💚 ketiga gubernur udah tetapkan status darurat bencana, tapi BNPB belum tetapkan bencana darurat nasional.
- gubernur aceh dari 28 november
- gubernur sumut dari 27 november
- gubernur sumbar dari 25 november
Pagi ini ada seorang kawan yang nelpon mimin panik mencari kabar keluarganya di Aceh yang hilang kontak sejak banjir. Dia nanya apakah mimin punya kontak jejaring relawan di sana.
Kawan mimin ini bukan aktivis atau orang yang tiap hari ngomongin isu negara. Cukup pekerja kantoran yang hidupnya normal-normal saja.
Sayangnya, mimin gak bisa bantu dia karena belum punya jaringan sampai sana.
Dan di titik ini semuanya jadi kerasa banget: Hal sesederhana kita bisa menghubungi orang yang kita sayang pun ternyata tidak bisa lepas dari politik.
Di negara yang presidennya jelas-jelas ngeremehin dampak deforestasi dengan ngomong, "Ke depan kita harus tambah tanam kelapa sawit. Nggak usah takut apa itu katanya membahayakan, deforestasi. Namanya kelapa sawit, ya pohon ada daunnya dia menyerap karbon dioksida."
Lalu motong anggaran BMKG, Basarnas, dan BNPB untuk proyek negara yang ngeracunin banyak anak di Indonesia: MBG.
Terus kalau kita memprotes dan ngekritik segala ke(tidak)bijakan tersebut — malah bakal dicap sebagai 'wahabi lingkungan', dilindas, diburu, dibunuh, dipenjarain, dianggap kriminal dan musuh negara.
Dan jangan lupa, segala bencana alam yang terjadi serta kegagalan pemerintah untuk menangani dan MENGHINDARINYA — juga dibarengi dengan penangkapan dua aktivis lingkungan dan HAM yang selama ini mengadvokasi dan memperjuangkan ketahanan lingkungan hidup kita semua: Dera (staff Walhi Jateng) dan Munif (Aksi Kamisan Semarang).
Jadi ini saatnya kita rekam dengan baik di kepala kita:
Walaupun isu-isu politik ini terasa begitu jauh dari kehidupan kita, tapi segalanya yang hari ini kita perjuangkan bareng-bareng, akan menentukan apakah besok kita bisa mengangkat telepon untuk sesimpel bertanya, "Mom, are you okay?"
Critically endangered Sumatran elephant dies from blood poisoning after being ensnared near an oil palm plantation.
(https://t.co/yDsfG3ezyH)
(https://t.co/z6j89TjXr0)
(https://t.co/84B7gJuyp3)
(https://t.co/cchbNe4mxv)
dulu w ngajar anak esde ada soal
"i can smell with my...."
dia jawabnya lips 🥲 karena dia translate literal jadi "aku bisa mencium dengan bibir" 😭😭 padahal smell cium bau tapi dia ngiranya cium kiss 😭😭😭😭
MR residen, kan, pake bahasa Inggris.
Suatu pagi, ada junior yg presentasi. W bingung pas baca narasi anamnesisnya.
"The patient has had watery chapter for the past 3 days, around 4-5 times a day."
WATERY CHAPTER ITU APA?!
Ternyata BAB cair.
😭
[Semua krn google translate]
Dua Lipa:
“I am willing to take backlash over support for the Palestinian cause. I don’t care if I’m harassed, blacklisted, or denied work opportunities… the cause is bigger than me.”
korean celebrities literally sold their souls to the entertainment industry. they stand for absolutely NOTHING, can't speak up for social justice, feminist issues, genocide, they can't even call out the rise of fascism in their country. just puppets who sing, dance and act.
“Whichever one of your kids wants to make a big bag of Rupiah have them give me a call.”
— Jimmy Kimmel jokes on Prabowo’s attempt to ask Trump if he could meet Eric during a hot-mic moment.
you can fool your self by saying that it was for dakwah. but, israel use you as a symbolism on how moeslim getting closer to israel to justify that hamas is terrorist and palestinian deserve the genocide.