Motor Viola ilang di Bekasi Utara.
Dia gak nunggu polisi doang, dia cek CCTV warung sendiri sampe berhasil kenalin pelakunya.
Salut sih effort-nya.
Tapi ending-nya bikin geram.
Pas didatengin buat dimediasi, pelaku malah manggil rombongan.
RT setempat diduga malah lepas pelakunya gitu aja — bukan diserahin ke polisi.
20 menit kemudian, Viola dan temennya malah didorong-dorong rame-rame, motor yang udah keamanan direbut lagi.
Ini bukan cuma soal motor ilang.
Ini soal gimana korban yang udah capek nyari keadilan sendiri malah ditinggal sama orang yang harusnya lindungin dia.
Kasus udah dilaporkan ke polisi.
Semoga proses hukumnya jalan dan RT yang diduga lepasin pelaku juga ikut diperiksa. 🙏
Pray for sumbar🥀🥀🥀
Berita ini akan lambat menyebar karna algoritma baru
Tapi dengan kekuatan akun² lebah kita semua berita kemanusiaan ini gak boleh dikalahkan oleh algo busuk ini wak
Kelak untuk tetap bisa bekerja, orang orang ini harus terus memenangkan Prabowo-Gibram ditahun 2029
Lalu demi mereka & pekerjaan mereka. Sekolah, taman baca masyarakat, TK, PAUD dan fasilitas publik lainnya milik desa harus dirobohkan.
Aman, Mba. Sampean saya tunggu di Pakansari semalam kok ya ga datang.
Soal menghindari serta lari dari risiko, ya itu kan udah jadi kebiasaaan regulator, operator, dan pihak keamanan di mari. Mencari cara paling aman dan malas melakukan sesuatu yang dirasa ribet, itu kan selalu jadi style kalian.
Padahal, ada banyak ilmu yang bisa kita terapkan untuk memitigiasi risiko, tapi ya kan ribet dan harus susah payah. itu bukan pilihan kalian, toh?
Inkonsistensi dalam berkomentar adalah cerminan karakter.
Ada hari dimana Timnas kalah dan pemain tim A gagal perform, lalu berbondong hujat supaya tidak dipanggil.
Ada juga hari dimana Timnas kalah dan pemain tim B gagal perform, tapi setengah mati dibela, “kita tidak boleh tunjuk-tunjuk kesalahan pada individu tertentu”.
“Kalau kamu yang salah, ya kamu yang salah.kalau saya yang salah, bentar dulu ada konteksnya, ini bukan salah saya saja.”
63:11 😇
ak dulu syuting buat video minuman gede. beberapa shot ngandelin suasana publik buat Background. what to do? kita megang 1 gepok print statement of consent. jadi setelah camera cut, itu yang in frame kita kejar satu2 buat ijin ttd. kalo ga setuju, harus blur. it is that serious..
Duta Sheila On 7 kasih insight menarik soal kenapa mereka lebih milih radio ketimbang podcast.
Katanya, radio itu diawasi KPI, jadi obrolan bisa tetap dalam, tapi tetap ada batasan yang bikin nyaman didengar semua umur.
Sementara podcast? "Yang nonton lebih enggak bisa dikontrol, semua umur nonton," kata Duta.
Padahal bahasanya sering enggak cocok buat semua kalangan.
Jujur, ini pandangan yang jarang dilihat dari sudut kreator konten.
Biasanya diskusi soal radio vs podcast fokus ke soal jangkauan atau tren doang.
Duta malah angkat soal tanggung jawab moral ke penonton lintas usia.
Di tengah maraknya podcast yang kadang lepas kontrol soal bahasa dan konten, sikap kayak gini justru refreshing.
Bukti kalau nyaman itu enggak harus soal ramai-ramaian doang. 🙏
Memalsukan kop surat, format penomoran, hingga gaya tanda tangan digital ketua OC secara presisi butuh akses informasi internal.
Ini lagi kok bisa ada org ttdnya dipake buat dok palsu tenang aja
Dipantik dengan kabar perubahan dadakan regulasi semifinal dan final ala abang-abang tukang tahu bulat goreng.
Dipanasi dengan venue yang tetiba pindah ke tempat netral, meski ujung-ujungnya justru ke wilayahnya SID, padahal Netral mah dari Jakarta.
Terus langsung disiram dengan iming-iming penambahan hadiah dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar.
Tajuknya aja Piala "Presiden", ya bebas dong kalau ada janji, rencana, atau kebijakan yang tetiba berubah sesuai dinamika dan keinginan.
@IraninIndonesia@MoBoroujerdi WNI support pemerintah Iran untuk menuntut permintaan maaf resmi dari gembrot yang bertitel presiden Indonesia atas bacotan gobloknya soal nuklir Iran 🫰🏻
@IraninIndonesia@MoBoroujerdi Ga usah dimaafin Pak Dubes, soalnya itu presiden emg zionis dan suka memfitnah, rakyatnya sendiri aja difitnah londo ireng kok