haloo guys, barter kuesioner yuk, aku butuh responden 150-an lagi Kriterianya:
β’ Usia 12-25 tahun
β’ Pengguna media sosial
Langsung dm aja yah ππ»ππ»
messy. Karena hidup itu bukan tentang mengontrol setiap hal, tapi tentang bagaimana kita bereaksi ketika rencana berubah. Dan yang sering kita lupa? Semua hal baik butuh waktu. So, next time kalo dirasa dunia ga sesuai rencana, coba tanya: "apa yang bisa aku pelajari dari ini?"
Setiap perjalanan ngajarin kita buat ga terlalu ngontrol segalanya. Ada momenmomen di mana kita harus belajar nerimanerima kalau ga semua hal bisa berjalan sesuai rencana. Pernah ga, capek banget karena terus maksa semua harus perfect, harus sesuai ekspektasi? Tapi, life doesn't
always work like that. Dan itu nggak apa- apa.
Sometimes, letting go itu bukan berarti nyerah, tapi percaya. Percaya kalau apa yang nggak bisa kita genggam hari ini, mungkin emang bukan buat kita. Trust the process, even when it feels messy.
Sebelumnya aku berpikir kalo komunikasi adalah kuncinya. Sampai akt menyadari bahwa pemahaman adalah kuncinya.
Its all about understanding, kamu bisa mengomunikasikan semda hal yang kamu ingin dengan seseorang,
tapi kalau mereka ga paham sama kamu, its silent chaos
Apa bagian terdalam dari kekecewaan?
DIAM
Tidak ada marah,tidak ada teriakan,tidak ada protes,tidak ada merajuk,tidak ada merengek,tidak ada tangis,tidak ada minta penjelasan.
Semuanya whiling setelah sikapmu yang semaunya.
seirinh berjalannya waktu, pada akhirnya kamu akn menyadari bahwa apa yang hilang darimu itu bukaah suatu yang berharga.
tapi kamu saja yang terlalu berlebihan dalam menilainya
mereka bilang manusia akan selalu dihadapkan oleh dua pilihan. mau pergi atau tidak ke mana-mana. mau berhasil atau gagal. mau jujur atau bohong. tapi yang berhubungan dengan jatuh, tak ada pilihannya.
βaku jatuh cintaβ
bahwa akan ada satu orang yang membuatmu merasakan perasaan-perasaan yang tidak biasa, yang aneh,yang ketika org bertnya kamu alan menjawab dengan: nggak tahu, bingung.
perihal doa,
kamu memang berbisik ke bumi
tapi suaranya menggema di langit
memang tidak semua yang dikatakn akan diwujudkan
tapi tuhan tau,mana yang lebih perlu
Gue juga berdarah darah, gue juga kesepian,gue juga berusaha. Sampai akhirnya gue terbiasa. Terbiasa membiarkan keadaan menyalahkan gue hingga gue lupa bagaiamana rasanya menjadi seseorang yang di anggp benar. Yang dihargai perasaannya,yg diaspresiasi keberadaannya.
Seingin apapun gue untuk mengharuskan keadaan, menjadi tameng atau membela diri gue sendiri, sejatinya gue teramat sangat lelah. Gue lelah untuk terus menurus membuat diri gue terlihat lebih baik di mata orang lain. Gue lelah untuk memberi tahu mereka kalau gue juga berjuang,