyakan orang.
Gue setuju sama ini. Tapi kebanyakan orang gak tau gimana caranya belajar secepat itu. Mereka buka YouTube, nonton 50 video random, ngerasa produktif, tapi 2 minggu kemudian gak inget apa-apa.
Ini cara lo bisa belajar skill baru dalam 2 minggu:
Ini nasihat bagus bgt:
Berhenti nyalahin diri sendiri atas keputusan yg kamu buat waktu dulu, pas masih kurang pengalaman.
Soalnya ada beberapa hal yg baru bisa dipahami setelah bener2 ngalamin.
Banggalah dgn apa yang udah kamu pelajari, bukan merasa malu kapan kamu belajar itu.
Melihat sesuatu dari sudut pandang yg berbeda sekarang sebenarnya hal yang bagus.
===
Apa pengalamanmu yg kadang bikin malu kalau dibahas?
Pernah merasa "Duh, kok saya bego banget ya?" saat di kelas, atau saat meneliti atau saat menghadapi kasus yang sulit?
Paper dengan judul "The Importance of Stupidity in Scientific Research" mencoba membedah fenomena tersebut.
Banyak orang mengira sains itu soal "pasti tahu". Padahal, sains itu sejatinya justru dibangun dari rasa "ketidaktahuan".
Tulisan Martin Schwartz, “The importance of stupidity in scientific research”, adalah bacaan wajib bagi mahasiswa dan peneliti.
Kenapa?
From woman to woman
menurut kalian, gimana cara self improvement biar lebih naikin value as highclass woman
aku mau upgrade diri tapi bingung mau mulai dari mana🥺
THANKS PAK PRABOWO
semenjak indonesia dipimpin bapak banyak sekali rekor sejarah terpecahkan.
1. kurs usd/idr hampir rp 17.200. paling terpuruk dlm sejarah.
2. utang jatuh tempo di 2026 sebesar rp 833 t. tertinggi dalam sejarah.
3. defisit apbn paling lebar dalam sejarah. dan semua rekor ini terpecahkan
hanya dalam waktu 1.5th saja. keren, pak
DAY 3 BELAJAR SAHAM
“Gimana sih steps aku trading saham?”
Seperti biasa, akan aku jadikan thread dan di akhir thread akan aku cantumin thread belajar saham yg lain :)
FIRST OF ALL, ini serius
Biasakan diri sebelum pencet buy tuh bismillah dulu hehe
1. Sebelum jam 9
Biasanya tuh aku catet dulu stock pick yg beredar di twittwr, ada banyak biasanya yg suka share stockpick. Fungsinya tuh buat compare sama screener harian aku biasanya, btw screenerku tetep sama yaa.
2. Jam 8:50
Aku biasanya cek IEP dan catetin sekitar 20 saham yg IEP nya naik di angka 5-10%. Sekali lagi buat aku compare in ke screener tadi. Kondisi meja depanku tuh isinya coret”an saham IEP, IPAD sama TUMBLR 🤣
Biasanya yg sering ARA, sahamnya aku lingkarin gtu~
3. Jam 9 screening kan muncul saham yaa.. nah aku liatnya tuh urutan no 1 sampe no 5. Misal contohnya ini yaa.. aku pilih saham yg sering ARA kek Bell sama Yelo ini (btw ini tuh prosesnya cepet bgt yaa) mangkanya biasanya aku screening pake IPAD, nah hpku langsung cari emitennya
Apakah benar kesuksesan hidup kita benar2 ditentukan oleh kemampuan berbicara, menulis, dan kualitas ide.. dlm urutan itu?
Pertanyaan ini langsung menyentuh saya, krn selama ini saya merasakan sendiri betapa sulitnya mengeluarkan isi kepala ketika komunikasi verbal menjadi kendala. Ide2 tentang fisika teori, AI, kuantum, atau apapun tentang alam semesta sering berputar2 di otak, tapi sulit sekali disampaikan dgn jelas sehingga orang benar2 bisa mendengarkan dan memahami.
Saya ingat betul saat mentor saya menyarankan dgn tegas: “Kamu harus belajar menulis dan belajar bicara.. terserah mana dulu. Kalau kamu belajar menulis dulu, pada akhirnya kamu tetap harus belajar bicara. Itu cara terbaik untuk mengeluarkan apa yang ada di kepalamu.”
Saran itu bkn sekadar motivasi, tapi kebutuhan. Krn tanpa kemampuan menyampaikan, ilmu yg kita miliki.. sekaya apa pun, hanya bisa digunakan sendiri bahkan bisa hilang begitu saja, seperti informasi yg terserap ke dlm kekacauan entropi tanpa ada usaha untuk menjaganya tetap teratur.
Dari situ, saya mulai mencoba belajar dan berlatih menyusun kalimat, merangkai argumen, hingga mencoba berbicara di depan orang meski awalnya terasa kaku.
Lalu melalui seorang teman yg kebetulan ke MIT, saya diberi kuliah legendaris dari Prof. Patrick Winston di MIT berjudul “How to Speak” pada akhir 2023.
Prof. Patrick Winston, seorang profesor komputer dan AI yg mengajar mata kuliah yg sama selama lebih dari 40 tahun, katanya selalu membuat ruangannya penuh sesak setiap Januari.
Meski beliau sudah tiada sejak 2019, rekamannya masih ada gratis di MIT OpenCourseWare dan YouTube.
Dlm kuliah itu, Prof. Winston langsung membuka dgn pernyataan yg tajam: kesuksesan hidup kita sgt ditentukan oleh kemampuan berbicara, kemampuan menulis, dan kualitas ide.. secara berurutan. Bkn IPK, bkn latar belakang, bkn pula seberapa tinggi IQ kita.
Beliau punya kerangka yg praktis dan saya coba terapkan. Mulai dgn “janji pemberdayaan”.. katakan di awal apa yg akan didapat pendengar, agar mrk punya alasan untuk tetap mendengarkan.
Gunakan teknik 5S: Symbol, Slogan, Surprise, Salient, Story.
Jgn langsung ringkas apa yg sdh dikatakan, tapi berikan kontribusi baru.
Dan yg paling berkesan bagi saya adalah “near miss” >> tunjukkan bkn hanya yg benar, tapi juga yg hampir benar tapi salah. Kontras itu membuat pemahaman lebih melekat, mirip cara kita memahami hukum termodinamika: baru benar2 mengerti entropi setelah melihat betapa mudahnya segala sesuatu menuju kekacauan jika tdk ada upaya menjaga keteraturan.
Saya sdh mencoba menerapkan sebagian kerangka ini dlm tulisan2 tentang fisika dan AI yg saya buat. Hasilnya memang berbeda.. sebagian orang jadi membaca sampai selesai, dan kdg bertanya lebih dlm.
Meskipun verbal masih menjadi tantangan, menulis utas, buku, dan artikel membantu saya “mengeluarkan” isi kepala dgn lebih terstruktur.
Panah waktu memang bergerak 1 arah.. semakin lama kita tunda untuk belajar menyampaikan ide, semakin sulit mengejarnya.
Warisan Prof. Winston mengingatkan saya bahwa ilmu paling hebat sekalipun akan sia2 jika tdk ada yg menangkao dgn sungguh2. Dan untuk itu, kita perlu terus berlatih.. menulis, berbicara, dan menyusun ide dgn lebih baik.
Terima kasih juga kpd mentor sebelumnya yg bkn hanya mengajari saya menulis dan bicara, tapi mengajarkan saya segalanya.
Kamu sendiri pernah merasa ide atau pemahamanmu sulit disampaikan ke orang lain? Atau sdh punya cara sendiri yg efektif?