Banyak trader rugi bukan karena salah pilih saham, tapi karena tidak paham membaca MA. ๐๐
Bayangkan sesederhana ini:
๐ถ MA5 = Mood harga hari ini
๐ง MA10 = Arah minggu ini
๐ MA20 = Tren 1 bulan
๐ MA50 = Tren menengah
๐ฆ MA100 = Investor mulai melirik
๐ MA200 = Raja tren jangka panjang (patokan institusi)
Cara bacanya:
โ Harga di atas semua MA โ Uptrend kuat, buyer dominan.
โ ๏ธ Harga mulai di bawah MA20 โ Momentum melemah.
๐จ Harga jebol MA200 โ Waspadai perubahan tren besar.
Ingat, MA bukan alat meramal harga. MA membantu kita membaca arah tren agar tidak melawan pasar.
Simpan infografis ini. Dijamin lebih mudah memahami MA daripada membaca buku setebal ratusan halaman. ๐
#IHSG
BEDA MASA BEDA ISTILAH
(untuk para boomer agar nyambung ke Gen Z)
Dulu termos sekarang tumbler.
Dulu parsel sekarang hampers.
Dulu loakan sekarang preloved.
Dulu ngamuk sekarang tantrum.
Dulu pagar-ayu sekarang bridesmaid.
Dulu bercerita sekarang spill.
Dulu ingin tahu sekarang kepo.
Dulu galau sekarang overthinking.
Dulu makanan dibungkus sekarang take away.
Dulu caper, sekarang pick-me.
Dulu piknik sekarang healing.
Dulu ngeluyur sekarang travelling.
Dulu muhibah sekarang studi banding.
Dulu prihatin sekarang low budget lifestyle.
Dulu sensitif sekarang baperan.
Dulu her sekarang remedial.
Dulu ngirit sekarang frugal living.
Dulu banci, homo, lesbian sekarang LGBTQ.
Dulu warkop (warung kopi) sekarang cafe.
Dulu cukong sekarang sugar daddy.
Dulu testing sekarang UAS.
Dulu NEM sekarang TKA.
Dulu buruan sekarang gercep.
Dulu tustel sekarang kamera.
Dulu blitz sekarang flash.
Dulu es teh sekarang ice tea.
Dulu pecel sekarang salad.
Dulu sepiring 2 ribu sekarang 20 ribu.
Dulu gemuk tembem sekarang gemoy.
Dulu tanggal tua sekarang intermittent fasting.
Dulu programming sekarang coding.
Dulu sahabat sekarang bestie.
Dulu karyawisata sekarang class outing.
Dulu camping sekarang glamping.
Dulu bantingan sekarang split bill cc.
Dulu siomay sekarang dimsum.
Dulu oblong sekarang t-shirt.ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย
Dulu mencongak sekarang imla.
Dulu pelonco sekarang bully.ย ย ย ย ย ย
Dulu mas, kang, uda sekarang bro.
Dulu mbak, teteh, uni sekarang sis.
Dulu numpang tenar sekarang clout chasing.
Dulu pamer sekarang flexing.
Dulu beli loakan sekarang thrifting.
Dulu ikut-ikutan sekarang FOMO.
Dulu diam-diam menghilang sekarang ghosting.
Dulu pacaran sekarang dating.
Dulu kenalan sekarang networking.
Dulu jualan sekarang live shopping.
Dulu kelontong sekarang minimarket.
Dulu telepon rumah sekarang video call.
Dulu surat sekarang DM.
Dulu pos kilat sekarang gmail.
Dulu wesel sekarang transfer atau qris.
Dulu suasana sekarang vibe.
Dulu kesebelasan sekarang squad.
Dulu tanya ke "orang pintar"ย sekarang tanya ke AI.
Dan jangan lupa ...
Dulu 7 ribu sekarang 18 ribu.
๐จ 90% trader pemula rugi bukan karena salah pilih saham... tapi karena TIDAK bisa membaca grafik. ๐ฑ๐
Padahal, cukup pahami 5 hal ini:
๐ข Candlestick = siapa yang menang (pembeli vs penjual)
๐ Volume = seberapa serius mereka bertarung
๐ MA = arah tren
๐ช RSI = tenaga harga
๐ฏ Support & Resistance = lantai dan atap harga
Contoh BNBR hari ini:
โ Candle hijau besar
โ Volume meningkat
โ RSI mulai menguat
โ Harga kembali di atas MA jangka pendek
Artinya? Pembeli mulai mengambil kendali, tetapi apakah tren berlanjut tetap bergantung pada aksi harga dan volume berikutnya. Jangan pernah mengambil keputusan hanya dari satu indikator.
๐ถ๐๐
#BNBR
Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.
Tahukah kamu kalau sekitar 74 persen saham DSSA dipegang institusi besar dan sekarang harganya cuma 800-an perak aja? Apalagi mereka baru bikin pusat riset AI! Yuk kita bedah saham Dian Swastatika Sentosa Tbk. Kira-kira raksasa energi ini layak dikoleksi gak nih?
GIYSSS NEED HELPPP. Selain Harum Manis dan Seribu Rasa, ada saran tempat makan yang oke gak buat expats VIP cobain makanan indo?
Jangan yang ada di bawah ini ya:
- AMANAIA
- PLATARAN
- DAILAH
Kalau ada 4 bank yang sama-sama bagus, gimana cara kita tau mana yang berpotensi naik 20% dan mana yang cuma 5%?
Apa lagi tengah gempuran $IHSG yang terus turun, saham blue chip masih worth it ga sih?
