paham kan yaa kenapa dalam alquran diceritakan secara past tense.. peristiwa isramiraj pun Rasulullah bahkan sudah melihat para penghuni neraka dan surga.. karena kuasa Allah memberikan keajaiban terhadap Rasulullah di malam itu untuk melawan konsep waktu itu sendiri...
Intinya, masa lalu, saat ini, & masa depan itu semuanya SUDAH terjadi
Makanya masuk akal klo Nabi bisa ngasih tahu bbrp hal di masa depan yg sebagiannya sdh trjadi, sebagian lainnya masih nunggu utk terjadi.
Means, kiamat telah terjadi, surga & neraka jg sudah ada yg menghuni.
Jadi makin ga heran klo Nabi sudah bisa melihat bbrp penghuni neraka saat mi’raj, padahal kiamat bagi kita skrg aja belum terjadi.
Bisa aja Nabi diberangkatkan menuju masa depan (semacam perjalanan waktu) oleh Allah.
Dan ini sangat mungkin dipahami dlm kerangka konsep waktu yg kita kenal di atas tadi: higher dimension bisa mengakses space-time di dimensi kita.
Space and time reconstructed in 4D
Is this how higher dimensional beings see us - every moment at once?
Starting to understand what Vonnegut meant by humans being “great millipedes” - clearly it applies to our four legged friends too!
Geolocated 2d video → per frame 3d gaussians → each left precisely where & when it happened
skrg aku tau kenapa kita dianjurin jam 10 malem udah harus tidur, karena kalau begadang sampe jam 2 pagi nnti penyakit “wondering was wrong with me and begging someone in my life” nya kumat
Dunia belum jahat kalo lu belum pernah ngerasain gimana gemeternya pas tau pasanganmu asik sama orang lain dibelakangmu dan lu cuma bisa diem dan parahnya kejadian itu terus muter diotakmu setiap harinya.
Ada!
Berikut tips ala-ala aku
1. Terimalah kenyataan
2. Buat daftar sikap buruknya yg bikin kita kecewa
3. Batasi aksesnya (no contact, ga buka medsosnya, ga liat barang² yg berkaitan dgnnya)
4. Jgn dengerin lagu galau
5. Klo kepikiran orang tsb, sadari dan biarkan berlalu
Kita justru menghancurkan hubungan yang sebenarnya kita takut kehilangan.
Relationship sabotage tuh ga melulu soal sengaja nyari ribut. Kadang bentuknya malah milih ngejauh (avoidant parah), gampang nyerah, atau stop effort saking takutnya ujung-ujungnya bakal disakitin juga.
Ternyata ada 3 pola utama kita nyabotase hubungan. Defensiveness, trust difficulty, sama lack of relationship skills. Intinya sih dikit-dikit ngerasa diserang terus bawaannya defensif, trust issue mendarah daging (dikit-dikit overthinking atau cemburu buta), dan literally clueless gimana caranya ngadepin konflik dengan sehat.
Kadang apa yang kita kira sebagai coping mechanism buat ngelindungin diri, eh jatohnya malah jadi bom waktu yang ngancurin hubungan pelan-pelan. Risetnya juga nge-spill kalo pola-pola ini relate abis sama insecure attachment yang bikin vibes hubungannya makin drop.
Terus how to stop this cycle? Bukan berarti kamu harus maksa jadi pasangan green flag tanpa celah ya. Tapi lebih ke naikin self-awareness buat ngenalin red flag di diri kita sendiri.
Belajar buat gak langsung tantrum atau defensif pas dikritik, berani ngasih trust tanpa jadi controlling freak, dan biasain komunikasi sampe clear bukan malah ngasih silent treatment. Pelan-pelan mulai upgrade relationship skills dan healing insecure attachment kita. Biar kita gak kejebak muter-muter di toxic cycle yang itu-itu aja.
I think semua yang umurnya 30an dan masih single mesti punya temen online dari hobi yang sama (no minors). Most of temen RL kita udah pada punya keluarga, hangout sesama yang udah berkeluarga. You, internet friends have no idea that you might have saved someone from loneliness 🥺
kebaikan itu “long-term asset”, bosen itu solvable problem/bkn fixed condition. bisa diatasi dgn komunikasi dan nyari novelty dgn melakukan shared-activities.
for self-expansion, you will grow better in a kind environment than in hostile one 😗👍🏻
temen2 maaf bad news. tapi aceh dan NTT blm pulih, pembakaran hutan di kalimantan dan sekitrnya blm usai, darurat ispa, banjir di solok, krisis air bersih, BBM langka, pemadaman listrik bergilir, raja ampat mulai dikeruk lagi dan kasus keracunan mbg bertambah. kami menolak lupa!
INFORMASI PENTING 🚨🚨🚨
LBH JAKARTA mengeluarkan Buku Saku berjudul “Hal yang Harus Kamu Tahu Ketika Ditangkap Polisi”.
Buku saku ini menjelaskan secara sederhana cara kerja sistem peradilan pidana, arti tindak pidana dan upaya paksa, serta alasan hukum dan HAM dibutuhkan untuk membatasi wewenang aparat. Pembaca juga diajak memahami haknya saat ditangkap atau menghadapi upaya paksa lain.
Tujuannya jadi bekal bagi siapa pun yang berhadapan dengan aparat. Memahami hak penting bukan hanya bagi orang yang sedang diproses hukum, tetapi juga agar peradilan pidana tetap adil dan tidak sewenang-wenang.
UNDUH DAN SEBARKAN‼️