Paling asik kalo ada teori-teori tentang waktu begini, jadi mau berimajinasi untuk memperluas draft novel gue yang ga kelar-kelar itu.
Coba bayangin kalau waktu berjalan mundur yang dimaksud bukan seperti video klip the scientist coldplay, tapi memang kebalikannya dari dunia kita sekarang.
Lahir dari tanah dibantu oleh tenaga profesional -> disambut bahagia -> diantar ke rumah -> dirawat -> sadar sepenuhnya -> memulai hidup dari lemah (tua) -> menjadi semakin kuat (muda) -> kembali lemah (anak kecil) -> hilang kesadaran, lalu dimulai ritual dimasukkan ke rahim ibu dibantu oleh tenaga profesional diiringi tangisan orang-orang.
Aneh? bagi kita aneh, tapi bagi mereka mungkin itu hal biasa, urutannya sama soalnya dgn life stage kita:
Lahir dari rahim ibu dibantu oleh tenaga profesional -> disambut -> diantar ke rumah -> dirawat -> sadar sepenuhnya -> memulai hidup dari lemah (anak kecil) -> menjadi semakin kuat (muda) -> kembali lemah (tua) -> hilang kesadaran lalu dimulai ritual dimasukkan ke tanah dibantu oleh tenaga profesional diiringi tangisan orang-orang.
normal bagi kita, aneh bagi mereka.
Normal stage hidup kita: disambut dan dibesarkan ayah dan ibu dewasa, berakhir dimakamkan oleh anak kandung yang masih muda.
Normal stage hidup mereka: disambut dan dibesarkan oleh anak kandung (dewasa) dan berakhir dimakamkan oleh ayah dan ibu yang masih muda.
kita dan mereka merasa sama-sama punya masa lalu dan masa depan, cuma tertukar aja. Masa lalu mereka adalah masa depan kita sementara masa depan kita adalah masa lalu mereka. Kita dan mereka ternyata sama sama membahas tentang berjalannya waktu mundur dan saling merasa aneh.
Di umur 25 George Orwell resign dari pekerjaannya sebagai polisi di Myanmar dan hidup struggling di London. Dia melakukan berbagai pekerjaan kasar, termasuk mencuci piring di dapur hotel.
Sementara di umur 25 Fyodor Dostoyevsky merilis novel debutnya, Poor Folk, yang kemudian meledak dan membawanya dalam circle sastrawan Rusia. Seluruh Rusia membicarakan novelnya.
Keduanya kini menjadi sastrawan besar yang karyanya dibicarakan di penjuru dunia.
Tidak ada takaran formal mengenai nilai ideal di umur 25. Setiap orang berjalan dan berjuang di timelinenya masing-masing.