Kemarin kita udah bahas cara nyari bank yang royal bagi dividen pakai metode DDM.
Hari ini, kita bongkar cara nyari bank yang harganya paling berpotensi naik. Cocok buat kamu yang ngincer capital gain.
Tenang, modalnya cuma matematika anak SD, jauh lebih simple dari yang kemarin. Gimana caranya? Yukk liat! ๐
(Hanya untuk edukasi, DYOR).
Pak Purbaya terakhir ini kelihatan mukanya cape banget dan tidak ada senyuman, mungkin benar krn idr sdh Rp18.000
โselama Purbaya masih bisa senyum dolar amanโ
Bisa dijawab.
Durasi ~19 bulan sejak awal jabatan:
**SBY** (Okt 2004 ~ Jun 2006):
Dari ~Rp9.000 ke ~Rp9.250
Melemah +Rp250 (~+2,8%)
**Jokowi** (Okt 2014 ~ Jun 2016):
Dari Rp12.062 ke ~Rp13.400
Melemah +Rp1.338 (~+11,1%)
**Prabowo** (Okt 2024 ~ Jun 2026):
Dari Rp15.474 ke ~Rp17.905
Melemah +Rp2.431 (+15,7%)
Pelemahan terbesar di periode Prabowo untuk durasi yang sama. (Data historis rata-rata, kurs harian fluktuatif)
Correct me if Im wrong ya.
Ini hasil ngobrol sama admin pajak ku, mengenai pajak 22% untuk PT.
Disclaimer on!
Mari kita asumsikan setiap perusahaan memiliki persentase laba bersih sebesar 10% dari omset.
1. PT Abu (Omset Rp3 Miliar)
Karena omset PT Abu di bawah Rp4,8 Miliar, perusahaan memiliki dua pilihan mekanisme perhitungan pajak:
A: Menggunakan PPh Final UMKM 0,5% (PP 55/2022)
Jika PT Abu masih dalam jangka waktu yang diperbolehkan menggunakan PPh Final (maksimal 3 tahun sejak berdirinya PT):
Mekanisme: Langsung dikalikan dari omset bulanan.
Hitungan: Rp3 Miliar ร 0,5% = Rp15 jt
B: Menggunakan Tarif Umum 22% + Fasilitas Pasal 31E
Jika masa berlaku PPh Final sudah habis, PT Abu wajib menggunakan pembukuan. Karena omsetnya di bawah Rp4,8 Miliar, maka seluruh laba bersih mendapatkan diskon tarif 50% (jadi hanya bayar 11%).
Laba Bersih (10%): Rp300 jt
Hitungan Pajak:
Rp300 jtร 11% = Rp33.000.000.
Ribet!
2. PT Nia (Omset Rp10 Miliar)
Omset PT Nia berada di antara Rp4,8 M sampai Rp50 M. Maka, perhitungannya wajib menggunakan Fasilitas Pasal 31E (Diskon Proporsional).
Artinya, bagian laba bersih yang setara dengan omset Rp4,8 M mendapat diskon tarif (bayar 11%), sedangkan sisa laba bersihnya dikenakan tarif penuh 22%.
Asumsi Laba Bersih (10%): Rp1 M
Langkah 1: Hitung bagian Laba yang Dapat Fasilitas Diskon dengan rumus
(Rp4,8 M รท Omset ) ร Laba
(4,8 M รท 10 M )x 1 M = Rp 480 jt
Pajaknya: Rp480 jtร 11% = Rp 52.800.000
Langkah 2: Hitung sisa Laba yang Tidak
Rp1 Miliar (Laba) - Rp480 jt (langkah 1) = Rp520 jt
Pajaknya: Rp520 jt ร 22% = Rp114.400.000
Total Pajak PT Nia:
Rp52.800.000 + Rp114.400.000 = Rp167.200.000.
Ribet!
3. PT Eri (Omset Rp51 Miliar)
Karena omset PT Eri sudah melewati Rp50 Miliar, PT Eri tidak berhak mendapatkan fasilitas pengurangan tarif apa pun. Seluruh laba bersih langsung dikenakan tarif penuh 22%.
Asumsi Laba Bersih (10%) = Rp5,1 Miliar
Langsung dikalikan tarif 22%.
Hitungan Pajak: Rp5.1Mร 22% = Rp1,122 Miliar.
Initinya! Pajak naik๐ฌ
Sekali lagi yg patuh pajak diperes. ๐
Sementara pengusaha yg nggak pakai PT, yg jualannya di trotoar. Lolos pajak ๐คฃ
WA dari temen. Siang. Jam 12.
"Bro, ponakan lo sering mual di mobil gak?"
"Iya parah. Tiap perjalanan muntah."
"Coba buka Settings iPhone lo."
"Hah? Emang kenapa?"
"Accessibility โ Motion โ Vehicle Motion Cues."
"Aktifin."
"Ini ngapain?"
"Udah aktifin aja. Besok perjalanan gak muntah."
Aku aktifin.
Besoknya, ponakkanu gak muntah pertama kalinya.
Dua tahun bertugas di pos perbatasan membuat seorang polisi muda di China harus menahan rindu pada keluarganya. Bukan hanya pelukan, tapi juga cita rasa masakan sang ibu.
Suatu hari, ibunya datang diam-diam dan memasak untuk seluruh pos. Saat suapan pertama masuk ke mulutnya, ia langsung tertegun: โrasanya mirip masakan ibuku.โ
Tak lama kemudian, sosok yang dirindukan itu benar-benar muncul di hadapannya. Mereka pun saling berpelukan penuh haru.