Ketika kebiasaan buruk dianggap normal, maka kehancuran hanya tinggal menunggu waktu. Penolakan untuk perbaikan sejatinya mempercepat datangnya revolusi langit, hukum Tuhan yang menegakkan keseimbangan dengan cara yang tidak bisa dinegosiasikan.[hadut]
Apa yang benar dihadapan Tuhan, itulah yang akhirnya membawa ketenangan di dunia. Karena hakikatnya, dunia dan akhirat bukan dua ruang yang terpisah, keduanya adalah satu perjalanan yang dihubungkan oleh keputusan-keputusan kecil yang kita buat setiap hari.[hadut]
Seorang istri berkata kepada suaminya " Mas, aku takut kalau Mas menikah lagi..". Lalu tidak berapa lama suaminyapun menikah lagi karena tidak mau melihat istrinya hidup dalam ketakutan...".
Ada sebagian orang yang terbelenggu berfokus pada duniawi saja yang justru menjadikannya berpotensi kehilangan akhiratnya dan juga berpotensi kehilangan dunianya. Pada akhirnya gagal dalam misi dunianya dan juga gagal dalam misi akhiratnya. [hadut].
“Takutlah pada perlakuan baik Allah kepadamu di tengah durhakamu yang terus-menerus terhadap-Nya. Karena, itu bisa jadi sebuah istidraj, seperti firman-Nya, ‘Kami meng-istidraj-kan mereka dari jalan yang mereka tak ketahui’. [Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam al-Hikam].