Kumpulan Link Drive Premium Tapi Gratis
๐ IELTS Material
https://t.co/YrH65DBvk1
๐ CS Fundamentals Drive (Free resources for Everyone)
https://t.co/m5cFsKlWWZ
๐ Soal N4-N5 Bahasa Jepang
https://t.co/Cs7vZcQEZ5
๐ IELTS journey
https://t.co/QLbIgsvUtS
next...
BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN JAKARTA - Show announcement!
๐๏ธ 26 & 27 December 2026
๐ Gelora Bung Karno Main Stadium
๐ WEVERSE ARMY MEMBERSHIP PRESALE REGISTRATION: 2026.05.22 (FRI), 12PM - 2026.05.27 (WED), 10AM (WIB)
โถ๏ธ ARMY MEMBERSHIP PRESALE: 2026.06.09 (TUE), 12PM - 10PM (WIB)
โถ๏ธ GENERAL ONSALE: 2026.06.11 (THU), 12PM (WIB) ONWARDS
Get your your tickets at https://t.co/X3oh5TIPqK
#๋ฐฉํ์๋ ๋จ #BTS #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_ASIA #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_JAKARTA #iMeIndonesia
Halo WNI! ๐๐ป
Aku bikin English Vocabulary Test untuk menguji kosakata bahasa Inggris.
Nanti kalian bakal dapet result category lucu dan rincian level kosakata yang dijawab bener dari A1 - C2.
Ada yang mau coba?
Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca.
Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun.
Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude.
Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa.
Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya.
Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65.
Peserta sidang wisuda tepuk tangan.
Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan:
1. >50% mahasiswanya pintar sekali
2. Kurikulumnya super mudah
3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus
Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling"
Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata.
Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar.
Balik lagi ke soal IPK.
Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya.
Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya.
Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang:
"Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya"
[Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]