@tanyakanrl Kurang lebih kondisinya sama
Aku pribadi biasanya kalau lagi suntuk dan ada keinginan buat main keluar, pergi ke daerah kota sendirian (posisi saat ini ada di kabupaten yang jaraknya ± 40 menit dari kota). Nggak harus ada tujuan khusus, cukup nikmati selama perjalanan naik motor
@tanyakanrl Uninstall IG aja. Jangan sampe pemikiran, perasaan, dan sudut pandang mu ditentukan sama post/konten di IG. Nggak akan ada habisnya membandingkan diri kamu sama orang lain. Bukankah lebih baik jika kamu bisa menciptakan "kondisi" positifmu sendiri dan bangga akan hal itu?
@tanyarlfes Memahami perasaan seseorang (apalagi yg tidak mengetahui penyebabnya secara langsung) itu gk gampang. Nggak semua orang bisa memahami perasaan orang lain hanya dari lisan aja, ada yg perlu tindakan/kejadian yg sama baru bisa memahami. Setidaknya hargai rasa empati pasanganmu.
@tanyakanrl Aku juga pernah ngalamin itu, dan emang susah buat ikhlasin dia. Tapi Alhamdulillah setelah beberapa bulan stuck diperasaan yang sama, akhirnya aku udah bisa ikhlas setelah ngelihat update sosmed dia yang kemungkinan besar sudah ada pasangan. Dari situ aku udah bisa legowo
@bacottazza_ Sebenarnya mau seberusaha apapun kita untuk bodo amat, pasti tetep akan kepikiran juga, sekecil apapun itu. Yang membedakan hanya seberapa lama proses "kepikiran" itu terjadi. Ada yang cuma sekian detik aja, ada yang berjam-jam, ada yang seharian, bahkan ada yang lebih lama lagi
@tanyakanrl Aku juga pernah, undangan interview jam 17:00 dihubungi jam 15:00, padahal jarak dari rumah ke lokasi hampir 1 jam (belum kehitung macet). Tapi akhirnya tetap datang walaupun harus buru-buru