tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
Prabowo lagi gemes-gemesnya.
24 juni ngaku GAJI GURU tidak bisa naik karena uangnya tidak ada.
Tapi,
- 22 Juli dirikan Universitas Republik Indonesia
- 23 Juli beli pesawat tempur 30 Triliun
- 18 Juli kipas angin kopdes 1.2 triliun
- 17 Juli tiap kopdes akan 2 truk
- ngaku hemat anggaran 300 triliun
- ada uang sitaan dari kejaksaan triliiun
Ibarat di rumah harusnya beli susu buat anak tapi mlipir beli dimsum mentai, es matcha, gacoan, rokok HS, top up pubg, terus bilang gak ada uang buat merawat anak istri.
@Abangnasipadang kemaruk banget lu kak jobdesk nya apa disuruh ngerjainnya apa, klo dari awal maunya bebersih sama ngasuh anak ya gajinya jg double lah kocak
tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster