Awali perjalanan kuliahmu dengan akses ke berita eksklusif, investigasi, dan analisis mendalam untuk menemani belajar dan menambah wawasan.
Cukup pakai email kampus untuk menikmati akses 3 tahun. Promo terbatas, langganan sekarang!
Tadi ada pelanggan beli 10 paha bawah.
Saya iseng bertanya,
"Mau dimasak apa, Mbak?"
"Mau bikin ayam kipas."
Saya bilang,
"Kalau gitu sekalian saya bentuk kipas ya, Mbak."
Beliau langsung bertanya,
"Nambah berapa, Mas?"
Saya jawab,
"Gratis. Ini bagian dari pelayanan. 😁"
Beliau langsung tersenyum,
"Wah, mantap."
Kadang pelanggan datang bukan cuma mencari ayam.
Mereka juga ingin dilayani dengan baik.
Dan buat saya, pelayanan kecil seperti ini sering kali lebih diingat daripada diskonnya.
#CatatanPedagangAyam
Dulu pernah belanja snack pasar di Jogja, karena teman di Jakarta minta dibawakan.
Seorang kawan lelaki meledek saya, “Perempuan kok belanja nggak nawar. Bisa lebih murah tuh!” Nadanya ngenyek bener.
Saya jawab, “Aku ada uangnya. Belanja 16 ribu di pasar pakai nawar? Malu ah.”
bukan.
ini foto gagalnya negara dan pemerintah menyediakan transportasi umum yg selamat, nyaman dan terjangkau utk rakyatnya yg sudah berkontribusi patungan lewat pajak.
I'm only getting married once and I'm only having kid(s) with the man I marry. My child(ren) will grow up in a loving, two parent household.
That's one thing I'm definitely speaking into existence.
@saturngguk Pak Anies waktu kalah pilpres bilangnya "diselamatkan dari hal-hal yang belum dia ketahui", embedded sooo deep into me as it shaped my perspective about most things happening in my life
Btw aku mau cerita dikit, kalau ortuku berantem, aku ajak salah satu dari mereka ngobrol dulu
Misal ayahku, pertanyaan pertama yg aku tanyain "knp ayah nikahin mama?" Nanti kalau udah ngobrol jauh aku bilang "kalau ayah susah nganggep mama jadi pasangan, anggep mama jadi manusia yang punya perasaan juga"
Kalau masih ngeyel "ya mama tuh gak bisa dikasih tau" jawabnya "ayah udah ngehargain mama belum? Kalau mau dihargai, hargai orang lain dulu, nanti pasti yg lain akan mengikuti"
Biasanya kalau udh begini ayahku diem. Ntar aku tambahin lagi "hargain mama sebagai ibunya kaka, kalau bukan karena mama yg setiap hari di rumah, kaka mungkin gak bisa belajar banyak kayak sekarang"
Butuh bertahun2 juga untuk melunakkan hati ayah/mamaku 🥲 selain diajak ngobrol, aku juga berdoa, karena mau gimanapun orang tuaku itu manusia ciptaan Allah dan cuma Allah yg bisa membolak balikan hati mereka
Our values have to align. We don’t need to have the same hobbies, same taste in music or the same love languages. But if we don’t see the world through a similar moral lens it’s not going to work. Because at the end